CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 15


__ADS_3

Wina yang sedang asik duduk berdua bersama Angga merasa terkejut, dan dengan spontan ia langsung pergi menuju dapur untuk menyiapkan minum untuk kedua lelaki tersebut. “ Dia kenapa lari gitu?” Gumam Luna heran. Saga hanya memandang kearah Angga dan segera duduk. “ Dia sepertinya takut dengan bapak tuh.” Ungkap Luna kepada Saga. Lelaki itu hanya menatap gadis itu tanpa bicara.


“ Saya juga permisi dulu bos, mau bantuin Wina didapur.” Ucap Angga yang kemudian pergi menyusul Wina kedapur. Luna semakin heran dengan tingkah keduanya. Namun ia tak mau ambil pusing dan kembali menatap kearah Saga.” Ia ampun…!! Bapak ngapain sih liatin terus. Kaget tau pak.” Ucap Luna yang terkejut.


“ Sekali lagi kamu natap laki-laki lain saya gak akan gaji kamu selama setahun.” Ucap Saga yang merasa kesal saat gadis itu terus menatap Angga.


“ Aduuh, salah lagi…salah lagi. Saya tadi bukan natapin pak Angga tapi saya heran dengan gelagat pak Angga. Kayanya mereka berdua saling suka deh pak. Ucap Luna yang mencoba menjelaskaan.


Saga pun tertawa, "Kamu tuh yang aneh, Ia wajar lah mereka sekarang dekat, karna mereka sudah bertunangan.” Ucap Angga yang masih menertawai keluguan gadis itu.


“ APA?!” Luna ingin segera menghampiri keduaanya, namun Saga menahan tangan Luna dan menyuruh gadis itu duduk kembali.


“ Ihh, kenapa sih pak, Saya kan cuma mau minta penjelasan dari Wina.”


“ Untuk apa kamu minta penjelasan, apa janga-jangan kamu iri dengan Wina karna sudah dilamar Angga?” Ucap Saga yang tersenyum tipis.


“ Teserah bapak aja mau ngomong apa, dasar orang om-om.” Gerutu Luna.


“ Kamu bilang apa tadi?” Ucap Saga yang kembali menatap tajam kearah gadis itu.


“ Tadi aku bilang dasar…” Belum juga Luna meneruskan perkataannya. Tiba-tiba Saja bel rumah pun berbunyi.


Luna segera membuka kan pintu rumah. Disana terlihat tukang ojol yang membawakan pesanan makanan milik kedua gadis tersebut.


“ Dengan Mba Wina?” Tanya tukang ojol tersebut. Luna ingin menjawab namun Wina sudah lebih dahulu menjawab nya." Iya, saya Wina." Jawab Wina. Setelah menaruh minuman untuk Saga di atas meja.


" Berapa semuanya?" Tanya Wina.


" Enam puluh lima ribu mba." Jawab Tukang ojol tersebut.


Wina mengeluarkan uang dari dalam saku celananya kemudian ia memberikannya kepada tukang ojol tersebut.

__ADS_1


" Kembalinya ambil aja pak." Ujar Wina.


" Makasih banyak mba." Ucap tukang ojol tersebut, lalu pergi dari sana. Setelah menerima pesanan tersebut Wina memberikan sebungkus makanan pesanan Luna.


Saga melihat makanan yang dipegang oleh Luna dengan teliti. Saat Luna membuka makanan tersebut dihadapan Saga, ia merampas makanan tersebut. " Loh, ko diambil sih…" Ucap Luna kesal.


" Makanan apaan ini? Mulai sekarang kamu tidak boleh memakan makanan seperti ini." Ucap Saga yang kemudian menyuruh Angga untuk membuang makanan tersebut.


Wina terkekeh saat mendengar percakapan antara Saga dan Luna." Kamu kenapa?" Tanya Angga yang membawa makanan milik Luna. " Kamu gak perhatiin mereka berdua yah, coba lihat deh, yang satu nya sok ngatur demi kebaikan si cewe, eh…yang jadi cewenya gak peka kalau si cowonya mulai ada perhatian." Ungkap Wina.


Angga mulai tersenyum mendengar ucapan Wina. " Ia itu lah cinta, mereka gak menyadarinya aja. Semoga aja rencana kita yang ingin menjodohkan mereka berjalan lancar." Ucap Angga yang mencoba memakan pesanan milik Luna.


" Aamiin." Ujar Wina sambil melanjutkan makannya.


Uhuk… Uhuk


Angga tersedak saat memakan makanan milik Luna, Wina yang mendapati kekasihnya tersedak segera mengambilkan air dari teko disampingnya.


" Makasih yang." Ucap Angga.


" Kamu sih, udah tau gak biasa makan pedas mau coba-coba makan." Ujar Wina.


" Iya kan aku gak tau kalau itu pedas." Jawab Angga yang masih merasakan pedas dilidahnya.


" Masih pedas?" Tanya Wina yang merasa kasihan oleh lelaki dihadapannya.


" Lumayan, tapi gak apa-apa ko." Jawab Angga sambil meneguk segelas air kembali.


Diruang tamu Luna tak bisa berkutik dihadapan Saga, Ia lebih memilih diam dari pada bicara. Karna saat sekalinya ia menyatakan keberatan hatinya, Saga mulai mengancam gadis tersebut." Argh...kalau aja wajah nya gak tampan, sudah aku cakar-cakar tu muka." Ucap gadis tersebut dalam hati. " Ia ampun Luna, ngapain juga kamu muji dia, inget biar pun wajahnya tampan tapi umur dia itu sepuluh tahun lebih tua dari kamu.ih amit-amit deh" Ujar nya kembali dalam hatinya.


" Kamu sudah puas mandangin aku?" Tanya Saga yang kemudian menatap gadis itu kembali.

__ADS_1


" Hmm, aku tuh gak liatin bapak, cuma aku tuh lagi mikir aja kenapa ada orang kaya bapak." Ucap Luna yang mulai kesal.


" Aku ada karna kamu yang memulai ini semua." Jawab Saga dengan muka datarnya.


" Sudah ah, aku lagi gak mau berdebat. Bapak tau gak sih kalau aku tuh laper pak, dari pagi sampai mau sore gini belum makan." Keluhnya kepada Saga.


" Bukankah didalam lemari es sudah ada stok makanan dan buah-buahan? Terus ngapain kamu sampai makan makanan yang gak sehat kaya tadi." Ujar Saga.


" Ahh, ia sudah...saya makan yang ada aja deh." Ujar Luna sambil beranjak dari duduknya.


" Tunggu, kamu mau kemana?" Tanya Saga yang tidak ingin ditinggal duduk sendiri. " Ia tentunya mau makan. Terus ngapain bapak masih disini? Emang gak ada kerjaan apa?" Jawab Luna yang sudah tak tahan dengan rasa laparnya.


Saga diam sejenak mendengar ucapan dari Luna, sebenarnya ia mengunjungi gadis tersebut bukan karna masalah pekerjaan melainkan ia tidak tahan jika dirinya tidak melihat gadis itu selama berjam-jam.


" Iya karna, karna sekarang hari libur jadi aku mampir lagi kemari." Jawab Saga berbohong. Padahal hari ini dirinya banyak sekali pekerjaan bahkan ia sudah membatalkan meeting bersama para kliennya, dan memilih pergi mengunjungi gadis tersebut. Karna Ia takut kalau Luna akan diganggu lagi oleh Adi.


Luna tak ingin mendengar perkataan Saga, ia masih saja berjalan menuju dapur dan melihat pemandangan yang tidak sengaja.


" HE EM…!!" Ucap Luna.


Wina dan Angga merasa terkejut saat melihat Luna dan Saga sudah berada dibelakang tempat duduknya.


" Kalau mau ciuman jangan ditempat terbuka. Lagian kalian ini kan belum sah menjadi suami istri main nyosor-nyosor aja." Luna pun melampiaskan kekesalannya kepada kedua sejoli tersebut.


" Kamu lagi, ngapain disini lama-lama...cepat cek semua email yang masuk." Tambah Saga.


" Iya...iya..." Jawab Angga dengan wajah kusutnya.


" Apa kita salah ngejodohin mereka ia yang. Soalnya mereka berdua benar-benar pengganggu yang sempurna." Ucap Angga yang berbisik pada Wina.


 

__ADS_1


HALLO TEMAN-TEMAN SEMUA YANG SETIA MEMBACA NOVEL "CINTA UNTUK LUNA",MAKASIH BANYAK IA KALIAN SELALU DUKUNG AUTHOR.MAAF KALAU COMENT KALIAN GAK BISA  AUTHOR BALAS SATU-SATU.SALAM SAYANG SELALU DARI AUTHOR UNTUK KALIAN SEMUA. ^^


__ADS_2