
Setelah kepergian Adi, suasana didalam rumah menjadi hening.Angga sengaja mengajak Wina untuk keluar dan menunggu diluar. " Mati aku…" Batin Luna.
Saga duduk disofa, namun mata nya masih tertuju pada gadis dihadapannya. " Sejak kapan laki-laki itu datang menemui mu?" Tanya Saga.
" Maksud bapa Adi? " Ujar Luna yang balik bertanya. Saga semakin kesal ketika mendengar nama lelaki itu disebut kembali. " Apa kamu tuli ?! Siapa yang menanyakan nama dia !!" Bentak nya penuh emosi.Luna merasa kaget,karna baru kali ini dirinya dibentak oleh seseorang.
" Emang salah saya apa pak,ko bapak berani nya bentak-bentak saya." Ucap Luna kesal. Saga kini beralih tempat,dirinya kini mulai menghampiri gadis tersebut.Merasa terpojok akhirnya gadis bertubuh tambul tersebut terjatuh kesebuah kursi yang berada dibelakangnya.Melihat ketakutan diraut wajah gadis tersebut,akhirnya Saga pun duduk kembali.
Saga mengeliuarkan selembaran kertas dari dalam saku jas nya,lalu ia memberikan kertas tersebut kepada Luna. " Ini surat kontrak kerja kamu." Ujar Saga yang mulai menyerahkan kertas tersebut.Perlahan Luna mengambil kertas tersebut dan mulai membaca satu persatu isi perjanjian tersebut.
" Loh, ini surat kontrak kerja apa surat kontrak untuk jadi pembantu pak? " Tanya Luna yang bingung dengan semua isinya. " Kenapa di surat kontrak ini semuanya berisi tentang perintah semua. Kalau kaya gini enak dibapa gak enak disaya donk pak." Ujar Luna kembali yang memprotes isi dari surat kontrak tersebut.
" Jadi, kamu mau apa tidak? " Tanya Saga dengan tegas.
" Maaf pak, saya tolak pekerjaan ini. " Ujar Luna tannpa pikir panjang lagi.
" OK, kalau begitu kamu akan membayar semua utang kamu. " Saga pun mulai berdiri dan hendak keluar.
" Tunggu ... Utang apa ia pak?! " Tanya Luna yang merasa bingung.
" Kamu gak ingat ? Kamu berkata kalau kamu gak setuju dengan isi kontrak ini kamu akan membayar tiga kali lipat uang gaji menjadi model, kedua kamu janji akan ngajak saya makan tapi yang bayar malah saya sendiri,dan sekarang kamu bilang kalau saya adalah pacar kamu. Apa kamu pikir harga diri saya begitu murah? " Ucap Saga panjang lebar.Melihat Luna yang tak bisa berkata Saga merasa menang dan tersenyum. " Jadi, kamu mau tanda tangan surat ini apa tidak? " Ucap Saga kembali yang sedikit menekan gadis tersebut.
" Oh iya,jika kamu menandatangani kontrak ini maka aku akan gaji kamu dua kali lipat dari gaji sekarang.Tetapi kalau tidak maka kamu otomatis keluar kerja dan harus mengganti semua biaya ganti rugi." Ucap Saga kembali.
" A apa? bukankah ini pemaksaan ? " Tanya Luna
__ADS_1
" Iya itu terserah kamu,saya gak akan maksa kamu." Jawab Saga yang tersenyum evil.
Luna diam sejenak, Sebenarnya dirinya masih butuh kerja untuk mewujudkan impiannya yang ingin memiliki rumah pribadi,tempat usaha,dan tubuh yang ideal.Namun,jika dirinya keluar kerja otomatis semua impian nya itu akan sia-sia.
" Ba baik, kalau gitu aku akan tanda tangan surat ini." Ucap Luna yang sedikit ragu.
" Tapi, bapak gak akan nyuruh saya yang bukan-bukan kan ? " Tanya Luna sambil melihat kearah Saga untuk memastikan.Saga hanya mengangkat kedua bahunya sambil tersenyum. Melihat Saga yang tidak menjawab akhirnya Luna menandatangani surat kontrak tersebut walau berat tapi ia sangat membutuhkan nya.
Setelah Luna selesai menandatangani surat, Saga segera mengambil kertas tersebut dan menaruhnya kedalam saku.Kemudian Saga memerintahkan bawahannya untuk mengemasi seluruh barang-barang milik Luna untuk diangkut kedalam mobil pengangkut barang yang telah ia sewa.
" Tu tunggu, bapak mau angkut kemana semua barang-barang saya?" Tanya Luna yang sudah panik,karna semua barang-barang dirumah nya pada dikeluarkan oleh oang suruhan Saga.
" Mulai sekarang kamu akan tinggal dirumah yang sudah aku siapkan.Disana kamu akan menjalankan pelatihan khusus" Jawab Saga dengan santai.
" Tenang, aku akan dicarikan rumah baru oleh pak Angga." Kini Wina mulai masuk dan ikut mengemasi barang-barang miliknya.
Luna menatap ke arah Saga untuk meminta penjelasan. " Apa? Kenapa kamu menatap aku seperti itu? Tanya Saga.
" Apa bapak juga yang memerintahkan pak Angga untuk mencarikan rumah untuk Wina?" Tanya Luna.
" Memang nya kenapa? Bukankah kamu gak akan bisa lepas dari sahabat mu.Jadi,aku perintahkan Angga untuk mempekerjakan Wina sebagai pemgawas ku saat aku tidak ada." Jawab Saga
"Jadi,Wina akan serumah dengan ku lagi?" Tanya Luna yang mulai bersemangat.
" Iya, apa kamu puas?" Ucap Saga yang mengalihkan pandangan gadis tersebut.
__ADS_1
" Yeeeyy, makasih banyak pak.Apa yang bapak perintahkan saya akan patuh." Ucap Luna kegirangan dan memeluk tubuh Saga dan mencium pipi lelaki tersebut.
" Ka kamu ... ?" Ucap Saga yang merasa terkejut, tetapi hatinya merasa senang saat melihat gadis tambul tersebut tertawa riang.
Sumi yang kebetulan melewati rumah kontrakan Luna dan Wina dengan segera ia memanggil teman-teman nya untuk menonton. " Liatin deh bu,kaya nya mereka diusir oleh pemilik kontrakan deh." Ujar Sumi yang mulai menggosip.
" Ahh,masa si bu? Kemarin aku ketemu yang punya kontrakan dia gak cerita apa-apa tuh." Ujar Mimin.
" Iya siapa tau aja dia gak mau cerita.” Ucap Sumi kembali.
" Eh tuh liat, bukannya itu bu Widi pemilik kontrakan iya?" Ucap seorang wanita dibelakang Sumi.
" Oh iya tuh.Kita kesana yuk bu ibu." Ajak Sumi kepada ketiga teman gosipnya.
Mereka bertiga pun akhirnya mendatangi kediaman Luna dan Wina. " Eh,neng Luna mau pindah iya." Ujar Sumi kepada Luna yang kebetulan sedang berada diluar bersama Saga dan yang lainnya.
" Ehh si ibu,iya nih bu...tunangan saya sudah belikan saya rumah baru jadi saya mau pamit dari sini." Ucap Luna sambil bersandar dibahu Saga. Wina dan Angga menahan tawanya,sedangkan Saga merasa terkejut akan tingkah dari gadis tersebut.
" APA !!! " Sumi dan ketiga temannya tersebut terasa terpukul dengan ucapan Luna.Lalu mereka serempak melirik kearah bu Widi yang berada tak jauh dari sana." Apa itu benar bu?" Bisik Sumi kepada pemilik kontrakan tersebut.Bu Widi pun mengiyakan perkataan Luna.
" Ibu kaget iya,sama buk saya juga kaget tiba-tiba aja tunangan saya nyuruh saya pindah karna dia sudah belikan saya rumah.Nanti kapan-kapan ibu saya undang deh." Ucap Luna yang dengan sengaja memanas-manasi segerombolan penggosip.
Melihat tingkah gadis itu, Saga pun tersenyum dan dengan sengaja ia merangkul gadis tambul disampingnya.Merasa kesal dengan suasana disana Sumi dan kawan-kawan pun akhirnya pergi meninggalkan mereka semua.
Melihat Sumi dan kawan-kawannya pergi, Luna dan Wina tertawa puas.Setelah semua barang-barang telah diangkut Luna dan Wina pun pamit kepada pemilik kontrakan lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1