
Andi melihat kesempatan tersebut,dengan perlahan ia menghampiri Luna secara perlahan. " Lun,tolong beri aku waktu. Kumohon." Ujar Andi sambil memegang lengan Luna. " Kamu?! " Luna segera menarik lengan nya namun tenaganya tak sebesar lelaki itu. " Lepas !!! " Bentak Luna. Ia merasa kesal karena lelaki tersebut telah lancang memegang lengan dirinya. "Tolong dengarkan aku dulu. Aku minta maaf,aku tau aku salah tapi aku juga telah tertipu oleh wanita itu. Saat ini rumah dan usaha yang aku bangun akan disita oleh bank." Ucap Andi. Ia sengaja berkata demikian untuk mendapatkan simpati dari gadis dihadapannya tersebut. " Itu urusan mu,bukan urusan ku. Lepas gak?! Kalau gak aku teriak. " Ancam Luna. Andi pun segera melepaskan tangan nya. " Maaf,tapi tolong kasih aku kesempatan sekali lagi. Plus,aku masih sayang kamu." Ujar Andi yang memohon. Luna menatap dalam wajah lelaki itu,perasaan nya kini bercampur aduk. " Maaf Ndi, aku gak bisa. Udah banyak luka yang kamu berikan untuk ku,tapi kamu tenang aja aku sudah memaafkan kamu." Setelah membayar baju pilihan nya, Luna segera pergi dari hadapan lelaki itu.
" Sial,aku harus bisa mendapatkan kembali perhatian dia lagi." Batin Andi. Kini dirinya sedang berusaha menyusun rencana untuk mendapatkan hati gadis itu kembali. Bukan karna ia mencintainya namun hanya sekedar untuk memanfaatkan nya saja.
" Ante Unaaa...!!! " Teriak seorang anak kecil yang kemudian tiba-tiba memeluk tubuh Luna dari arah belakang. " Hai..." Luna merasa tak heran lagi mendengar teriakan tersebut. " Hei,kamu ko disini?" Tanya Luna degan lembut. " Ia aku ketini dengan papih." Ujar anak itu dengan wajah gemasnya sambil menunjuk kearah Bram yang sedang berjalan kearah mereka berdua. Luna pun tersenyum kearah Bram,saat lelaki tersebut melemparkan senyuman termanisnya kearah gadis itu. " Kamu sendirian aja?" Tanya Bram. " Nggak,ni aku baru aja mau ketempat Wina." Ujar Luna.
" Ante kita kesana yuk." Ajak anak tersebut ke arah tempat permainan. " Yumi mau main disana?" Tanya Luna. Anak tersebut dengan cepat menganggukan kepalanya. " Yumi dengan papih aja ia, kasian Tante Luna sedang nyari teman nya. " Sudah pak,gak papa ko." Luna segera menuntun anak itu dengan gemas. Melihat kedekatan mereka Bram merasa bersyukur jika dirinya bisa jalan berdua kembali bersama gadis tersebut. Walau ia tau jika gadis itu akan segera menikah dengan lelaki lain.
__ADS_1
" Sial,siapa lagi itu?" Batin Andi saat melihat kedekatan Luna dengan lelaki lain. Dengan perasaan kesal dan emosi Andi berjalan menjauh dari sana. " Liat aja,suatu saat kamu akan jatuh kembali kedalam pelukan ku Luna. Gak nyangka sekarang kamu sangat cantik dan ramping. Gak kaya dulu. " Gumam Andi sambil menyunggingkan senyumannya.
Ayumi merasa bahagia saat dirinya bisa bermain bersama Luna. Dia sangat merindukan sosok seorang ibu yang entah sampai saat ini dia belum pernah bertemu dengan nya bahkan menatap wajahnya saja ia belum pernah melihatnya. Tak heran jika Luna kini sebagai pelampiasan rasa rindunya terhadap ibunya. " Ante\, gimana kalo ante jadi mamah Yumi aja " Tanya anak itu dengan polosnya. Bram dan Luna merasa terkejut atas pernyataan yang keluar dari mulut anak itu. " A_apa?! " Luna merasa bingung\,kemudian ia melirik ke arah Bram untuk meminta pertolongan. Namun\,bukannya membantu Bram malah menertawai gadis tersebut. " Hmm\,aku rasa ante Luna mu tidak menginginkan Papah mu. " Ujar Bram dengan wajah yang dibuat sedih. " Ante Una gak suka dengan papah ia?" Tanya anak tersebut dengan sedih. " Ah\,bukan seperti itu sayang ante suka ko dengan papah kamu. Ta_pi kita gak bisa bersama. " Jelas Luna sambil mengelus pucuk kepala anak tersebut. " Kenapa? " Tanya anak itu lagi.
" Hmm,karna..."
" Ka_mu tau dari mana aku ada disini?!" Luna merasa terkejut dengan kehadiran Saga disampingnya.
__ADS_1
" Dari tadi aku menghubungi mu tapi kamu gak angkat. Jadi aku hubungi Wina menanyakan keberadaan mu." Ujar Saga dengan wajah kesalnya. " Apa kamu tidak mendengarkan perintah ku lagi hah? " Sambungnya.
" Huh,kau ini belum menikah dengan nya tetapi kau sudah mengekang nya." Bram merasa tak terima karna gadis yang ia suka diperlakukan seperti itu oleh Saga.
" Kau siapa seenaknya saja kau bicara seperti itu." Ucapan Bram membuat hati Saga semakin kesal dibuatnya. Jika saja Luna tak disana sudah pasti ia akan meninju wajah rivalnya tersebut.
" Sudah,kalian gak malu apa disini ada anak kecil. Sikap kalian gak ada bedanya dengan anak kecil. "
__ADS_1
" Sayang,Tante pulang dulu ia,nanti kita ketemu lagi. Ok ." Ucap Luna yang tersenyum lembut dihadapan Yumi. Dengan segera Yumi menganggukan kepalanya. " Daaaah..." Yumi melambaikan tangan nya dengan riang.