CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 23


__ADS_3

" Memang bos tadi merintahkan apa sama kamu?" Angga merasa penasaran dengan tugas yang diberikan Saga kepada Alex. " Bos bilang ini misi rahasia, jadi aku gak akan beri tau." Dengan segera Alex pergi meninggalkan Angga sndiri dilorong Rumah Sakit. " Liat aja, lama kelamaan juga kamu bakalan buka mulut." Ujar Angga yang merasa tak herang dengan lelaki tersebut.


Angga segera menuju ke tempat parkiran dan membuka pintu mobil lalu kembali ke hotel tempat ia dan Saga tinggal sementara.


" Lun, udah dong jangan nangis terus." Ujar Wina yang sedari tadi mencoba menenangkan Luna.


" Gimana bisa tenang Win, kamu tau sendiri dari tadi ponsel nya susah sekali dihubungi."  Luna mengelap kembali air mata dipipi nya.


" Iya kamu yang tenang dulu, aku juga gak diem aja, saat ini aku juga lagi nunnggu kabar dari Angga." Dengan lembut Wina mengusap punggung sahabatnya tersebut.


Luna masih terus saja kepikiran dengan keadaan lelaki tersebut. " Apa aku pergi kesana aja ia?" Luna menatap kearah Wina. " Tapi kita kan gak tau alamat kantor cabang yang ada disana." Jawab Wina yang merasa bingung harus bagai mana menghadapi sahabatnya yang satu ini.


" Kamu bisa kan suruh Angga jemput kita di bandara." Kekeh Luna.


" Bi bisa sih,baiklah aku akan hubungi Angga." Kemudian Wina menghubungi Angga dihadapan Luna. " Gimana?" Tanya Luna sambil menatap Wina dengan mata yang masih sembab.


" Gak diangkat-angkat.." Jawab Wina sambil mengangkat kedua bahunya.


Mendengarkan jawaban dari sahabatnya itu membuat hati Luna semakin sedih dan menangis dihadapan Wina.


" Udah dong kamu jangan nangis terus.Nanti mata kamu jadi tambah bengkak." Ujar Wina.


" Aku merasa belum tenang kalau belum dapat kabar dari dia Win." Ucap Luna yang masih saja menangis.


" Iya aku paham.Tapi kan...? Tiba-tiba saja suaranya terhenti saat mendengar suara ponsel milik Wina berdering.

__ADS_1


" Siapa..?" Ucap Luna dengan suara seraknya.


" Angga...sebentar ia." Wina segera bangun dan menerima panggilan tersebut.


" Hallo mas,gimana keadaan pak Saga? " Ucap Wina dengan penuh kecemasan


" Keadaan nya buruk yang,Bos lagi gak stabil." Jawab Angga yang lagi kesal dengan bosnya tersebut.


" Apa?!Jadi keadaan Pak Saga parah banget?" Tanya Wina kembali.Kini Luna yang mendengar pun semakin menangis membayangkan keadaan Saga yang terluka parah.


" Iya,gitu lah." Jawab Angga yang kemudian langsung mematikan ponsel nya.Karna ia lagi merasa kesal oleh sikap Saga yang menyembunyikan sesuatu dari nya.


" Hmm,padahal aku kan sudah bekerja lebih lama dari Alex.Apa yang sebenarnya mereka sembunyikan dari aku ia." Batin Angga yang kini sudah berada didalam kamar.


" Loh ko dimatikan sih." Gumam Wina.


" Sa saga keadaannya lagi kritis." Jawab Wina dengan suara lemah.


" Apa? Hiks...hiks.." Luna menangis kembali setelah mendapat kabar bahwa Saga dalam keadaan kritis.Kemudian dia mengemasi baju-baju nya dan bertekad untuk menyusul Saga yang sedang berada dikota A.


" Kamu mau kemana?" Tanya Wina yang panik melihat sahabatnya kini sedang memasukan baju kedalam koper.


" Aku mau liat kondisi dia." Jawab Luna yang masih saja menangis.


" Tapi ini sudah malam.Besok kita kesana.Aku akan nemenin kamu bertemu dengan Saga." Wina membujuk sahabatnya agar tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan

__ADS_1


" Tapi.."


" Tapi sekarang sudah malam Lun,kalau kamu kenapa-kenapa siapa yang akan menjaga Saga disana? " Wina memotong ucapan Luna untuk membujuknya kembali.Mendengar perkataan Wina,Luna akhirnya menuruti semua perkataan Wina.


" Kamu disini dulu.Aku akan ambilkan minuman yang dari tadi sudah aku buat." Wina akhirnya keluar dari kamar Luna untuk mengambil minuman yang telah dibuat olehnya.


Sedangkan didalam kamar Luna tak habis-habisnya memikirkan Lelaki yang bernama Saga.Namun hati nya sendiri masih bingung dengan status hubungan mereka berdua.


" Nih,aku sudah buatkan minuman untuk kamu." Wina menyerahkan segelas jus kepada Luna.


" Ini Minuman apa? " dengan suara seraknya


" Sudah tinggal diminum.Itu minuman seperti biasa." Wina sengaja tak ingin banyak berkata.Luna pun meminum minuman tersebut dan langsung bersandar kembali dikepala ranjang.


" Mau aku bawain sesuatu?" Ucap Wina.Luna menggelengkan kepalanya. " Baiklah..." Kemudian Wina kembali kedapur untuk mencuci gelas bekas minum Luna.Lalu ia pun kembali kedalam kamar Luna.


Wina sengaja tidur satu kamar bersama sahabat nya tersebut,selain untuk menghiburnya ia juga ingin menjaga Luna agar ia tidak merasa sedih lagi.


" Badan mu sekarang kelihatan kurusan." Sahut Wina yang mencoba mengalihkan pikiran sahabatnya tersebut.Luna menoleh kearah Wina dan hanya tersenyum simpul.


" Pasti Saga nanti kaget melihat tubuh kamu dalam seminggu sudah mulai menyusut." Ucap Wina kembali yang terkekeh.Kali ini Luna cuma meresponnya dengan pukulan dibahu sahabatnya.Kemudian mereka berdua tertawa bersama." Nah gitu dong tertawa.Tidur yuk,ngantuk nih." Wina sudah siap-siap untuk tidur. " Makasih ia..." Ucap Luna dengan tulus.


" Makasih untuk apa?" Wina mendengakan kepalanya menatap Luna.


" Semuanya.Kamu selalu ada disaat aku sedih." Jawab Luna yang mulai berkaca-kaca kembali.

__ADS_1


" Itu kewajiban aku sebagai sahabat kamu,jadi kamu istirahat ia.Jangan nangis ia,nanti aku beliin permen lollipop." Ucap Wina sambil cengengesan.Luna memonyongkan mulutnya kepada Wina.Kemudian tak lama mereka berdua pun tertidur.


__ADS_2