CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 3


__ADS_3

" Ya ampun...kenapa aku jadi nyium dia gitu." gumam Wina dalam hatinya.Ia terus saja berlari menuju meja kerjanya.Angga merasa terkejut atas ciuman dadakan yang diberikan Wina tersebut.wajahnya kini memerah ketika mengingat kembali kecupan yang diberikan Wina padanya.


Wina yang sedang berada dimeja kerjanya dia hanya bisa tersenyum malu memabayangkan dirinya mengecup wajah halus Angga.


" Kamu ngapain cengar cengir sendirian aja." tanya Luna yang merasa heran dengan tingkah dari sahabatnya tersebut.


" Luna...bikin kaget aja deh." ujar Wina yang merasa terkejut.


" lagian kamu ngapai senyum-senyum sendiri kesambet baru tau." ujar Luna


" Biarin...wee.." Ledek Wina


" Ish,dasar...liatin aja kalau kamu kenapa-kenapa aku aku gak mau bantu kamu." Balas Luna yang kemudian kembali kemeja kerjanya.


Wina hanya bisa tertawa dengan perkataan Luna,kemudian ia kembali melanjutkan pekerjaan nya.


Diruang Kerja nya Saga mulai membayangkan gadis yang telah berani membantingnya.senyum nya mulai mengembang saat dirinya mulai menerima laporan mengenai gadis bertubuh subur itu." Kita liat,sekarang kamu masih bisa tertawa,apakah nanti kamu juga akan bisa tertawa." ucapnya sambil membaca setiap laporan tersebut.Lemudian dia melihat dalam laporan tersebut terlampir sebuah foto tentang wajah gadis tersebut.


" Tapi jika diperhatikan lebih dalam lagi,dia manis juga." batinnya.Kemudian Ia pun menghubungi salah satu kaki tangan nya yang tak lain adalah Max.Saga meminta Max untuk merombak seluruh bagian tubuh gadis itu dengan cara yang telah ia minta pada Max.Ketika Max sudah menyetujui permintaan nya Saga menutup ponselnya kembali.


" Lun,kamu disuruh nyerahin laporan bulanan tuh sama pak Rudi." ucap Wina sambil memberikan laporan tersebut pada Luna.


" Loh ko aku sih." tanya luna.


" Iya,aku disuruh kerjakan tugas yang lain." Jawab Wina yang memperlihatkan tumpukan pekerjaan nya.


Luna pun segera mengambil selembaran kertas dari tangan Luna dan segera pergi menuju ruangan pak Rudi.


Pak Rudi adalah kepala bagian produksi dalam perusahaan tersebut,dan sekaligus atasan bagi karyawan produksian salah satunya luna dan wina.


Luna berjalan menuju ruangan pak Rudi,namun saat ia berada dikoridor kantor ia berpapasan dengan seorang wanita berpakaian sexsi yang tak asing baginya.Sejenak ia pun menghentikan langkahnya dan menatap wanita tersebut dengan tajam," Hmm,sepertinya aku kenal wanita itu.tspi dimsns iya?" ucapnya dalam hati


" Wajahnya seperti...ahh,gak mungkin." gumamnya.Kemudian ia kembali melanjutkan langkahnya menuju ruangan atasannya tersebut.


TOK..TOK..TOK..


" Masuk.." ujar pak Rudi dari  dalam.


" Maaf pak lama,ini laporan yang bapak minta." ucap wina.

__ADS_1


" Makasih iya.." balas pak rudi.


"owh iya,tadi aku dihubungi olehpak CEO jika mulai besok kamu sudah tidak bergabung di tim produksi." tanya Rudi


" iya pak,soalnya pak Saga meminta aku untuk menjadi model produk yang akan keluar dalam waktu dekat ini.Padahal aku masih berada di Tim yang bapak pimpin." Jawab Luna dengan lesu.


" Ia itu bagus dong,jadikarir kamu bisa berkembang,tapi pesan aku kurangi makanan tidak sehat biar badan kamu gak tambah melar." Ucap Rudi yang menasehati bawahannya tersebut.


" Hehehe...baik pak." jawab Luna yang cengengesan


" Iya sudah,apa semua tugas yang aku beri sudah kamu selesaikan?" tanya rudi kembali


" sudah pak,nanti sebelum pulang aku kirim melalui email bapak." jawab Luna.


" Oke kalau gitu,semangat buat kamu.jangan pernah putus semangat dalam mengejar mimpi mu." nasehat Rudi pada Luna.


" Siip...makasih banyak pak,atas ilmu yang sudah bapak kasih pada saya.Yang tadinya saya gak tau apa-apa samapai saya mengerti segalanya." ucap Luna.Kemudian Luna menjabat tangan Rudi dan keluar.


Sepanjang perjalanan Luna menghela nafas panjang ia berfikir apa dirinya benar-benar mengambil keputusan yang tepat,jika saja Wina tidak menyuruhnya menemui CEO gila itu,mungkin dirinya masih berada dibawah tim nya pak Rudi.


" Ahh..sudahlah,semoga aku tidak salah dalam memilih keputusan." Batin Luna.


Diruang kerja Saga kedatangan seorang wanita,dengan jalannya yang gemulai dan pakaian yang sexsi,perempuan itu memasuki ruangan tersebut saat saga berada disofa untuk mengecek email yang berada dilaptopnya.


Saga menatap kearah sumber suara dan ia melihat wanita yang telah menghianatinya yang tak lain adalah Dini.


" Ngapain kamu datang kemari?" tanya Saga dengan sinis


" Aku membawakan makanan kesukaan kamu.Cobain deh.." jawab Dini sambil membuka kotak yang berada ditangannya.


" Buang saja,aku sudah makan." ucap Saga,kemudian Saga segera bangkit dari duduknya,Ia pun berjalan menjauhi wanita tersebut.


" Tapi,aku.." belum sempat Dini melanjutkan perkataannya,Saga sudah memanggil pihak keamanan untuk mengusir wanita tersebut.


" Saga aku mohon dengarkan dulu penjelasan ku." segera wanita itu memegang tangan pria dihadapannya.


" Lepas..!! apa lagi yang mau kamu sampaikan? Semua nya sudah jelas.Jadi, pergi dari hadapanku,sebelum pihak keamanan datang untuk menyered mu keluar dari sini." Saga menghempaskan tangan wanita tersebut dengan keras, yang membuat Dini meringis menahan sakit.


" Sekarang juga kamu pergi dari sini,dan bawa seklian makanan itu. Melihatnya aja aku sudah muak." ujar Saga dingin.

__ADS_1


Dini menatap wajah lelaki dihadapannya tersebut dengan kesal,kemudian dia segera pergi dari tempat tersebut.


" Liat saja nanti,aku pastikan kamu akan bertekuk lutut pada ku." bisiknya dalam hati.


Dengan hati yang masih diselimuti rasa emosi,Dini pergi menuju BAR tempat dimana ia bisa meluapkan segala kekesalannya.


" Sialan kamu sagaaa...!! Argh...!! " Dini meluapkan kekesalannya dan meneguk wine nya dengan sekali tegukan.


" Lihat saja,aku akan membalas mu.hehehe.." imbuh nya setengah sadar.


Dini mengeluarkan ponsel yang berada di tasnya,kemudian ia pun menghubungi seseorang yang tertera di dalam ponsel tersebut.


" Hallo sayang..kamu lagi dimana? " ujar Dini sedikit mabuk.


" Temui aku ditepat biasa iya ada yang ingin aku sampaikan pada mu." ucapnya lagi pada seseorang yang berada disebrang sana.


Dini pun mematikan kembali ponselnya dan menaruhnya kedalam tas.


***


" Hei Lun,kamu dipanggil tuh dengan pak CEO." sahut Lusi salah satu karyawan disana.


Luna saling melempar pandang pada Wina yang berada disampingnya.


" Ko bisa?emang ada masalah apa?" tanya Wina penasaran.


" Gak tau,tadi bu mira memberitahu kalau Luna disuruh keruangan CEO segera mungkin." jelas Lusi


" Oke,sebentar aku mau kirim email dulu untuk pak Rudi.Setelah itu aku segera kesana." balas Luna yang tersenyum.


" Oke,kalau begitu aku permisi dulu." Kemudian Lusi pun pergi meninggalkan Luna dan kembali mengemasi barang sebelum pulang.


" Ada apa sih Lun,tumben banget Pak Saga nyuruh kamu datang keruangannya saat jam pulang kerja." ujar Wina penasaran.


" Entahlah.." jawab Luna sambil menaikan bahunya.


Luna pun telah selesai merapihkan semua pekerjaannya,kemudian ia membereskan barang-barangnya dan pergi menuju ruangan Saga.


***

__ADS_1


MAAF IA UNTUK KETERLAMBATAN AUTHOR DALAM MENULIS CERITA.


EITS,JANGAN LUPA UNTUK SELALU BERIKAN LIKE,VOTE,AND POIN NYA JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA INI. MAKASIIIH..😘


__ADS_2