
BRUG !!
" Bos...!! " Alex dan Mira segera berlari dan menghampiri Saga. Luna merasa terkejut, kemudian dengan reflex ia bersama Alex segera membantu Saga duduk dikursi roda yang berada disamping ranjang tersebut. Mira yang melihat Luna mulai merasa tak suka. Karna baginya Saga adalah miliknya.
Setelah Saga berada di kursi roda ia menggenggam tangan Luna dengan erat," Tenang Saja, aku tidak akan menerima wanita manapun selain kamu." Kontan saja Luna langsung menatap wajah Saga dengan wajah memerah. Ia tidak percaya dengan apa yang didengarnya. " A apa? Saga kamu becanda kan? Aku adalah calon istri yang om riyan pilih untuk kamu." Mira menghampiri Saga yang tidak suka dengan pernyataan yang Saga ucapkan kepada Luna. " Aku paling tidak suka diatur oleh siapa pun termasuk paman ku sendiri. Jadi, pergilah dari pandangan ku." Bentak Saga.
Mira akhirnya keluar dari sana dengan perasaan marah. "Kenapa kamu masih ada disini? Keluar !! " Bentak Saga kepada Alex yang sedari tadi berada disamping Luna. " Ba baik..." Ujar Alex. Kemudian Luna memukul lengan Saga dan melototi lelaki tersebut. " Tunggu...!!" Luna menghentikan langkah Alex yang ingin keluar. " Iya..." Alex pun mmenghentikan langkahnya. " Sebaiknya kamu disini temani bos, kalau dia butuh sesuatu aku gak bisa berbuat apa-apa." Ujar Luna yang mencari alasan karna ia masih merasa canggung untuk ditinggal berdua dalam satu ruangan bersama Saga.
" A apa?! " Alex merasa bingung dengan ucapan Luna. Kemudian dengan cepat Luna ingin keluar dari sana, tetapi Saga lebih dulu memegang lengan gadis itu dengan kencang. " A aduh...sakit." rintih gadis itu. " Mau cari alasan untuk kabur hah?" Ucap Saga sambil menaikan sudut bibirnya keatas.
" Si siapa yang mau kabur, Bapak kan lagi sakit. Lagian kalau kita berduaan maka yang ketiga adalah setan." Ujar Luna dengan gugup.
" Jadi...? Setan pergilah kamu dari sini." Perintah Saga kepada Alex yang masih diam diantara kedua insan tersebut. " Ma maksud ku bukan dia." Luna mulai bingung menghadapi lelaki tersebut. " Jadi, maksud kamu siapa setan nya disini?" Ucap Saga yang sengaja mengerjai gadis dihadapannya itu. Alex merasa terjebak diantara perdebatan Luna dan Saga. Saking kesalnya ia memutuskan untuk keluar rungan tersebut.
" Dasar dua orang aneh." Ucap nya kesal. Angga yang sudah berdamai dengan Wina tak sengaja mendengar perkataan Alex yang kebetulan bertemu saat Alex baru saja keluar dari ruang inap Saga. " Kamu dari mana saja?" Tanya Alex kepada Angga.
" Baru saja aku dari taman disebeh sana, Kenapa? Muka kamu keliatan kusut gitu. Pasti ada pertunjukan seru ia" Ujar Angga sambil tersenyum meledek kearah Alex.
__ADS_1
" Ga ada apa-apa. Lebih baik aku pergi dari sini melanjutkan pekerjaan dari pada terjebak diantara kedua orang aneh itu." Ucap Alex sambil berlalu pergi. Angga dan Wina saling pandang mendengar perkataan Alex. Kemudian mereka berdua pun saling tersenyum satu dengan lainnya dan kembali menuju taman untuk memberikan kesempatan bagi Luna juga Saga untuk saling bicara.
Didalam kamar Saga terus saja memandangi wajah Luna yang mulai terlihat tirus, ia pun mulai tersenyum. "Kenapa? Ada yang aneh dengan wajah ku ia?" Tanya Luna yang menyipitkan matanya.
" Nggak, kamu sekarang makin cantik." Ujar Saga yang membuat wajah gadis itu merah seketika. Saga pun tersenyum kembali ketika melihat wajah gadis dihadapannya berubah.
" Bapak terlalu banyak memuji wajah saya yang pas-pasan kaya gini." Ucap Luna merendah.
" Aku gak muji, tapi itu kenyataan." Ucap Saga. Luna segera mengalihkan pandangan matanya dari Saga.
" Hahaha... Jadi, kamu masih cemburu dengan Mira?" Kontan mendengar perkataan itu Saga langsung tertawa.kemudian Saga menggenggam tangan Luna yang mulai dingin karna gugup.
" Dengarkan aku, Mira itu gak sebanding dengan kamu. Dimata ku kamu lebih berharga dibanding wanita mana pun, Jadi tetaplah disamping ku, apa kamu mau?" Luna yang mendengar perkataan Saga kini matanya mulai berbinar, hatinya mulai bersorak kegirangan.
" Bagaimana, kamu mau kan nemani aku sampai maut memisahkan kita?" Saga bertanya kembali kepada Luna yang sedari tadi hanya diam "Hei...!!" Saga menggerakan tangan nya didepan mata Luna.
" Tidak...!! " Ucap Luna. Saga mengerutkan alisnya kepada Luna. " Eh, maksud ku iya." Jawab nya kembali.
__ADS_1
" Tapi tadi kamu sudah menjawab tidak, apa kamu sengaja mempermainkan aku ia." Saga mencoba mengerjai gadis itu. Karna ia senang menatap wajah Luna saat tersipu malu.
" Ng ngak ko." Benar saja dugaan Saga, kini wajah gadis itumulai merona kembali. Melihat itu Saga pun tertawa lepas. Merasa dirinya telah dikerjai oleh Saga, Luna langsung memukul pelan pundak Saga berulang-ulang.
" Ampun..." Tawa Saga memohon ampun kepada Luna.
Luna menghentikan pukulannya tersebut, dan melipat kedua tangannya diatas perut. Saga tersenyum dan meminta maaf kepada gadis dihadapannya.
" Pasti sakit ia?" Luna menatap luka yang berada dikedua kaki dan pelipis lelaki itu. " Nggak ko, ini gak seberapa. Kan ada kamu." Jawab Saga yang mengecup lengan Luna.
" Hmm, mulai ngegombal..." Ujar Luna yang memanyunkan bibirnya. Saga tertawa kembali. " Keluarga bapak gak ada yang datang menjenguk?" Tanya Luna kembali. Kali ini Saga menunjukan wajahnya yang sedih. " Kedua orang tuaku sudah meninggal saat aku masih kecil. Jadi, aku diasuh oleh paman ku."
" Maaf, aku gak tau." Ungkap Luna. " Gak papa, dan satu hal yang aku minta dari kamu jangan panggil aku bapak." Ucap Saga.
" Terus aku harus panggil apa? Kan usia bapak beda sebelas tahun dari saya. Masa saya harus panggil nama kan gak enak didengar." Ujar Luna dengan polosnya. Saga terbelalak kaget mendengar pernyataan Luna yang mengatainya sudah tua. Kemudian ia dengan cepat menarik lengan gadis itu, sehingga membuat tubuh gadis itu terhuyung jatuh ditubuh lelaki tersebut.
Luna ingin segera berdiri namun Saga memegang erat kedua lengan Luna hingga kedua mata mereka saling berpandangan. Saat Saga hendak mencium Luna, tiba-tiba pintu terbuka. Membuat Luna merasa terkejut dan berdiri seketika.
__ADS_1