
"Tuan malam ini anda mau pulang atau ke apartemenn"tanya Bisma
"aku pulang saja..
siapa tahu nanti mereka pulang"kata Alven
"baik tuan.."kata Bisma
Bisma melajukan mobil menuju kerumah Alvendra..
"Bisma apa kamu mempunyai kekasih..?"tanay Alven
Bisma yang kaget dengan pertanyaan Alven menginjak rem mendadak..
"akkh..."teriak Alven
Biisma langsung menoleh kebelakang..
"maaf maaf tuan"kata Bisma
"apa kamu ingin aku mati hah"kata Alven
"ti tidak tuan"kata Bisma
:lalu kenapa kamu injak rem mendadak.."kata Alven
"sa saya kaget tuan maaf.."kata Bisma kemudian melajukan mobilnya kembali
Alven sudah malas berbicara dan akhirnya diam saja..
:kenapa tuan tiba tiba bertanya masalah seperti ini..
masalah yang tidak penting"kata Bisma dalam hatinya..
setelah 40 menit mereka sampai dikediaman Widjaja
*Alven masuk kedalam rumah..
"bik mama dan ayah belum pulang.."tanya Alven
"belum tuan muda..
sepertinya mereka menginap karena membawa koper"kata Pembantunya..
"hah..
bibik tahu mereka kemana"tanya Alven
"maaf tuan muda saya juga tidak tahu.."kata pembantunya..
"kalau begitu ..tolong katakan pada Bisma jangan dulu pulang..aku akan pergi lagi.."kata Alven
"baik tuan muda"kata pembantunya kemudian berjalan keluar menghampiri Bisma
Alven dengan cepat mengganti pakaiannya..
dan langsung menghampiri Bisma
"Bisma kita kedokter biasa.."kata Alven
"baik tuan.."kata Bisma
kemudian menyetir mobil menuju ke dokter keluarga Widjaja
1jam perjalan mereka sampai ..
bisma menunggu diluar dan Alven masuk kedalam sendiri...
kurang lebih 1 jam Alven keluar dari sana dan langsung masuk kedalam mobil..
"langsung pulang"kata Alvendra
"Bis...2hari kedepan aku tidak kekantor..
kamu gantikan saja dulu sementara"kata Alvendra
"baik tuan"kkata Bisma tanpaa bantahan
.
.
.
.
.
.
Rahma datang lebih pagi dari biasanya..
begitu juga semua teman teman Rahma
sedangkan para orang tua akan datang nanti..
Rahma bersama dengann semua teman temanya tengah mempersiapkan tempat duduk untuk para wali murid nanti..
Rahma tidak terlihat senang sama sekali..
wajahnya murung dan tidak bersemangat..
"Rahma kamu kenapa kamu sakit..?"tanya Sinta
Rahma memperlihatkan sedikit senyumnya dan menggeleng
__ADS_1
"tidak Sinta aku baik baik saja.."kata Rahma
Sinta memegang bahu Rahma dan menatapnya..
"Jangan berbohong kepadaku Rahma"kata Sinta
"aku memang tidak apa apaa Sinta"kata Rahma
"terserah"kata Sinta meninggalkan Rahma
Rahma menatap Sinta yang berlalu meninggalkanya..
Rahma melanjutkan pekerjaannya..
baru beberapa menit Sinta kembali lagi..
"Rahma maafkan aku..
tidak seharusnya aku pergi tadi"kata Sinta
Rahma tersenyum
"tidak apa apa Sinta..
nanti saja aku akan cerita tapi tidak disini"kata Rahma
"baiklah "kata Sinta..
mereka kembali mengerjakan bagiannya masing masingg
.
.
.
.
kini Rahma dan Sinta berada ditaman belakang sekolah..
karena acara akan dimulai 2jam lagi mereka masih punya waktu bersama..
"Sinta aku punya masalah yang cukup serius"kata Rahma
Sinta menatap tajam Rahma..
"apa..?"tanya Sintaa
Rahma menarik nafas panjang..
"sepertinya aku akan menikah setelah ini"kata Rahma
"apa..??
"dengan Anak ibu Lina..
dia yang memintaku untuk menikah dengan anaknya.."kata Rahma
"berarti kamu akan menikah dengan orang kaya Rahma..
bagaimana calon suamimu..
apakah dia tampan.."kata Sinta
"aku bahkan belum tahu dia seperti apa Sinta.."kata Rahma sedih
lantas apa yang membuatmu sedih Rahma..
"tanya sinta
"aku sebenarnya belum ingin menikah Sinta..
aku ingin kuliah dan bisa bekerja membiayai adik adikku nanti"kata Rahma terisak..
"kalau begitu kamu jangan menikah Rahma..
apa mereka memaksamu..
lalu apa kata ibumu tentang ini semua"tanya Sinta
"ibu sama sekali tidak memaksaku Sin..
ibu menyerahkan semua keputusan kepadaku..
tapi Sin..
kalau aku menolak ibu Lina..bukankah aku sangat tidak tahu diri Sin..
mereka donatur tunnggal dipanti IBunda
berkat jasa beliau juga kami dipanti tidak pernah merasa kelaparan"jelas Rahma
Sinta memeluk erat tubuh Rahma
"aku tidak tahu harus apa sekarang sinta"kata Rahma lirih didalam pelukan Sinta
Sinta melepas pelukannya dan memandang Rahma
"Rahma semua pilihan ada pada dirimu..
ikuti kata hatimu..
pikirkan yang terbaik untuk masa depanmu..
aku hanya bisa mendukung semua keputusanmu.."kata Sinta
__ADS_1
Rahma memeluk kembali Sinta dengan erat..
"sekarang hapus air mata ini ..
acara akan dimulai..tentu saja kamu tidak ingin mereka bertanya tanya kenapa kamu sedih bukan"kata Sinta
Rahma hanya mengangguk..
mereka berdua kemudian menuju ketoilet untuk mencuci wajahnya..
.
.
.
.
.
Rahma dan ibu Fatma duduk diruang tamu karena baru sampai dirumah..
"ibu Lelah.."?tanya Rahma
"tidak sayang..
nak..malam ini ibu Lina dan pak Agus akan datang lagi..
apa kamu sudah mengambil keputusan"tanya ibu Gatma
Rahma mengangguk..
"tapi buu Rahma belum yakin"kata Rahma
ibu Fatma tersenyum
"apapun pilihanmu ibu akan mendukungmu Rahma..
pikirkan yang terbaik untuk semuanya.."kata ibu Fatma
Rahma mengangguk..
kalau begitu ibu kebelakang dulu ya nak..
sekalian mau siapkan makan siang "kata ibu Fatma
ibu Fatma *kemudian masuk dan Rahma masih mematung disana..
"semoga saja keputusan yang akan aku ambil yang terbaik untuk adik adikku..
kalaupun nanti aku tidak bahagia yang penting adik adikku bisa sekolah tinggi dan bisa sukses nantinya.."kata Rahma dalam hatinya..
Rahma kemudian menyusul ibu Fatma dan membantunya....
setelah semua siap adik adik Rahma sudah berkumpul begitu juga dengan pak Ujang yang baru sampai dirumah..
seperti biasanya mereka makan dengan sangat tenang sampai makanan mereka habis..
Rahma terlihat murung tidak seperti biasanya..
namun adik adik Rahma memilih diam dan tidak banyak bertanya..
pikiran Rahma masih melayang kemana mana..
raganya memang berada disana tapi pikiran Rahma tidak berada disana..
Rahma masih memikkirkan keputusan yang benar untuknya ..
mereka selesai makan..
Rahma dengan sigap membereskan bekas makan mereka dibantu Dina dan Lulu..
"Din lihat ka Rahma kenapa.."kata Lulu
"entahlah..
aku perhatikan dari kemarin kak Rahma tidak sedang baik"kata Dina
"apa kita tanya saja"kata Lulu
"kita tau apa masalah orang gede Luu..
lebih baik kita diam saja"kata Dina
"hmm ..
tapi aku tidak tega melihat kak rahma seperti ini Di"kata Lulu..
"mau gimana lagi Lulu..
aku juga sebenarnya sedih...
tapi kita bisa apa Lu.."kata Dina
Lulu mengangguk dan kembali melanjutkan pekerjaanya..
Rahma kini berada dikamar..
dan duduk dikasurnya..
"jika aku menikah dengan anak bu Lina masa depan adik adikku akan lebih terjamin..lebih baik aku menikah ..
lagi pula kata ibu Lina aku masih bisa kuliah bukan nanti dan tidak perlu memikirkan biayanya..
semoga saja ini keputusan benar dan tidak akan mengecewakan"kata Rahma*
__ADS_1