
" Aku rasa untuk saat ini kita tunda terlebih dahulu proyek tersebut. " Ujar Ryan disela penjelasan Anton. Sontak membuat lelaki paruh baya tersebut merasa terkejut dan menyipitkan kedua matanya. " Kenapa kau bisa membatalkan proyek secara sepihak?" Tanya Anton kesal. Mendengar perkataan Anton Ryan lalu tersenyum " Aku hanya bilang menunda untuk sementara waktu. Karna aku belum mempelajari lebih detail. Jadi,rapat hari ini kita tunda sampai disini. " Ryan segera mengundurkan dirinya dihadapan semua orang yang berada disana. Semua mata tertuju pada pemilik perusahaan tersebut dengan heran. Karna baru kali ini ia melihat atasannya tersebut memutuskan secara sepihak tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengan Anton. "Apa mereka sedang ada masalah?" Bisik salah satu dari mereka. "Entahlah,tapi yang pasti kita tidak usah ikut campur." Sambung salah satu karyawan disana.
" Jika kalian bicara lebih jauh lagi,maka ku pastian kalian akan kehilangan pekerjaan." Ujar Anton dengan kesal,dan segera pergi meninggalkan mereka. "Huh,memang siapa dia,seenaknya saja bicara seperti itu." Gerutu karyawan tersebut.
" Sial,apa dia sudah mengetahui rencana ku?" Batin Anton. Dengan menahan amarah,Anton berjalan menyusuri lorong gedung perusahaan tersebut untuk menemui seseorang yang sudah ia simpan sebagai penyusup di perusahaan milik Ryan. "Aku harus segera menyelesaikan rencana ku secepatnya." Ucapnya dalam hati.
BRUUUK !!!
"Apa kamu gak punya mata hah!!" Bentak Anton kepada seorang lelaki yang tak lain adalah Yusuf.
" M_maaf pak,aku tidak melihat tadi." Sahut Yusuf sambil membungkukkan tubuhnya. Kemudian Yusuf pun pergi meninggalkan Anton sendiri dengan wajah memerah menahan kesal. "Kenapa hari ini semua orang membuatku kesal." Anton bersumpah didalam hatinya,ia akan memberi pelajaran pada semua orang yang telah membuatnya kesal sekarang.
__ADS_1
Ternyata ada yang tersenyum lebar dibalik itu semua, " Kali ini kamu gak akan bisa bergerak lagi. Dasar orang tua gak tau diri." Ujar lelaki tersebut dengan menyunggingkan senyuman nya. Suara ponsel pun berdering,sambil mengangkat panggilan lelaki itu pun sibuk memeriksa berkas yang berada dimeja kerjanya.
" Ia,apa semua yang aku suruh sudah dilaksanakan?" Tanya lelaki tersebut.
" Sudah bang,aku sudah memasukan alat tersebut pada jasnya.
" Bagus,semoga ini bukti terakhir kita untuk membuka kedok nya dihadapan Tuan Ryan." Ujar nya yang merasa puas dengan hasil kerja bawahannya tersebut.
"Tinggal sedikit lagi aku bisa memberi laporan kepada bos." Lelaki tersebut membuka laptop miliknya lalu dengan tangan terampilnya ia pun mengaktifkan alat perekam yang telah anak buahnya tersebut selipkan disaku jas milik Anton.
Di seberang sana Anton sedang memarahi kepala bagian produksi tersebut,karna dirinya ia sekarang kehilangan uang dan kedudukan yang selama ini ia incar,yaitu menjadi presedir diperusahaan tersebut. " M_maaf kan saya pak. Kedepannya saya akan berhati-hati." Ujar lelaki itu. Anton tak ingin menerima alasan yang menurutnya tak masuk akal tersebut. Kini ia pun menghubungi Reza untuk menghabisi Ryan dan Saga secepatnya seperti Bram dan Ayumi. Karna dirinya tidak ingin lagi ada batu yang menghalangi jalan nya. Mendengar perintah dari Anton Reza segera menjalankan tugas tersebut.
__ADS_1
" Waw,bukti yang sangat menarik. Binggo Alex." Ucap lelaki tersebut yang tak lain Alex. Ia selama ini Alex terus menyelidiki Anton atas perintah Saga untuk membongkar keburukan nya dihadapan pamannya tersebut. Dan kini ia merasa penyelidikan nya tak sia-sia. Karna selain ia mendapatkan bukti tentang niat jahat Anton kepada Ryan dan Saga,ia juga menemukan informasi bahwa Bram adalah mantan kekasih Mira,sedangkan Ayumi sendiri anak dari Mira dan juga Bram.
Setelah semuanya beres,Alex pun mengirimkan email kepada Saga sebagai bukti. " Semoga bos kali ini ngasih bonus besar." Ucap Alex dengan senyum bangga. " Oh iya,aku lupa satu hal." Alex mulai bangkit dan segera bergegas menuju parkiran mobil nya.
Disepanjang jalan ia menghubungi Yusuf untuk bertemu dengan nya di restauran yang tak jauh dari lokasi perusahaan tersebut. " Mungkin kali ini aku mau ambil cuti. Ia semoga saja bos Saga gak keberatan. " Ujar Alex sambil menyetir.
Tak memakan waktu lama kini Alex sudah berada di restauran tempat ia membuat janji bersama Yusuf. " Bang...!" Yusuf melambaikan tangan nya kepada Alex yang baru saja memasuki restauran. Alex berjalan menghampiri Yusuf. "Sudah mesan?" Tanya Alex. " Sudah. Abang mau pesan apa?" " Aku gak lama,aku cuma mau kasih kamu ini sama Tuan Ryan. Aku ingin pergi ke kota J untuk menemui bos Saga." Ujar Alex.
" Ohh, iya sudah kalau gitu. Jadi Abang mau langsung pergi sekarang?" Tanya Yusuf kembali.
" Iya. Ok, aku langsung ia." Ujar Alex yang langsung berdiri. Kemudian mereka pun bersalaman dan berpisah direstauran tersebut.
__ADS_1