CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 4


__ADS_3

" Ngapain lagi sih,bos rese itu manggil aku segala" gumam Luna dalam hati.Gadis itu sengaja memperlambat langkahnya untuk menuju ruangan Saga.Ia lebih memilih menaiki tangga darurat menuju lantai tiga,ketimbang menaiki lif. " Huft,Luna...Luna,nyiksa diri sendiri aja kamu." batin nya.Luna menghirup nafas dalam-dalam supaya dirinya bisa melanjutkan perjalanan menaiki anak tangga.Tubuhnya yang gemuk membuat dirinya kini dipenuhi dengan keringat yang mengucur disekujur tubuhnya.


Sementara itu didalam ruangan seorang lelaki tampan dengan postur tubuh yang tinggi yang tak lain adalah Saga,kini mulai merasa kesal menunggu gadis tersebut.Ia pun segera keluar menuju ruangan Angga, " Kamu sudah memberitau dia kan?" tanya Saga sambil membuka pintunya ruangan asistennya tersebut. Angga yang sedang membereskan semua berkas-berkas dihadapannya sebelum pulang terkejut dengan kehadiran Saga.


" Maksud bos Luna?" Angga pun balik bertanya pada Saga.


" Ia terus siapa lagi,aku menyuruh mu untuk memanggil dia agarsegera datang ke ruangan ku.Kenapa sudah lama seperti ini dia belum datang juga." ucap nya kesal.


" Sudah ko bos,mungkin dia sedang menyelesaikan dulu pekerjaan nya sebelum ia keluar dari divisi tersebut." ucap Saga yang mencoba menenangkan atasannya tersebut.


" Hmm,kalu sampai dia gak juga datang kamu aku pecat." ucap Saga sedikit mengancam.Angga hanya tersenyum menanggapi ucapan dari bos nya tersebut.Karna ia tau jika saat ini bosnya tersebut hanya menggertak dan tidak akan sungguh-sungguh untuk memecatnya.


" Liat aja kalau dia datang maka aku akan menambah poin kontrak untuknya." gumam Saga.


" Apa mau coba aku hubungi kepala divisi tersebut?untuk menanyakan Luna?"' tanya Angga kepadaSaga.Dengan wajah yang mulai ditekuk ia menyetujui ide dari asistennya tersebut.


Angga pun segera menghubungi atasan Luna,namun tidak juga diangkat.Dan ia mencoba untuk yang kedua kalinya namun tetap saja tidak ada yang mengangkat panggilan tersebut.Akhirnya Angga mengangkat bahunya untuk memberikan isyarat kepada bos nya tersebut bahwa tidak ada yang mengangkat panggilan darinya.


Kemudian,Saga beranjak dari duduknya untuk keluar dari ruangan tersebut.Baru saja ia membuka pintu,tiba-tiba ia melihat sosok Luna yang sedang berjalan menuju ruangannya tersebut.

__ADS_1


Diam-diam saga mengikuti langkah gadis tersebut dari belakang tanpa Luna tau." Bo.." belum juga Angga meneruskan pembicaraan nya Saga menaruh telunjuk didepan bibir nya.Angga mulai terdiam dan mengikuti langkah Saga dari belakang secara hati-hati.


" Akhirnya sampai juga,hmm,kalau saja kamu bukan bos disini,udah aku pites tu orang.Kenapa aku punya bos gila kaya dia." ucap Luna.


" Ohh,jadi kamu berani ngatain aku gila?" ujar Saga mulai bersuara.


Dengan sangat terkejut akhirnya luna membalikan badan dan melihat sosok lelaki yang dikatainya tersebut sudah berada dibelakangnya.


" Pa pak Saga?!" ucapnya yang terkejut.


" Kenapa? " ujar Saga yang kesal telah dikatai gila setelah ia menunggu lama.Angga yang berada disamping Saga hanya bisa menahan tertawa melihat kedua orang tersebut.


" Biar kamu puas ngatain aku? begitu?" tanya Saga dengan raut wajah yang sudah memerah.


" Aku,pulang dulu bos,karna aku baru ingat,kalau hari ini aku sudah mempunyai janji dengan seseorang." ucap Angga yang tersenyum melihat Luna.


" Kumohon,jangan tinggalkan aku berdua bersama orang ini." ucap Luna dalam hati sambil menatap kearah Angga untuk meminta pertolongan kepadanya.


Angga malah sebalik nya,ia sengaja memberikan ruang kepada Saga untuk bisa berdua dengan Luna.Jadi, Angga pun segera meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


"Hehehe,maafkan saya ia pak,terserah deh bapak mau apa kan saya.Yang penting bapak gak marah sama saya lagi." ujar Luna yang mencoba merayu Saga agar ia bisa terlepas dari masalah.


"Heh,setelah kamu bilang saya gila,terus mau pites saya..menurut kamu hukuman apa yang pantas ?" tanya Saga tersenyum evil.


" Emm,gimana kalau bapak saya telaktir makan?" ujar Luna.


" Baiklah,kalau gitu aku yang milih sendiri tempatnya." ujar Saga yang mulai tersenyum licik.


" Hmm,Ok.." jawab luna tanpa pikir panjang.Ia tidak mengetahui,sebenarnya Saga telah merencanakan sesuatu terhadap dirinya.


Luna mengikuti langkah kaki lelaki tersebut dari belakang,Sampai didepan pintu lif Saga menyuruh gadis subur tersebut menaiki nya terlebih dahulu kemudian ia menyusulnya dari belakang dan menutup kembali pintu lif tersebut.


Didalam lif mereka berdua saling diam.hingga ponsel didalam tas Luna mulai berdering.Luna merogok tas nya dan melihat nama yang berada dilayar ponselnya." ish,ngapain tu orang ngehubungi ku terus." gumam luna.Saga yang memperhatikan gadis itu dari cermin pintu lif mulai mempertanyakan nya.


" Siapa yang menghubungi mu?" tanya Saga


" Hmm.." Luna hanya diam sambil memainkan ponselnya.


Saga mengambil paksa ponsel tersebut dari tangan Luna,ia pun melihat nama ' si penghianat' dari layar ponsel gadis tersebut.

__ADS_1


Kemudian tanpa persetujuan dari Luna Saga menekan tombol hijau untuk menerima panggilan tersebut.


__ADS_2