
"Bagaimana sus ?"tanya Alven
"istri anda tetap tidak mau makan tuan"kata Suster
"baiklah terimaksih sus"kata Alven
Alven memaksakan diri untuk masuk kembali menemui Rahma
"Rahma"panggil Alven
tapi Rahma tidak menjawab Alven malah membuang muka
"Rahma aku mohon jangan seperti ini ..aku janji akan berubah "kata Alven dengan tulus
"memang kak Alven pernah merasakan jadi Rahma..
bagaimana perasaan Kak Alven jika kak Alven menjadi Rahma..
Rahma tidak mau hamil kak Rahma tidak siap dengan semua ini Rahma tidak siap "kata Rahma terisak
Alven meraih tangan Rahma dan menatap Rahma
"jangan begini Rahma aku janji akan berubah"kata Alan
"tidak kak Rahma tidak mau kak Alven terlalu jahat denganku Rahma tidak mau"kata Rahma terisak Alven mendekatkan tubuhnya dan memeluk Rahma
"aku janji Rahma aku akan berubah aku akan melupakan semua masa lalu yang buruk"kata Alven
namun Rahma melepaskan pelukan Alven
"jadi maksud kak Alven Rahma masih bersalah atas kecelakaan itu ?"tanya Rahma
"tidak Rahma kamu tidak bersalah lagi"kata Alven
"bahkan kak Alven saja masih belum percaya bukan kalau itu semua bukan kesalahan Rahma..
__ADS_1
kak Alven keluar Rahma mau istirahat"kata Rahma membuang muka dan membelakangi Alven
"tapi Rahma "kata Alven
"kak aku mohon keluar"kata Rahma dengan terpaksa Alven keluar meninggalkan Rahma untuk kedua kalinya..
Alven duduk didepan ruangan Rahma
"kenapa Rahma keras kepala sekali..
apa salah aku menginginkan bayi itu"tanya Alven pada dirinya sendiri
Alven terus berfikir sendirian diluar sedangkan Rahma masih terus menangis
"sekarang apa yang akan aku lakukan ..aku tidak percaya bahkan kak Alven masih menyalahkanku atas kecelakaan itu..dia sama sekali tidak peduli denganku..
aku sudah tidak ingin ada didunia "kata Rahma membenamkan wajahnya di bantal dan terisak..
sudah hampir pagi Rahma baru bisa tidur selain karena memikirkan dirinya dia juga masih saja muntah muntah namun karena bantuan infus Rahma tidak terlalu lemas seperti biasanya..
Alven masuk begitu melihat Rahma sudah terlelap..
dia duuduk disamping Rahma yang tengah tidur
"kasihan sekali Rahma kamu baru bisa tidur karena terus muntah semalaman"kata Alven dalam hatinya sambil memandang Rahma..
tok tok tok
"permisi "
"iya dok silahkan "kata Alven sambil berdiri
kemudian dokter memeriksa keadaan Rahma
tiba tiba Rahma terbangun
__ADS_1
dokter tersenyum melihat Rahma
"selamat pagi nona bagaimana keadaan anda ?"tanya dokter
"baik dok"jawab Rahma
"nona makan lebih banyak ya dan jangan lupa diminum vitaminnya"kata dokter
"iya dok"kata Rahma
setelah itu dokter keluar dari ruangan Rahma dan Alven mendekat ke Rahma
"Rahma makan ya"kata Alven lembut
"tidak "jawab Rahma
"makanlah Rahma sedikit saja apa kamu tidak lapar"tanya Alven
"tidak "jawab Rahma
"tentu saja perutku lapar sekalii "kata Rahma dalam hatinya namun enggan makan
"baiklah kalau begitu aku makan sendiri saja"kata Alven berpura pura karena mendengar suara perut Rahma
Alven sengaja makan disamping Rahma
Alven melahap makananya sedangkan Rahma melihat Alven dengan air liur yang penuh dimulutnya..
"enak sekali kak Alven makan perutku aduh lapar sekali"kata Rahma dalam hatinya
"apa benar kamu tidak mau makan ?"tanya Alven tersenyum
"yasudah berikan itu untukku kak "kata Rahma
"duduklah aku akan menyuapimu"kata Alven kemudian duduk lebih dekat ke Rahma
__ADS_1