
" Lun, apa kita gak sebaiknya istirahat dulu?" Tanya Wina yang mulai merasa lelah. " Tanggung Wwin, sebentar lagi ia. Soalnya aku masih belum tenang kalau belum melihat kondisi Saga." Ucap Luna sambil memandang sahabatnya tersebut. " Baiklah, aku ngikut kamu." Jawab Wina yang tersenyum. Keduanya pun pergi menuju ruang informasi.
" Permisi sus, mau tanya disini ada pasien yang bernama Saga Rahardiyan Widjaya?" Tanya Luna kepada salah satu perawat yang berjaga disana. " Aku cek dulu ia." Perawat tersebut langsung membuka komputer dan langsung mengecek nama yang dimaksud. " Pasien atas nama Saga Rahardian Widjaya ada di ruangan VIP kamar anggrek No.1" Ucap suster tersebut sambil tersenyum ramah. " Makasih sus..." Luna berjalan menghampiri Winayang tengah duduk di kursi tunggu." Gimana? Saga beneran dirawat disini kan?" Tanya Wina. Luna menganggukan kepala." Dia ada di ruangan VIP kamar anggrek No.1" Jawab Luna yang merasa senang karna ia akan melihat kondisi Saga. Kini keduanya berjalan menuju ruangan dimana Saga dirawat.
Sementara itu dilorong yang berbeda Alex dan juga Angga tengah berjalan menuju ruangan Saga. Saat kedua lelaki itu tengah asik berbincang, tiba-tiba saja tubuh Alex bertabrakan dengan salah seorang gadis yang tak lain Luna.
" Argh !! " Ucap Alex dan juga Luna secara bersamaan. Mereka berdua pun tersungkur jatuh bersama. " Luna ?! " Angga yang merasa terkejut denga kehadiran Luna dibuat lebih terkejut saat Wina sudah berada disampingnya. " Yang kamu juga ada disini?" Tanya Angga yang merasa tak percaya.
" Kenapa?! Kamu gak suka?" Ujar Wina yang kesal. Lalu ia membantu sahabatnya untuk berdiri. Dengan pandangan mata yang tak lepas kepada Angga.
" Hehehe...nggak, kenapa kamu gak ngabarin aku dulu. Biar nanti aku jemput kamu dibandara." Ujar Angga menghampiri kekasihnya tersebut. Wina langsung menepis lengan Angga saat dirinya hendak dipeluk oleh lelaki tersebut.
" Owh iya kalau ruangan Pak Saga masih jauh dari sini gak?" Ujar Luna bertanya kepada Angga.
__ADS_1
" Kamar Bos gak jauh dari sini ko, mari aku antar." Alex kemudian menarik lengan Luna menuju ke arah kamar Saga. " Tunggu…!! " Angga ingin menahan langkah Luna dan Alex namun ia telat, karna Alex telah membawa Luna menuju ruang inap Saga.
" Astaga..." Angga kemudian menatap kearah Wina, tetapi Wina malah mengacuhkan nya dan meninggalkan Angga sendiri dilorong tersebut. " Yang tunggu…!!" Teriak Angga sambil mengejar kekasihnya tersebut.
" Nah ini kamar bos. Silakan masuk." Alex mempersilakan Luna untuk memasuki ruangan tersebut. Saat Ia melangkahkan kaki masuk kedalam ruangan tersebut, matanya terbelalak kaget melihat pemandangan yang tak seharusnya ia lihat. Saga yang menatap kehadiran Luna langsung dengan cepat melepaskan pelukan Mira.
" Pak ada tamu untuk bapa." Ujar Alex dengan polosnya dan tanpa bersalah sedikit pun. Saga menatap Luna yang sedari tadi hanya mematung dipintu masuk tersebut.
" Dia adalah…"
" Aku Luna, salah satu karyawan Pak Saga. Aku datang jauh-jauh kesini karna mendengar kabar kalau dia kecelakaan. Kupikir lukanya parah soalnya gak ada kabar. Ehh, ternyata Bos baik-baik aja, malah jauuuuh lebih baik. Aku jadi sangat...sangaaat berterima kasih." Luna memotong pembicaraan Saga dan menatap tajam ke arah lelaki tersebut. Mira merasa lega setelah mendengar keterangan Luna. Angga dan Wina yang baru saja memasuki ruangan tersebut merasakan hawa yang tak nyaman, kemudian mereka berdua memutuskan untuk keluar kembali dan memilih duduk diluar.
" Ohh iya kita belum berkenalan." Ujar Alex sambil mengulurkan tangan kearah Luna. Luna tak menghiraukan perkataan Alex matanya masih tertuju ke arah Saga. Pikirannya sekarang semakin kacau antara sakit dan kecewa menjadi satu.
__ADS_1
" Aku Mira, Calon istri Saga..." Tiba-tiba mira mengulurkan tangan nya, walau dadanya terasa sesak namun Luna menerima uluran tangan tersebut dan terpaksa tersenyum dihadapan wanita itu.
" Iya tuhan kenapa dadaku sesakit ini, padahal aku bukan siapa-siapa dia. Tapi kenapa hati ku merasakan sakit." Ucap Luna dalam hati.
Perlahan Luna mendekati Saga yang sedari tadi hanya menatap dirinya. Sebelum berbicara kepada lelaki dihadapannya Luna menghela nafas dalam-dalam. " Syukurlah bapak gak papa, karna setelah mendengar kabar bos kecelakaan aku langsung menghubungi ponsel bos, tapi gak diangkat. Dan lama kelamaan ponsel bos pun gak aktif. Jadi, aku memberanikan diri kemari untuk menjenguk." Luna mencoba tersenyum dihadapan Saga, kemudian memberikan ponsel yang berada ditangan nya kepada Saga.
" Ini ponsel yang bapak kasih, aku kembalikan. Makasih banyak sudah membantu."
Saga mengerutkan alisnya ketikaLuna mengembalikan ponsel yang telah ia beri. " Kenapa kamu kembalikan ponsel yang sudah aku kasih?" Tanya Saga yang tak suka dengan sikap Luna.
Mira yang sedari tadi menatap keduanya, mulai merasa tak suka dengan sikap Saga kepada Luna. " Apa kamu cemburu saat kamu melihat ku berpelukan?" Kini pertanyaan Saga membuat Luna merasa tak nyaman, "Ia aku cemburu kamu puas." Batin Luna yang tak berani menatap Saga.
" Kenapa apa gara-gara Mira bilang dia calon istriku jadi kamu enggan jawab pertanyaan ku?" Kini Saga mulai duduk dan hendak turun. Namun lelaki tersebut malah jatuh tersungkur dari ranjang rumah sakit.
__ADS_1