CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 16


__ADS_3

Angga mengajak Wina untuk keteras rumah tersebut untuk menghindari konflik antara Saga dan Luna." Kamu baik-baik aja kan?" Tanya Angga sambil membalikkan tubuh Wina kedepandan kebelakang. " Aku baik-baik saja ko." Ucap Wina sambil tertawa. Justru gadis itu merasa Angga yang sekarang lebih seperti anak-anak dibanding waktu pertama ia kenal. " Kamu ini apa-apaan sih mas, justru sikap kamu itu yang terlalu berlebihan dari pak Saga dan Luna." Ujar gadis itu sambil tertawa kembali.


" Ko kamu malah ngetawain aku sih. Aku kan takutnya kamu terluka kara tadi Luna sempat memukul mu." Angga sedikit merajuk kepada gadis dihadapannya karna telah menertawakan dirinya.


" Iya deh, aku minta maaf ia sayangku." Wina mengecup pipi Angga dengan cepat. Sehingga lelaki itu kembali tersenyum. Kini mereka berdua duduk dikursi taman untuk menikmati suasana di sore hari.


Di dalam rumah Luna sungguh dibikin pusing oleh lelaki yang selalu saja mengatur ini dan itu. Mulai dari makanan, justru Saga dengan lihai membuatkan Luna jus dan salad buah untuk Luna.


" Kamu itu harus mengntrol makanan, jangan makan-makanan sembarang. Kalau kamu ingin menjadi seorang model dan memiliki badan yang ideal." Saga menyiapkan semua menu tersebut diatas meja, kemudian ia menyuruh Luna untuk segera memakannya.


" Owh iya, ponsel kamu mana?" Tanya Saga


" Untuk apa bapak nanyain ponsel saya?" Luna pun balik bertanya


" Mana? Atau kamu ingin saya marah" Ucap Saga yang sedikit mengancam agar gadis tersebut menyerahkan ponsel miliknya. " Iya…iya…dasar tukang perintah." Luna akhirnya menyerahkan ponsel miliknya, walau dengan hati yang sedikit kesal.


Saga memeriksa semua pesan dan panggilan dari ponsel tersebut, Disana ia menemukan pesan yang belum sempat dibaca oleh Luna, saat ia membuka pesan tersebut, Dirinya merasa marah ternyata pesan tersebut berasal dari Adi. Lelaki tersebut membuat janji agar bisa ketemu dengan Luna ditempat biasa saat Luna dan dirinya menjalin kasih. Melihat isi pesan tersebut tentu saja Saga dengan sengaja menghapus isi pesan tersebut.

__ADS_1


Luna sesekali melirik kearah Saga untuk memastikan kalau ponselnya kali ini aman dan tidak dirampas kembali.


" Aku belikan kamu ponsel baru." Saga mengeluarkan ponsel keluaran terbaru, dan memberikan ponsel tersebut pada Luna.


" Aku kan sudah punya ponsel pak, lantas untuk apa punya ponsel lagi." Luna tak berani menerma ponsel tersebut.


" Ponsel yang ini sudah usang, jadi aku memberikan ponsel itu sebagai hadiah untuk kamu. Sebagai gantinya ponsel punya mu aku sita." Ujar Saga.


Luna merasa keberatan, ia ingin mengambil ponselnya kembali. Namun, Saga segera memasukan ponsel tersebut kedalam saku celananya.


" Mau bapak itu apa?" Protes Luna yang kemudian menatap ke arah Saga. Lelaki tersebut perlahan memajukan langkahnya dan mendekatkan diri kearah Luna. Saga memajukan wajah nya kearah wajah Luna kemudian dengan cepat ia pun mengecup bibir gadis tersebut. Luna merasa terkejut, sehingga ia tak sengaja menjatuhkan sendok yang ada ditangannya.


KLONTRANG...


Sendok pun terlepas dari tangan Luna, matanya membulat saat lelaki itu mencium bibirnya. " Mau protes lagi?" Ucap Saga menyunggingkan senyumny. Seperti orang yang sedang terhipnotis Luna pun langsung menggelengkan kepalanya.


" Bagus..." Saga mengusap kepala gadis tersebut dengan senyuman puas dibibirnya.

__ADS_1


" Bos, ada panggilan dari alex." Angga memberikan ponsel miliknya kepada Saga. Lelaki itu segera berjalan keluar untuk menerima panggilan tersebut. Dan Angga pun mengikuti bos nya tersebut dari belakang.


" Hei, kamu kenapa? Dari tadi bengong aja." Wina menggoyangkan tubuh Luna yang dari tadi diam aja.


" A aku gak apa-apa kok." Jawab Luna sedikit  gugup. Kemudian ia pun mengambil sendok yang terjatuh dilantai untuk segera ia cuci.


" Loh, ini makanan nya masih ada." Wina mencicipi salad yang masih tersisa dipiring.


" Aku udah kenyang." Jawab Luna sambil memegang bibirnya. Disaat dirinya masih merasakan kecupan tersebut, tiba-tiba saja Saga masuk untuk berpamitan kepada Luna.


" Aku ada urusan mendesak, jadi aku pamit sekarang." Saga mengeluarkan Kartu The Black Card miliknya lalu ia memberikannya kepada Luna.


" I ini apa?" Gadis itu masih bingung.


" Kamu  pake aja kartu itu. Karna aku ada urusan mendesak, kemungkinan sebulan ini kita gak bisa bertemu." Ucap lelaki tersebut. Mendengar penjelasan tersebut hati Luna merasa sedikit sedih, wajahnya pun seketika berubah muram.


Disisi lain Angga juga sedang berpamitan kepada kekasihnya untuk pergi menemani Saga. Sambil tersenyum Wina pun memberikan ijin kepada kekasihnya. Saga kemudian berbalik kearah Wina. Ia memerintahkan Wina untuk tidak masuk kantor terlebih dahulu, Selama Saga tidak ada ia diperintahkan untuk menemani Luna. Wina mengangguk paham. Kemudian kedua lelaki tersebut pergi meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2