
Angga merasa kan adanya hawa membunuh ketika menatap mata bosnya tersebut. " Ma maaf bos." Ucap Angga yang merasa takut. Di samping Wina hanya bisa menahan senyuman nya. " Ada perlu apa kalian kemari ?mengganggu saja." Ujar Saga yang merasa kesal.
" Nggak ko bos, kami kemari hanya memastikan saja. Apakah bos baik-baik saja didalam." Ujar Angga yang mmengalihkan suasana agar tak terasa mencekam. " Kamu liat apakah aku baik-baik saja? Kalau tidak ada urusan lebih baik keluar." Ucap Saga dengan ketus nya.
" Loh ko bapak ngusir mereka sih? Merekakan udah mmelakukan yang terbaik." Ujar Luna yang tak terima dengan sikap Saga.
" Mereka sudah mengganggu waktu kita." Bisik Saga kepada Luna. Kontan saja wajah Luna menjadi merah kembali ketika mendengar ucapan tersebut, dan tanpa sadar ia pun memukul lengan Saga yang terbalut perban.
" Aww, sakit..." Ujar Saga. Luna langsung meminta maaf dan mengelus lengan lelaki tersebut.
Wina memberikan isyarat kepada Angga agar mereka segera keluar, "Lebih baik kita keluar, untuk sementara biarkan mereka berdua." Bisik Wina kepada Angga.
" Kami keluar dulu Pak." Sahut Wina.
" Tunggu, kalian mau kemana?" Tanya Luna
" Sudah biarkan saja mereka keluar. Kamu disini saja dulu temani aku." Pinta Saga. Wina dan juga Angga akhirnya pamit undur diri setelah Saga memerintahkan keduanya untuk keluar.
__ADS_1
" Ish, kenapa sih mereka disuruh keluar." Ucap Luna sambil memajukan bibirnya dihadapan Saga.
" Aku sudah bilang jangan panggil aku bapak." Ucap Saga mengingatkan.
" Hehehe...tapi aku sudah terbiasa dengan panggilan itu." Jawab Luna yang tertawa ringan. Saga menatap kearah gadis itu dengan seksama. " Ada yang salah ia dengan wajah ku? " Tanya Luna yang merasa tak nyaman saat Saga terus saja memperhatikan dirinya.
" Gak apa-apa, cuma sekarang wajah mu semakin tirus." Ujar Saga yang tersenyum. " Ah…senyumannya sungguh membuat ku tak berdaya." Batin Luna kala melihat lelaki dihadapannya tersenyum kearahnya.
" Ia karna berkat bantuan bapak, diet ku berjalan lancar." Ucap Luna.
" Oh iya, aku mau nanya kenapa kemarin seharian ponsel bapak gak bisa dihubungi? Apa bapak memang sengaja, biar bapak bebas melakukan apa saja dengan perempuan itu? " Ucap Luna yang masih cemburu dengan wanita itu.
" N nggak ko. Ngapain mesti cemburu." Jawab Luna dengan terbata-bata. Saga mulai mengangkat sudut bibirnya membentuk seulas senyuman. " Benarkah?" Tanya Saga kembali. Kali ini Saga ingin menguji gadis dihadapannya.
" Be benaran. Kenapa mesti cemburu." Ujar Luna dengan sedikit ragu-ragu. " Baiklah, besok aku akan suruh dia untuk membuatkan makanan untuk ku. Kamu tau tadi itu masakan nya enak." Ucap Saga sambil memainkan alisnya dihadapan Luna.
" Ok, kalau kaya gitu aku permisi dulu." Luna segera bangkit untuk keluar dari sana. Namun Saga mencegahnya, sambil tertawa Saga menyuruh Luna untuk duduk kembali disamping nya. " Hahaha...baiklah, aku minta maaf. Jangan pergi ia." Ucap Saga kepada Luna.
__ADS_1
Akhirnya Luna duduk kembali. " Jadi ? Kenapa ponsel bapak gak aktif terus." Tanya Luna yang cemberut.
" Karna ponsel milik ku rusak," Ujar Saga sembari mencubit mesra pipi gadis tersebut. " Aww...sakit." Ujajr Luna sambil mengelus pipinya.
Kemudian Saga meminta Luna untuk membawanya keluar dari ruangan tersebut. " Aku ingin keluar, didalam membuat ku seperti dipenjara." Ujar Saga.
" Ok, kita mau kemana?" Tanya Luna dengan antusias.
" Kemana saja, yang penting aku gak diam terus didalam." Ucap Saga sambil memasang senyuman manis dibibirnya. " Baiklah kalau gitu pegangan yang kuat ia. Meluncuuuur." Luna langsung mendorong kursi roda dengan cepat. Saga berteriak menghentikan aksi gadis tersebut. " Hahaha...baiklah-baiklah, aku lupa kalau usia bapak sudak tidak muda lagi." Ledek gadis tersebut.
" Apa?! Barusan tadi kamu bilang apa? " Tanya Saga sedikit tak terima dirinya dibilang tua oleh gadis tersebut.
" Aku bilang bapak ganteng bangeet." Ujar Luna sambil tertawa. Akhirnya Luna membawa Saga ketaman yang berada di Rumah Sakit tersebut.
Dilain tempat Riyan paman dari Saga merasa marah karna cerita Mira," Kamu tenang saja.paman akan pastikan kalau kamu akan menikah dengan Saga." Ujar Riyan yang mulai kesal terhadap ponakannya. Mira merasa sangat senang karna telah mendapatkan dukungan dari Riyan, ia pun mengakhiri panggilan telephone tersebut.
" Bagaimana ? Akting aku sudah bagus belum pah?" Tanya Mira kepada anton.
__ADS_1
" Akting kamu sungguh luar biasa. Kita harus segera mendapatkan hati Riyan, agar Saga bisa jatuh ketangan kita. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui." Ujar Anton sambil tertawa terbahak-bahak. Mira pun mendukung rencana ayahnya tersebut.
Riyan yang kebetulan sedang berkunjung ke kota A tersebut untuk urusan bisnisnya bersama Anton, kini ia pergi menuju Rumah Sakit untuk menjenguk ponakan nya sekaligus ingin melihat gadis yang diceritakan oleh Mira, yang tak lain adalah Luna.