CINTA UNTUK LUNA

CINTA UNTUK LUNA
BAB 24


__ADS_3

Pagi ini Luna bangun lebih cepat dari biasanya, Ia segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.


" Hoaaam... Loh ko. Luna…!!! " Wina segera bangun dari ranjang dan berteriak memanggil nama sahabatnya tersebut.


" Apa sih berisik banget… " Ucap Luna yang  baru saja keluar dari dalam kamar mandi. " Hehehe...dikira aku kamu udah pergi gitu aja." Ujar Wina seraya terkekeh. " Tumben masih pagi kamu udah mandi." Tanya Wina kembali.


" Aku semalem gak bisa tidur.kepikiran terus Saga. Ditambah ponselnya gak bisa dihubungi." Ucap Luna dengan wajah murung. Wina segera menghampiri Luna lalu menggenggam tangan sahabatnya tersebut." Kamu tenang aja, doa kan Saga baik-baik saja." Ujar Wina. " Kamu udah sholat?" Imbuh Wina.


" Sudah lah, kamu tuh yang belum. Sholat gih." Ujar Luna sambil mendorong sahabatnya keluar dari kamar nya.


" Hahaha...ampun madam." Ujar Wina yang terdorong keluar.


Luna segera membereskan tempat tidur dan membersihkan semua kamarnya, agar saat ditinggal kamarnya masih terlihat rapih dan tidak berantakan. Setelah semuanya selesai, ia segera bersiap mengemas perlengkapan yang akan dibawa ketika menjenguk Saga. " Semuanya sudah siap, tinggal berangkat aja nih." Gumamnya Luna pun membawa kopernya keluar dan menaruhnya didepan pintu kamar miliknya. " Win, kamu sudah siap belum?" Luna berjalan kearah kamar sahabatnya tersebut. " Ia aku sudah siap ko, tinggal polesi wajah dulu biar kelihatan segeran." Ucap Wina sambil nyengir kearah Luna.


" Aku tunggu dibawah ia... Sekalian mau mesan taxi." Ujar Luna yang kemudian membawa kopernya menuruni anak tangga.

__ADS_1


Wina sengaja mempercepat riasannya, setelah selesai ia mengecek kembali barang bawaan nya tersebut agar tidak ada yang tertinggal. " Siip, semuanya sudah beres, sekarang tinggal meluncur…" Kemudian Wina segera menuruni anak tangga sambil membawa mini kopernya tersebut.


" Taxi sudah dipesan?" Tanya Wina sambil menghampiri Luna yang sedang duduk disofa.


" Hem..." Jawab Luna singkat. Luna masih mencoba menghubungi Saga, namun setelah beberapa kali ia coba ponsel Saga tetap tidak aktif. Akhirnya Luna membuang nafas dengan kasar.


" Saga masih belum bisa dihubungi ia?" Tanya Wina yang merasa kasihan. Luna hanya membalasnya dengan anggukan kepala tanpa bicara sepatah kata pun.


" Angga sudah ada kabar belum?" Tanya Luna kepada Wina.


" Belum, ponselnya saja sekarang gak aktif." Jawab Wina yang kesal dengan kekasihnya tersebut.


" Tau, Angga sebelumnya kirim pesan. Ehh, kaya nya itu taxi yang kamu  pesan bukan" Ucap Wina yang menatap keluar.


Luna menatap keluar, "Oh iya, itu kayanya taxi yang aku pesan." Ujar Luna sambil membawa kopernya ke luar. Wina  segera menyusul Luna dari belakang.setelah memasukan koper milik nya Wina berlari kearah rumah untuk mengunci pintu terlebih dahulu lalu masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Kini mobil pun melaju menuju bandara. Sepanjang perjlanan suasana terasa hening, Mereka berdua larut ke dalam pikirannya masing-masing. Terutama Luna, saat ini dirinya merasa sangat resah karna sampai sekarang dirinya belum bisa menghubungi Saga. Ditambah saat ini Angga juga tidak bisa dihubungi. " Ada apa sebenarnya ini, kenapa perasaan ku gak enak ia." Batin Luna yang sedari tadi memegangi ponselnya. Ia berharap Saga akan menghubunginya.


Mobil melaju kencang saat suasana masih sepi, membuat perjalanan mereka tak terhambat sedikit pun. Dan tak membutuhkan waktu lama kini kedua gadis itu telah sampai dibandara. Sang supir segera turun untuk membantu menurunkan barang-barang mereka." Makasih ia pak." Ucap Luna yang tersenyum ramah sambil menyerahkan bayaran kepada sang supir. " Sama-sama neng." Ujar sang supir tak kalah ramahnya.


Setelah semuanya selesai keduanya pun siap untuk melakukan penerbangan menuju kota A.


Angga lupa hari ini dia ada janji dengan Saga untuk segera menemuinya di Rumah Sakit, setelah lembur berkerja kini dirinya masih tidur terlelap diatas kasur yang sangat empuk dan nyaman.


TOK...TOK...TOK...


Angga membuka mata nya perlahan, walau tubuhnya masih terasa letih namun Angga bangkit dari tempat tidurnya untuk membukakan pintu.


KLEK...


Saat pintu terbuka Alex dengan enaknya memasuki kamar pribadi Angga lalu duduk di sofa dengan kaki dinaikan diatas meja. " Enak sekali main masuk kamar orang." Ujar Angga yang tak suka jika kamarnya dimasuki oleh orang asing. " Memangnya kenapa? Aku kesini diperintah oleh bos. Kamu kenapa gak angkat telephone bos?" Ujar Alex sambil memainkan jari-jari tangannya.

__ADS_1


" Bos?! Memang ada apa bos mang... Astaga!!! Aku lupa." Angga dengan segera membersihkan dirinya secara cepat, kemudian ia pun bergegas untuk berangkat tanpa sarapan terlebih dahulu dan tanpa membawa ponsel yang semalam ia cas karna low. Angga benar-benar sudah panik karena bangun kesiangan.


" Hei, kamu lupa mengunci pintu kamar mu…!!" Teriak Alex. Angga masih saja berlari tanpa memikirkan Alex dibelakangnya. " Ais, dasar orang itu selalu saja begitu." Gumam nya. Alex kemudian mengunci kamar Angga dan menyusulnya.


__ADS_2