CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 20


__ADS_3

Hari pertama sungguh membuat luna seperti orang bodoh, Ia tidak tau apa yang harus ia lakukan nanti. " Ko aku grogi ia. Hiks… Hiks…" Batin Luna yang kebetulan hampir sampai ditempat tujuan. " Masih lama ia pak?" Ujar Luna yang mencoba bertanya kepada sang supir.


" Nggak ko non. Sebentar lagi juga sampai." Jawab supir tersebut. Luna mengambil nafas dalam untuk mempersiapkan diri dengan apa yang terjadi.


Mobil berhenti disebuah bangunan bergaya klasik nan mewah." Kita sudah sampai non." Ujar sang sopir. Luna lekas turun dari dalam mobil dan mentap takjub pada bangunan tersebut." Duh, aku jadi gugup nih." Ujarnya dalam hati. Perlahan Luna memasuki bangunan tersebut. Disana ia melihat sekeliling namun begitu sepi." Apa iya ini tempatnya ya." Ucap Luna sambil memperhatikan sekitar. " Kamu sudah datang?" Dari arah belakang Max menepuk bahu gadis tersebut, akibatnya gadis itu pun terkejut.


" Aduh, aku kira siapa…" Ucap gadis itu  sambil memegang dadanya.


" Kamu yakin mau pakai baju ini saat latihan?" Tanya Max kepada Luna. " Nggak ko pak, saya bawa baju olahraga didalam tas." Jawab Luna sambil menunjukan senyuman manisnya." Baiklah, kalau gitu kamu ganti baju dulu sana." Ujar Max. Yang kemudian memanggil asistennya.


" ANGGEL...!!!" Teriak Max. Tak membutuhkan waktu lama seorang wanita datang menghampiri mereka. " Kenalkan ini Anggel… Anggel ini adalah Luna orang yang waktu itu aku ceritakan, tolong tunjukan ruang ganti untuk Luna." Anggel tersenyum ramah kepada Luna, kemudian ia mengajak Luna kesebuah kamar ganti yang berada tak jauh dari tempat mereka bertemu.


" Silakan masuk. Ini ruangan gati, didalamnya juga ada kamar mandi jadi barangkali sebelum pulang kamu mau mandi terlebih dahulu, kamu bisa mandi ada disana." Ucap Anggel sambil menunjuk kearah kamar mandi tersebut. "Oke, makasih banyak yah." ucap Luna  yang tersenyum.


" Apa disini cuma aku sendirian yang mengikuti latihan?" Tanya  Luna penuh selidik.


" Nggak ko, selain kamu ada banyak wanita dan juga pria yang berada disini untuk berolahraga. Bos ku membangun tempat gym ini khusus untuk kalangan orang-orang tertentu saja. Jadi kamu gak usah takutdan khawatir." Ujar Anggel yang tersenyum. Luna mulai bernafas lega setelah mendengar penjelasan dari Anggel.


" Owh gitu, terus nanti aku harus kemana setelah ini?" Tanya Luna kembali

__ADS_1


" Nanti aku akan tunggu diluar, setelah kamu selesai mengganti pakaian aku akan antar kamu ketempat gym." Jawab Anggel ramah.


" Baiklah." Kemudian Luna segera masuk kedalam kamar untuk mengganti pakaiannya.


" Dasar orang-orang kaya latihan gym aja ada ruangan privat nya." Ujar Luna dalam hati. Luna telah selesai mengganti pakaiannya dengan pakaian olahraga. Setelah ia keluar ruang ganti tersebut Anggel yang sedari tadi menunggu kini mulai mengantarkan Luna ketempat latihan gym.


" Mba aku boleh nanya gak?" Ujar Luna


" Panggil Anggel aja. Emang mau nanya apa?" Tanya Anggel menatap kearah Luna.


" Nanti disana aku dilatih oleh siapa iya?" Tanya Luna yang penasaran.


" Hehehe…gak apa-apa sih, aku kira Max. Jawab Luna.


" Hahaha...nggak ko, khusus untuk perempuan aku yang latih, kalau bos hanya megang laki-laki saja. Jadi, kamu gak usah risau ia." Anggel sepertinya tau apa yang ada didalam isi hati gadis tersebut.


" Nah ini ruangan latihannya. Kita langsung pemanasan dulu ia." Ujar Anggel.


Anggel langsung memandu gadis tersebut untuk melakukan pemanasan. Setelah selesai kini Anggel mulai melatih Luna dengan menggunakan treadmill terlebih dahulu kemudian disusul dengan Home gym sebagai langkah awal ia latihan.

__ADS_1


Setelah sejam lebih berlalu Anggel menyudahi latihannya. Tubuh gadis itu serasa tak memiliki tulang, kemudian ia duduk dibangku untuk meluruskan semua otot-ototnya yang terasa tegang." Hah...hah… Ia ampun cape banget. Kalau gak inget soal surat kontrak aku nyerah deh." Gumamnya sambil mengelap seluruh keringat yang mengucur deras diseluruh tubuhnya.


" Nih…" Tiba-tiba dari samping Anggel memberikan Luna sebotol air mineral. Luna pun mengambil botol tersebut sambil mengucapkan terima kasih kepada Anggel.


Anggel duduk disamping Luna. Dan mulai berbincang-bincang dengan gadis tersebut. " Kamu beruntung banget bisa mendapatkan Saga." Ujar Anggel. " Sudah berapa lama kamu dekat dengan dia? Kamu tau gak Saga itu orangnya emang sedikit nyebelin sih. Tapi dia baik ko." Ujar Anggel yang sedikit menceritakan tentang Saga.


" Hehehe...kaya nya kamu salah paham deh, aku dengan dia gak ada hubungan apa-apa. Lagian aku ini hanya karyawan biasanya saja ko." Luna menjelaskan tentang status dirinya kepada Anggel.


" Aku tau Saga ko. Dia itu tipikal orang yang jika sudah jatuh hati dia akan melakukan segalanya. Namun sayang dia selalu disakiti oleh tunangannya. Dan untungnya pertunangan mereka gagal karna si cewe ketauan selingkuh." Jelas Anggel sambil tersenyum.


" Mba Anggel suka dengan Pak Saga ia?" Luna mencoba untuk mencari tau tentang perasaan wanita tersebut. Walau sebenarnya ia sedikit ada perasaan takut, kalau wanita itu menyukai Saga.


" Hahaha...aku ini sudah menikah dengan Max, ngapain aku suka dengan orang kaya Saga. Kita ini teman satu sekolah saat di SMA dulu. Kenapa kamu takut kalau aku mau merebut Saga ia?" Anggel menertawai Luna kembali.


" Hehehe... Si siapa bilang." Jawab Luna mulai gugup.


" Iya sudah, hari ini latihan sampai disini. Dua hari lagi kita bertemu kembali." Anggel pun meninnggalkan Luna sendirian. Setelah kepergian Anggel, Luna segera pergi keluar ruang ganti.lalu mengganti baju olahraganya dengan baju yang sebelumnya ia pakai.


" Mandinya dirumah saja deh." Ujarnya. Kemudian Luna pun segera keluar dari tempat tersebut untuk pulang kerumahnya.

__ADS_1


__ADS_2