
"Kamu tadi kenapa sih mas,didepan Bram dan anak nya sikap kamu kaya gitu." Ujar Luna yang merasa kesal. "Aduh, seperti nya akan ada perang dunia nih." Batin Angga. Namun sebelum Angga mengajak kekasihnya,Wina lebih dulu menarik Angga untuk segera keluar dari pusaran Luna dan juga Saga. "Untung saja kamu ngajak aku keluar yang,kalau tidak aku pasti sudah mati gaya." Ujar Angga yang mengusap dadanya. "Makannya aku langsung ajak kamu. Itu semua gara-gara bos kamu sih yang." Wina pun merasa kesal dengan sikap Saga.
"Loh ko kamu malah nyalahin bos aku? Aku juga akan melakukan hal yang sama jika ada laki-laki yang mendekati mu." Ujar Angga kesal. Sementara Wina dan Angga yang sedang berdebat,sedang kan Luna ia merasa tak suka dengan sikap Saga yang selalu bicara sesukanya. "Kamu suka dengan Bram?!" Ujar Saga yang tak suka jika gadis itu selalu membelanya. "Loh ko sekarang malah ngalihin ke Bram sih. Aku kan cuma minta jangan terlalu berlebihan." Luna mulai kesal dengan lelaki dihadapan nya tersebut. Kemudian ia segera bangkit dan meninggalkan Saga. "Tunggu kamu mau kemana?!" Saga mencoba untuk mengejar Luna sehingga ia tidak sadar jika dirinya langsung berlari dan menarik pergelangan tangan gadis tersebut.
Sontak hal tersebut membuat Luna merasa terkejut. "M_mas kamu?!" Ujar gadis itu dengan mata yang melebar. "A_apa?" Saga masih juga tak menyadari jika dirinya tak lagi duduk dikursi roda. "Sejak kan mas bisa berjalan?!" Ucap Luna dengan perasaan terkejut.
"Hmm..." Saga merutuki dirinya sendiri. "Sial,kenapa aku bisa ceroboh gini." Batin Saga. "Hah...aku...aku sekarang bisa berjalan." Ucap Saga yang berpura-pura merasa terkejut. Luna melihat hal tersebut Luna mengerutkan kedua alisnya,ia merasa curiga dengan segala perkataan Saga. "Kamu gak sedang membodohi ku kan mas?" Ujar Luna sambil memicingkan sebelah matanya kepada lelaki tersebut. "Ha ha ha ... Nggak dong beb,masa aku membohongi gadis yang aku sayang." Ujar Saga yang mulai gugup. "Lebih baik kamu jujur deh mas,sebelum aku benar-benar marah." Luna adalah gadis muda yang tak mudah dibodohi. "Ma_maaf bukan maksud ku untuk membohongi mu,aku hanya ingin melihat orang-orang yang benar tulus pada ku disaat aku seperti ini." Ucap Saga dengan penuh penyesalan. "Jadi,kamu pikir aku akan berpaling dari mu?!" Tanya gadis itu sambil melipat kedua tangan nya diatas dada nya. "Maaf..." Sesalnya.
"Hmm,memang aku seburuk itu iya,sampai-sampai kamu gak percaya gitu." Luna merasa sedih dan kecewa karna Saga telah membodohi nya. "Bukan seperti itu,aku hanya ingin memberitahu kepada paman tentang pandangan nya terhadap mu. Maka aku bertaruh dengan nya,jika selama ini dia salah menilai mu." Saga kini menjelaskan tentang alasan mengapa ia melakukan semua ini. "A_apa?jadi mas melakukan ini semua karna aku?" Ucap Luna yang melemah menahan tangis nya. "Iya,aku hanya ingin membuktikan kepada paman ku." Ucap Saga.Kini pandangan lelaki itu tertuju hanya kepada Luna. "Maaf kan aku, untuk masalah pernikahan aku serius akan menikah secepat mungkin. Dan aku sudah menyuruh Angga untuk menyiapkan semua data-data untuk persyaratan nikah kita." Ucap Saga.
__ADS_1
"Kamu serius mas?" Tanya Luna
"Iya,kemungkinan dua hari lagi kita akan resmi menjadi suami istri." Saga sengaja mempercepat pernikahan nya,karna ia tak ingin jika Luna mendapatkan masalah karna nya. "Tapi aku belum bisa menikahi mu dengan sangat mewah.Maaf..." Keluh Saga.
"Nggak masalah ko, bisa menikah dengan mas aja aku sudah merasa bahagia." Jawab Luna dengan senangnya.
"Apa itu?" Saga penarasan dengan permintaan gadisnya itu.
"Aku ingin mengenakan hijab." Ucap Luna malu-malu.
__ADS_1
"Aku kira apa,justru aku akan sangat setuju. Karna aku juga tidak ingin jika semua mata lelaki memandangi lekuk tubuh mu yang sekarang." Jawab Saga
"Tubuh mu itu hanya untuk aku saja." Bisik Saga. Mendengar itu sonta wajah Luna berubah menjadi merah merona. Ia pun akhir nya memaafkan atas perbuatan Saga kepadanya.
Saga merasa bahagia karna secara gak langsung lamarannya diterima oleh gadis idaman nya. Saat keduanya lagi merasakan kebahagiaan,tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara ponsel yang bergetar dari saku celana Saga.
"Siapa mas?" Tanya Luna
"Alex,sebentar ia....aku terima telephone dulu." Ujar Saga sambil menerima panggilan tersebut. Disebrang sana Alex memberikan kabar terbaru tentang penyelidikan nya selama ini. Luna yang tak ingin mengganggu akhirnya meminta ijin kepada Saga pergi ke dapur untuk membersihkan semua piring kotor. Saga hanya menganggukan kepala sambil tersenyum kearah gadis itu.
__ADS_1