CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 29


__ADS_3

Riyan menghubungi Angga yang saat itu sedang bersama Wina di parkiran Rumah Sakit. " Loh ko tuan Ryan?! Ada apa ia?" Batin Angga.


" Telephone dari siapa mas?" Tanya Wina.


" Tuan Ryan." Jawab Anggayang langsung mengangkat panggilan tersebut. " Iya hallo pak" Ujar Angga.


" Kamu lagi dengan Saga?" Tanya Ryan dengan nada membentak. " Kebetulan saya lagi diluar pak. Ada yang bisa saya sampaikan?" Tanya Angga kembali.


" Sampaikan pada Saga, saya akan kesana sebentar lagi." Ucap Ryan kemudian mematikan ponselnya. Angga langsung menatap ke arah Wina sambil membuang nafas dengan berat. " Ada apa? " Tanya Wina yang menatap kearah kekasihnya tersebut.


" Sepertinya akan ada masalah bagi Luna." Jawab Angga dengan berat.


" Maksudnya?" Tanya Wina yang tidak paham dengan ucapan kekasihnya tersebut. " Kamu liat Wanita yang keluar dari dalam kamar Saga dirawat?" Tanya Angga. Wina pun menganggukan kepalanya. " Dia adalah wanita yang akan dijodohkan oleh Tuan Ryan, Paman dari Saga." Ucap Angga yang mencoba menjelaskan kepada Wina.


Wina pun mmerasa terkejut," Apakah pak Saga menyetujuinya?" Tanya Wina yang  saat itu  mulai mencemaskan kehidupan sahabatnya. " Justru itu, Pak Saga saat ini sedang menyelidiki wanita tersebut." Jawab Angga. Kemudian Wina bergegas mengajak Angga untuk menyampaikan berita ini kepada bos nya tersebut. Ia khawatir dengan keadaan Luna  sahabatnya.


Angga serta Wina segera menuju ruangan Saga, namun saat keduanya  masuk kedala, ruangan tersebut dalam keadaan kosong." Loh, kemana mereka?" Ucap Angga. Wina segera menghubungi Luna untuk mengetahui keberadaan mereka berdua.


Luna yang sedang asik bercerita tiba-tiba saja mendengar suara deringan ponsel nya. " Tunggu sebentar ia." Ucap Luna kepada Saga. " Siapa? " Tanya Saga yang menautkan alisnya. " Wina…" Jawab Luna. Kemudian Luna pun mengangkat panggilan tersebut.

__ADS_1


" Hallo ia Win ada apa?" Tanya Luna.


" Kamu ada dimana ? Ini Angga mau ada perlu dengan Pak Saga." Ucap Wina sambil menyerahkanponsel miliknya kepada Angga.


" ***OK…***" Ujar Luna. " Nih\, Pak Angga mau ada perlu dengan bapak." Ucap Luna seraya menyerahkan ponsel miliknya. Saga mengabil ponsel tersebut kemudian ia berbicara kepada Angga.


Dibalik telephone Angga mulai menceritakan tentang percakapannya terhadap pamannya, dan Angga juga memberitahu  jika tak lama lagi Ryan akan segera sampai untuk menemui Saga.


Saga memerintahkan Angga untuk menunggu paman nya tersebut ditempat parkir, sementara itu Saga mengajak Luna untuk ikut bersamanya, dan ia juga ingin memperkenalkan gadis itu kepada Ryan sebagai pengganti kedua orang tuanya.


" Apa bapak yakin, aku takut nanti beliau tidak menyukai ku." Ujar Luna yang merasa tak yakin. Saga menggenggam tangan Luna," Kamu tenang aja, jangan takut OK." Ucap Saga yang tersenyum kearah Luna untuk memberikan ketenangan bagi gadis tersebut.


Luna akhirnya tersenyum, namun didalam hatinya ia masih tidak percaya diri dengan penampilan nya saat ini, walau sebenarnya bobot tubuhnya kini sudah semakin menyusut berkat bantuan Saga, tetapi dirinya masih takut.


" Nama kamu siapa?" Tanya Ryan kepada Luna.


" Nama saya Luna Ayunda. Tapi panggil saja Luna." Jawab Luna yang malu-malu.


" Aku cuma menanyakan nama bukan sedang menginterview." Ucap Ryan sambil menatap tajam.

__ADS_1


" Ish, ternyata gak paman gak Saga sama aja juteknya." Batin Luna. " Ma maaf kan aku." Balas Luna kembali sambil tersenyum ramah.


" Sudahlah, paman ada apa datang kemari?" Ujar Saga kepada Ryan.


Ryan langsung menoleh kearah Saga, kemudian dia pun menghampiri Saga yang sedang bersandar diatas ranjang. " Paman kemari tentu saja ingin menjenguk mu, sekalian paman ingin membicarakan Mira." Ucap Ryan sambil melirik kearah Luna.


" Apalagi yang ingin paman sampaikan tentang Mira? Aku sudah memilih gadis yang aku suka. Jadi, paman gak berhak mengatur hidup ku lagi." Ucap Saga dengan tegas.


Ryan hanya bisa tertawa mendengar pernyataan ponakannya tersebut. " Apa kamu yakin dengan pilihan mu? Jangan-jangan gadis ini hanya mengincar harta mu saja." Perkataan Ryan membuat hati Luna sakit. Seketika ia memandang ke arah Saga dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Melihat gadis yang ia sayang menampakan wajah sedihnya, Saga akhirnya menyuruh Angga untuk membawa Luna keluar. " Ada yang ingin aku sampaikan empat mata dengan paman ku. Sementara kamu ikut Angga dulu." Perintah Saga kepada Luna.


Luna paham dengan maksed Saga, akhirnya gadis itu mengikuti Angga untuk keluar. " Maksud paman apa, bicara seperti itu dihaapan Luna?" Ujar Saga tanpa basa basi lagi, setelah melihat Luna sudah keluar.


" Kamu tau maksud ku. Dia itu  belum tentu baik untuk kamu."


" Jadi, apa Mira baikuntuk ku? Ayolah paman, saat Dini dijodohkan oleh paman untukku aku terima dia, Tapi mana? Sekarang aku sudah menemukan pendamping yang tepat. Jadi jangan ganggu hubungan ku dengan dia." Ucap Saga yang mulaikesal dengan sikap paman nya tersebut.


" Baik aku akan merestui kamu, tapi dengan syarat aku ingin kamu menanggalkan semua kekyaan mu untuk sementara. Agar aku juga tau tentang kesungguhan gadis itu." Ucap Ryan yang ingin menguji kesetiaan gadis pilihan ponakannya tersebut. " Emm, aku yakin dia hanya  ingin mengincar harta mu. Karna kamu selalu mencukupi segala kebutuhan dia. Kamu pikir paman tidak tau dengan apa yang kamu lakukan dibelakang paman." Imbuh Ryan yang meremehkan tentang gadis pilihan ponakannya tersebut.


" Baiklah, aku setuju dengan perjanjian kita. Jika Luna tak seperti apa yang paman katakan, maka aku harap paman tidak mengganggu hubungan aku dan dia lagi." Saga menyeringai kearah Ryan.

__ADS_1


Setelah perjanjian tersebut kini Ryan mulai pergi meninggalkan kamar rawat Saga. Saat diluar Ryan berpapasan dengan Luna yang saat itu sedang duduk diluar bersama Angga dan juga Wina.


" Aku akan terus memperhatikan mu, jadi jangan coba-coba dengan ku." Setelah mengatakan hal tersebut Ryan pun pergi meninggalkan mereka.


__ADS_2