CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 25


__ADS_3

Angga pergi terlebih dahulu mengendrai mobil miliknya, Dengan cepat ia melintasi jalanan yang terlihat lenggang. "Ahh, kenapa aku bisa lupa ia." Ujarnya yang terlihat frustasi karna ia takut Saga akan memarahinya. Ia pun terus melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas delapan puluh.


BEEP...BEEP...BEEP


Angga menatap kearah samping yang mana disana sudah ada Alex yang menyusulnya." Woi, lampu sein mu masih nyala tuh." Ujar Alex yang berteriak ke arah Angga.


Angga pun melihat dan benar saja kini lampu sein nya menyala kearah kanan. " Makannya lain kali hati-hati jangan ngebut." Setelah bicara Alex pun segera mendahului mobil Angga sambil teriak kegirangan. Angga hanya menggelengkan kepala saja ketika melihat tingkah dari Alex. Kemudian ia segera menyusul mobil milik Alex dari belakang.


Sesampainya di rumah sakit Angga dan juga Alex segera berjalan menuju ruang inap bos nya tersebut. Alex yang membuka pintu tersebut segera menghampiri Saga. " Maaf bos saya telat." Ujar Angga sambil menatap kearah wanita yang sedang berada disamping Saga.


Saga menyuruh Angga untuk duduk. Kemudian Saga memulai membahas masalah pekerjaan kepada Angga dan juga Alex sebagai orang kepercayaannya. Sesekali mata Angga tertuju kepada wanita disamping Saga. Setelah Saga selesai memberikan tugas kepada keduanya Alex dan Angga segera keluar dari ruangan tersebut.


Angga menghela nafas panjang, ia masih saja memikirkan wanita yang berada disamping bos nya tersebut.


" Kamu tau siapa wanita yang disamping bos?" Tanya Angga penasaran.

__ADS_1


" Dia itu anak dari rekan bisnis paman nya bos." Jawab Alex. " Maksudnya?!" Tanya Angga kembali.


" Jadi, pamannya bos kita mau menjodohkan wanita itu kepada bos. Karna sebelum nya bos sudah gagal dalam bertunangan jadi paman nya bos mau menjodohkan nya dengan anak dari teman bisnis nya tersebut." Jelas Alex.


" Pasti tugas rahasia mu bersama bos yaitu untuk menyelidiki wanita itu?" Tanya Angga yang asal menebak. Alex langsung menatap wajah Angga dengan terkejut. " Kenapa kamu bisa tau?!" Tanyanya penasaran. Angga pun segera tertawa dan merangkul pundak Alex. " Aku hanya asal menebak saja. Lagian kamu itu tidak pandai untuk menutupi segalanya dari ku." Ujar Angga. Alex pun merasa kesal karna misi rahasia nya telah ketahuan oleh Angga.


" Sudah, jangan marah gitu, apa perlu aku bantu? Kebetulan anak buah ku lebih banyak dari kamu." Ujar Angga yang menggoda rekan nya tersebut.


" Gak perlu, anak buah ku justru lebih handal dan berpengalaman dari anak buah mu." Ujar Alex yang tak mau kalah. Angga semakin tertawa kemudian ia pun mengusap kepala Alex yang kebetulan lebih muda enam tahun  darinya." Hei, aku akan mentraktir mu makan. Mau ikut?" Ajak Angga kepada Alex. " Hmm, gimana iya." Ujar Alex sok jual mahal. " Iya sudah kalau kamu tidak mau lebih baik aku makan sendirian saja." Angga pun berlalu pergi meninggalkan Alex. " Hei tunggu…" Alex kemudian berlari menyusul Angga yang sudah berjalan mendahuluinya. Dan mereka pun akhirnya pergi makan bersama.


" Owh ia, ini aku masak sendiri loh khusus buat kamu. Cobain dong." Rayu nya kembali. Saga masih enggan untuk memakannya. Kemudian ia menyuruh wanita itu pergi dari ruangan nya." Aku ingin istirahat, sebaiknya kamu pergi dari sini." Ujar Saga dengan sinis.


" Oke, aku akan pergi tapi plis aku mau suapin kamu dulu. Soalnya aku buatkan ini khusus untuk kamu loh." Wanita itu pun menunjukan wajah memelasnya kepada Saga. Dengan terpaksa Saga akhirnya menerima permintaan tersebut.


" Kamu yakin disini Rumah Sakit tempat Saga dirawat?" Tanya Luna.

__ADS_1


" Ia semalam Angga memberikan pesan seperti itu sih." Ujar Wina merasa tak yakin.


" Coba kamu hubungi Angga." Ucap Luna sambil memperhatikan halaman Rumah Sakit yang begitu luas.


" Dari pagi sampe sekarang ponselnya gak aktif lun. Kalau pun aktif dari tadi dia sudah jemput kita dibandara." Ujar Wina dengan kesal.


" Ish, liat aja kalau aku ketemu aku langsung cabik-cabik dia." Gumam nya yang merasa kesal. Luna pun tersenyum simpul sembari mengusap punggung sahabatnya tersebut.


" Dari pada marah-marah kita langsung masuk yuk." Ajak Luna. Walau masih kesal terhadap Angga akhirnya Wina mengikuti ajakan Luna. Disisi lain Angga yang sedang makan merasakan hawa yang tidak enak disekitarnya. " Kamu kenapa?" Tanya Alex kepada Angga yang sedari tadi selalu memegangi tengkuk lehernya.


" Gak tau nih, dari tadi aku merasakan perasaan yang gak enak." Jawab Angga. Ketika Angga ingin mengambil ponselnya ia baru tersadar jika selama ini dirinya lupa meninggalkan ponsel miliknya di kamar hotelnya.


" Astaga!! Aku lupa bawa ponsel ku." Ujarnya sambil mengusap kasar wajahnya.


" Aduuuh, jangankan ponsel, kamar kamu aja lupa kamu kunci." Ujar Alex." Iya ampun kamu bener.aku lupa ngunci kamar." Angga segera bangkit, namun Alex segera meletakan kunci serta ponsel Angga tersebut diatas meja.

__ADS_1


" Aku sudah mengunci kamar kamu. Untung saja aku masih ingat sandinya." Ujar Alex. Angga merasa lega, kemudian ia duduk kembali sambil bernafas lega.


__ADS_2