
DUAR...!!!
Tiba-tiba terdengar suara benturan hebat dari arah luar,sehingga membuat kedua gadis itu terbangun seketika. "Suara apa itu?" Ujar Luna yang merasa terkejut.Angga sempat menghentikan mobilnya secara mendadak.Membuat semua orang yang berada di dalam mobil menjadi panik.
"Ada apa ini?" Tanya Saga sambil mendekap tubuh Luna.
"Maaf Bos,didepan ada kecelakaan" Ujar Angga yang langsung menjalankan mobilnya kembali secara perlahan. Saat perlahan melintasi kerumunan mobil yang sudah hancur tersebut disana Luna melihat seorang anak kecil yang menangis menahan sakit."Tunggu...tunggu." Teriak Luna. "Ada apa?" Ujar Saga.
" Tolong berhenti sebentar,lihat bukankah itu Yumi." Ujar Luna sambil menunjuk kearah luar.Semua yang berada didalam mobil akhirnya melihat kearah luar. Disana terlihat seorang anak kecil yang sedang digendong oleh seorang lelaki tak lain Bram .Angga menghentikan mobil dan menepi.Luna segera bergegas menghampiri Ayumi yang sedang menangis."Luna tunggu." Saga ingin meraih tangan gadis itu tetapi gagal.
"Ayumi!! " Teriak Luna dari arah belakang.Yumi yang sedari tadi menangis menengok kearah belakang."Ante Una...!!" Teriak anak kecil itu.Bram segera menoleh kearah Luna.Lelaki yang memiliki perawakan tinggi danĀ berkulit putih itu pun tersenyum ke arah Luna dengan pelipis yang berdarah.
__ADS_1
Ayumi merasa sangat bahagia karna ia bisa bertemu lagi dengan Luna dan dengan cepat ia berlari diantara kerumunan orang menuju kearah Luna. Serta memeluk tubuh gadis itu dengan erat." Ante Una cakit." Ucap Ayumi sambil menunjuka luka yang berada di kepalanya.
Melihat pemandangan tersebut Saga mulai terbakar cemburu,kemudian dengan cepat ia memerintah kan Angga untuk membawa dirinya ke arah Luna."Cepat turunkan aku." Perintah Saga.Angga hanya menatap bingung."Oke Bos."Angga segera menurunkan Saga setelah ia mendapat tatapan tajam dari Saga."Sini om obati." Ujar Saga yang sudah berada disamping Luna.Anak kecil itu menoleh kearah Saga.Begitu juga Luna dan Bram."Nggak mau,Yumi au nya ama ante Una." Ucap Ayumi dengan polosnya.Bram merasa tidak enak dengan Saga,sambil menahan sakit ia pun mengambil YUMI dari gendongan Luna."Gak mau Yumi mau dengan ante Una." Rengek anak itu."Sudah gak apa-apa ko mas,aku yang bawa Ayumi ke Rumah Sakit." Luna pun menggendong anak itu kembali."Iya sudah kita segera bawa Ayumi ke Rumah Sakit." Ujar Saga.Ia berusaha menahan rasa cemburunya dihadapan gadis itu.
"Baiklah, makasih banyak atas bantuannya.Setelah aku menyelesaikan semua ini,aku akan menyusul kalian." Ujar Bram.Kini pandangan Bram beralih kearah Luna,ia merasa tertarik dengan gadis dihadapannya tersebut."Ehem..!!" Saga mencoba menyadari Bram dari lamunan nya.Ia tau jika lelaki itu memiliki rasa terhadap gadisnya.
"Iya sudah,kita bertemu kembali diRumah Sakit." Ujar Saga.Kemudian mereka semua memasuki mobil.Sedangkan Bram hanya bisa melihat kepergian mereka.
"Tenang ia,nanti papah jemput Ayumi." Ujar Wina yang menoleh kearah anak itu."Ia nanti papah nyusul Yumi.Sekarang Yumi ke Rumah Sakit dengan ante Luna dulu ia." Ujar Luna sambil mendekap dan mengelus punggung anak itu."Kamu mau ini?" Saga mencoba berbaur dengan anak itu.Ayumi hanya menggelengkan kepalanya.Saga pura-pura sedih didepan anak itu.Luna yang melihat ekspresi wajah Saga mulai tersenyum."Bapak ternyata berhati lembut juga ia dengan anak kecil." Cetus Luna.
"Apalagi kalau kita menikah dan mempunyai anak.Aku akan semakin bahagia."Bisik Saga ditelinga gadis itu,sehingga membuat wajah gadis itu merona seketika.
__ADS_1
"Ih bapak ada-ada aja."Ucap Luna dengan malu.
"Boleh gak panggil aku dengan sebutan Mas?"Ujar Saga dengan serius.
"Loh,memang nya kenapa?" Tanya Luna mengerutkan alis.
"Karna aku cemburu saat kamu bilang ke laki-laki itu dengan sebutan Mas." Saga mencoba berkata jujur dihadapan Luna.
" Hehehe,bapak cemburu dengan papah nya Ayumi?" Ujar Luna yang tertawa ringan.
" Baik kalau gitu aku panggil mas deh." Ucap Luna yang tersenyum.
__ADS_1
" Bapak,eh mas... gak usah cemburu,mas itu yang terbaik diantara yang lain." Ujar Luna.Mendengar pernyataan Luna,hati Saga merasa bahagia."Aku janji setelah sampai dikota J aku akan mempersiapkan pernikahan kita.Karna aku sudah tidak tidak tahan lagi untuk memilikimu."Saga menggenggam tangan Luna yang berada didekatnya.Luna merasa terharu sekaligus bahagia.