
“ Akhirnya kita berjumpa lagi?" Ucap lelaki tersebut.
“ Ngapain kamu kesini?kita sudah gak ada hubungan apa-apa lagi." Ujar Luna ketus.
" Aku merindukan mu.apa kamu tidak merindukan ku?" Tanya lelaki itu sembari mendekat kan diri kearah gadis itu.
Luna perlahan mundur dan ia mencari celah untuk kabur dari lelaki tersebut. " Aku merindukan mu? Jangan harap." Ucap Luna yang tersenyum sinis kearah lelaki tersebut.
“ Hmm,sayang sekali.Padahal aku jauh-jauh kemari hanya untuk menemui mu.Tapi,sepertinya kamu sudah tidak menginginkan ku lagi.” Ucap lelaki tersebut.Kemudian lelaki tersebut membalikkan badan nya sesaat,kemudian ia dengan cepat menarik lengan gadis tersebut.
" Lepasin,kamu ini apa-apaan sih ndi." Teriak Luna yang menghempaskan pergelangan tangannya.Seketika tubuh lelaki tersebut terjungkal.Melihat lelaki tersebut yang sedang terjatuh Luna bergegas berlari menuju kontrakannya.
" Luna tunggu…!!" Teriak lelaki tersebut dan segera bangkit.
Luna terus berlari tak menghiraukan teriakan dari lelaki tersebut,setelah ia sampai didepan pintu segera ia mengetuk pintu tersebut dengan kencang.
TOK…TOK...TOK
" Ia sebentar." Teriak seorang wanita dari dalam rumah.
CEKLEK...
__ADS_1
Pintu mulai terbuka,tanpa permisi lagi Luna segera masuk lalu menutup pintu tersebut dan menguncinya.
" Kamu kenapa sih,kaya dikejar-kejar setan aja." Tanya Wina.
" Ini jauh lebih seram lagi.Tadi aku ketemu bapaknya setan." Sahut Luna yang berjalan menuju kamarnya.
" Apa?! Maksud kamu genderuwo?" Tanya Wina kembali sembari mengikuti langkah kaki Luna dari belakang.Wina merasa penasran dengan perkataan dari sahabatnya tersebut.
" Iya begitulah." Jawab Luna.Ia segera melepaskan pakaian kerja nya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket oleh keringat.
" Owh iya Lun,gimana tadi pak Saga?"teriak Wina yang merasa penasran dengan makan malam sahabatnya tersebut.
" Ngapain kamu nanyain dia?Kamu suka dengan pak Saga?" Ujar Luna dari dalam kamar mandi.
" Ish,kamu ini.Sebentar aku ambilin dulu." Ucap Wina sambil melangkah kearah pintu dan mengambil handuk yang tergantung disana kemudian ia memberikan handuk tersebut kepada luna yang berada didalam kamar mandi.
" Nih, bukan nya kamu bawa baju ia, kenapa gak langsung pakai bajunya aja." Ujar Wina.
Setelah selesai Luna pun keluar sambil nyengir kearah Wina." Masa ia aku basah-basah langsung pakai baju." Jawab Luna yang melewati sahabatnya tersebut kemudian menaruh kembali handuknya pada tempatnya kembali.
" Eh iya, gimana pak Saga? cerita dong." Ucap Wina kembali.
__ADS_1
" Duh, dari tadi yang ditanya pak Saga mulu, Kamu suka ia dengan dia..." Ledek Luna.
"Ihh,ngapain juga aku suka dengan dia." Jawab Wina yang memanyunkan bibirnya. Luna pun langsung tertawa melihat sahabatnya tersebut.Kemudian ia duduk disamping sahabatnya tersebut dan menceritakan semua yang ia lakukan bersama Saga sampai pertemuan nya dengan Adi lelaki yang telah menyakitinya.
" Kamu serius tadi ketemu dengan Adi?" Ujar Wina yang merasa tak suka dengan kehadiran lelaki tersebut.
" Iya, untung tadi aku berhasil kabur." Jawab Luna sambil memijat kening nya. Hati nya kembali sakit ketika melihat wajah lelaki itu.
" Yang penting kamu gak papa.Dan aku setuju dengan apa yang diucapkan oleh Saga, kalau kamu hindari dia." Ucap Wina.
" Iya sudah kita tidur yuk." Imbuh Wina.Kemudian mereka pun membaringkan tubuh nya diatas kasur untuk segera beristirahat.
Ditempat lain Adi yang gagal mengejar Luna segera pergi meninggalkan tempat tersebut dengan hati yang kesal. " Liat saja,aku akan kembali.Aku gak akan biarkan kamu bahagia Lun." Ucap Adi didalam hatinya. Adi merasa jika Luna adalah satu-satunya mesin atm yang ia punya.Sehingga ia akan berusaha untuk merebut kembali hati gadis tersebut.
Adi berjalan menuju kendaraan nya yang sengaja ia parkir disebrang jalan masuk gang rumah Luna.Ketika ia baru saja membuka pintu kendaraannya ponselnya berdering dari saku celananya.Ia melihat nomor tak dikenal dari dalam layar ponsel miliknya tersebut.Dengan rasa penasaran ia pun mengangkat panggilan tersebut.
" Ia hallo siapa ini?" Tanya Adi yang penasaran.
" Jika sekali lagi kamu berani mendekati Luna dan menyentuh nya,aku gak akan segan-segan lagi untuk membuat perhitungan kepada mu."
" Siapa kamu? beraninya kamu mengancam ku." Ucap Adi,kemudian iapun mematikan ponselnya lalu memasuki kendaraan nya dan pergi dari lokasi tersebut.
__ADS_1
" Sial, siapa yang berani mengancam ku tadi." ujar Adi yang penasaran. " Sepertinya gadis babon itu, bukan gadis yang dulu aku kenal lagi.Hehehe...Sepertinya ini akan menarik." Batin Adi.Ia segera melajukan kendaraan nya menuju kediaman nya tersebut.