CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 22


__ADS_3

Seperti biasa, hari ini Luna baru saja pulang dari tempat latihannya, saat ia sudah sampai didepan rumah ia seperti melihat seseorang yang sedang mengawasinya dalam mobil." Kamu liat apa sih?" tanya Wina sambil menatap kekiri dan kekanan. " Kamu ngerasa gak sih kalau kita lagi diawasi?" Tanya Luna yang menatap kearah Wina.


" Nggak ah, dari tadi aku gak ngerasain apa-apa tuh." Wina menggandeng tangan Luna sambil membawanya memasuki rumah. Disana ia sudah menyiapkan menu khusus untuk Luna setelah pulang latihan." Masak apa tu?" Luna menatap sahabatnya dengan senyuman yang muncul disudut bibirnya.


" Itu adalah menu yang aku ciptakan untuk sahabat ku yang cantik dan sedang menjalankan latihan dietnya." Ujar Wina sambil menjelaskan satu persatu menu yang dia buat hari ini.


Luna tertawa mendengar penjelasan sahabatnya tersebut." Dah ah, aku mandi dulu." Luna pun berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Wina hanya tersenyum menatap Luna yang pergi meninggalkan dia. Kemudian tak lama ponsel nya bedering. "Mas Angga?! " Dengan rasa penasaran Wina mengangkat panggilan tersebut.


" Kenapa mas? Barusan aja selesai telephone udah telephone lagi. Kangen Ia...?" Wina sengaja menggoda kekasihnya tersebut.


" Nggak yang, aku tadi baru dapet kabar kalau pak Saga kecelakaan." Suara nya begitu lemah.

__ADS_1


" APA !! " Wina merasa terkejut mendengar kabar tersebut.


" Kamu gak becanda kan yang?" Tanya nya kembali. Belum juga Angga menjawab tiba-tiba dari arah belakang Luna menepuk pundak Wina." Ada apa sih? Ko kaya orang habis kesambet aja." Celoteh Luna yang masih menunjukan senyuman nya kepada Wina.


Wina yang masih menerima panggilan itu, secara tak sengaja memencet tombol akhiri pada ponselnya." Luna?!" Ujar Wina yang ingin menahan tangisannya tersebut.


" Ada apa sih, Angga nyakitin kamu?" Tanya Luna spontan.


" Nggak…hiks…hiks" Wina akhirnya tak kuasa menahan air matanya. Kemudian dengan suara serak ia menyampaikan jika saat ini Saga mengalami kecelakaan." A apa?! Kamu gak bohong kan?" Luna merasa tak percaya ketika mendengar berita tersebut. " Benar Lun, aku baru dapet kabar dari Angga." Ucapnya sambil menangis memeluk tubuh Luna. Seketika tubuhnya lemas dan tersungkur, air matanya mulai membasahi pipi. Luna segera bangkit dan lari menuju kamarnya." LUNA...!!" Wina berteriak mengejar Luna yang sedang berlari naik keatas kemudian ia melihat sahabatnya yang memegang ponselnya. " Ayoo Saga angkat." Ucapnya sambil menangis.


Disamping itu Angga yang panik karna mendengar kabar jika bosnya tersebut kecelakaan kini sudah berada di Rumah sakit menuju ruangan dimana Saga berada. Saat ia membuka pintu ruangan tersebut disana Alex dan juga Saga sedang berbincang-bincang." Bo bos baik-baik saja?" Tanya Angga dengan wajah polosnya.


" Kamu mengharapkan aku terluka parah?" Saga melempar bantal ke arah Angga. Dengan cepat Angga pun menagkap bantal tersebut.

__ADS_1


" Bukan kaya gitu bos, aku tadi ngehubungi Wina dan memberi kabar bahwa bos kecelakaan. Kemungkinan Luna juga sekarang sudah tau." Jelas Angga yang merasa bersalah. Alex yang mendengar langsung tertawa.


" Wah keterlaluan." Ujar Alex sambil tertawa.


" Sudah puas ketawanya?" Angga melempar bantal yang dipegangnya tadi ke arah Alex dengan kesal. Alex pun menangkis bantal tersebut sambil tertawa.


Saga memperbaiki posisi duduknya kemudian ia mengambil ponselnya, yang mana disana sudah ada beberapa panggilan tak terjawab dari Luna. " Maaf kan aku bos, Soalnya Alex cuma menyampaikan kalau bos kecelakaan." Ujar Angga sambil duduk disamping Alex.


" Bohong itu bos, aku baru aja bilang bos kecelakaan, dia langsung matikan ponselnya." Ujar Alex membela diri.


" Sudah, kalian selalu aja bertengkar jika bersama. Kamu Alex ingat apa yang tadi sudah aku bilang." Ucap Saga dengan tegas.


" Baik Bos." Jawab Alex sambil membentuk lingkaran dijarinya. " Memang ada apa bos?" Angga merasa penasaran dengan perkataan Saga.

__ADS_1


" Mau tau aja, ini rahasia antara aku dan bos." Ujar Alex sambil mencibir kearah Angga. Mendengar ucapan Alex, Angga memukul lengan lelaki tersebut sedikit keras. Yang  membuat Alex merintih kesakitan. " Aww, sakit tau." Ucap Alex yang kesal. " DIAM !! " Kalian berdua sudah cukup main-mainnya?" Saga kini mulai kesal dengan tingkah kedua bawahannya yang selalu saja bertengkar jika saling berdekatan.


" Lebih baik kamu kerjakan tugas mu.dan untuk kamu (sambil menunjuk kearah Angga) jangan biarkan Luna tau kalau aku baik-baik saja. Aku hanya ingin tau reaksi dia seperti apa terhadap ku." Setelah mengatakan itu, Saga mengusir kedua bawahan kepercayaannya tersebut keluar dari ruangan inap tersebut.


__ADS_2