CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 56


__ADS_3

Luna terus saja memikirkan keadaan ayah dan anak tersebut. " Semoga mereka semua selamat." Gumam Luna. Gadis itu melihat Saga yang sedang menghubungi Max. Wajahnya terlihat sangat serius, " Ia tuhan,semoga mereka baik-baik aja." Ucap Luna didalam hatinya. Teriakan anak serta tangisan anak itu masih saja terngiang.


Saga menambah kecepatan mobilnya menuju lokasi dimana Bram dan anaknya berada. Mobil terus melaju dengan kecepatan tinggi. " Kamu gak papa? " Tanya Saga yang melihat gadis disampingnya tersebut memegang sabuk pengaman dengan erat. " Iya..." Sahut Luna. Walau sebenarnya hatinya sangat takut. Ini bukan lah hal untuk protes kepada lelaki itu. Karna sebelum nya ia pernah melakukan hal yang sama terhadap lelaki tersebut,namun tak secepat yang dilakukan Saga sekarang. " Mas bukan kah itu mobil mereka?" Luna menunjuk ke arah mobil milik Bram dan dua mobil lainnya yang berada didekat Gudang tua yang sudah terbengkalai tak terawat. Saga segera menghentikan kendaraan nya. " Aku akan masuk kedalam. Kamu tetap disini jangan kemana-mana. " Perintah Saga. " Baiklah,kamu hati-hati mas." Ucap Luna yang merasa cemas. Saga mengusap pucuk kepala kekasihnya tersebut,kemudian ia berjalan mengendap-endap menuju gudang tersebut. " Iya tuhan,tolong berikanlah keselamatan bagi dia,dan kedua ayah anak tersebut." Batin Luna.


" Lepaskan dia !!!" Teriak Bram kepada lelaki dihadapannya,ketika melihat anak satu-satunya itu menangis ketakutan. Walau tubuhnya penuh dengan luka, dan darah segar terus mengalir di bahu serta kening nya,ia berusaha untuk tetap berusaha menyelamatkan putrinya tersebut.

__ADS_1


" Hahaha...Lepaskan?! Aku diperintah untuk menghabisi kalian berdua untuk apa aku lepaskan dia." Ucap lelaki tersebut dengan tawanya yang nyaring. Sebuah senjata api kini ia letakan di kepala Ayumi. " Papah..." Tangis anak itu. Bram mengumpulkan semua tenaganya untuk menyelamatkan anaknya.


DOOR...!!!


"Tidaaaaak...!!! " Teriak Saga,ia terjatuh lemas kala melihat darah yang mengenai wajah nya.

__ADS_1


Tubuh lelaki tersebut jatuh terkulai dengan kepala bagian belakang yang sudah banyak mengeluarkan darah. Bram segera memeluk anak nya. Disana ia melihat dengan samar sesosok lelaki dengan perawakan tinggi yang sedang menembaki satu persatu orang yang berada disana. " Syukurlah akhirnya dia datang." Ucap Bram. Bram merasa tubuhnya semakin melemah. Ia terus memeluk dan menciumi anak kecil tersebut. " Papah dalah." Yumi memegang tubuh Bram yang mengeluarkan darah segar. " Papah gak papa sayang." Bram berusaha menenangkan anaknya tersebut. Walau dirinya kini sudah tak sanggup berdiri. Tetapi berada didekat anak nya tersebut membuat dirinya merasa tenang.


Sekelompok pria berpakaian hitam kini mengepung lokasi keberadaan mereka dan melumpuhkan semua preman bayaran tersebut dengan satu serangan. " Yumi !!! " Teriak Luna. " Ante Una papah." Tangis anak itu pecah kala melihat Luna berlari kearahnya. Luna segera memeluk tubuh mungil itu dengan perasaan sedih.luka yang berada di lengan dan kaki anak itu membuat hati Luna geram. Saga berjalan menghampiri Bram. " Cepat bawa dia ke Rumah Sakit." Saga memerintahkan anak buahnya untuk segera membawa Bram ke RS. " Papaaah...!!!" Ayumi menjerit histeris ketika melihat Bram dibopong keluar gedung tua. " Yumi, papah mau dibawa ke Rumah Sakit. Yumi dengan Tante Luna ia." Bujuk Luna. " Tapi Yumi au deket papah." Tangis anak itu. Saga menatap Luna lalu ia memberikan isyarat kepada gadis itu untuk meninggalkan gudang itu.


" Gimana? Apakah anak buah mu telah berhasil menyingkirkan mereka? " Tanya lelaki paruh baya tersebut kepada Reza. " Kamu tenang saja,anak buah ku tidak akan gagal." Jawab Reza dengan percaya diri. " Bagus, ku harap kamu gak mengecewakan ku." Kemudian Anton mematikan panggilan tersebut. Ia sudah tidak sabar menunggu kabar selanjutnya. Dirinya merasa puas dengan hasil kerja orang suruhannya tersebut, " Gak sia-sia aku membayar mu tinggi." Gumam Anton.

__ADS_1


" Maaf,aku ada urusan sebentar. Mari kita lanjutkan kembali." Ujar Anton dengan senyum lebar. " Wah,urusan penting apa sehingga meninggalkan rapat disaat seperti ini." Ujar Ryan yang tiba-tiba saja sudah berada dibelakang nya sambil menepuk bahu lelaki tersebut. Anton merasa terkejut atas kehadiran Ryan yang berada dibelakangnya. "Ayo,kita mulai kembali." Ryan pun kembali memimpin rapat tersebut.


__ADS_2