Cinta Untuk Rahma

Cinta Untuk Rahma
pernikahan 2


__ADS_3

Rahma berjalan perlahan dengan berpegangan ibu dan juga Bapaknya..


*dengan langkah kecil dan pelan Rahma melangkah..


perasaan antara malu deg deg an gelisah dan juga takut ditambah sepatu yang tidak nyaman untuk kaki Rahma...


"nak..kamu jangan takut..lihat tidak begitu Ramai bukan hanya orang rumah saja.."kata ibu Fatma karena merasakan dinginnya tangan Rahma


"aku gugup buu"kata Rahma


"iya ibu tahu ."kata ibu Fatma


"nak..tetaplah tersenyum ya"kata bapak


"hemm"kata Rahma mengangguk..


mereka mulai menuruni tangga..


semua mata tertuju pada Rahma..


"lihat yah menantu kita cantik sekali"kata ibu Lina..


"benar ma.."kata Ayah


"Al lihatlah pengantinmu"kata mama


"hmm"tapi Alven tidak melihatnya ..


Al sibuk dengan ponselnya..


Bisma yang berdiri disamping Alvendrapun tidak luput memandang Rahma


"cantik sekali istri tuan muda"kata Bisma dalam hatinya..


Alven melihat kearah Bisma..


mata Bisma tidak berkedip sama sekali ..


Alven menyatukan alisnya..


"apa yang dilihat Bisma"kata Alven dalam hati dan mengikuti arah mata Bisma


Alven berdiri dan memandang Rahma dari ujung kaki sampai Rambutnya..


"cantik sekali.."kata Alven dalam hatinya..


matanya tidak berkedip mengikuti Rahma..


"Al berkediplah "kata Ayah menyadarkan Alven


Alven tidak menjawab ayahnya ..kemudian membuang pandangannya..


Alven melihat Bissma yang masih memandang Rahma..


"lepaskan saja matamu itu Bis.."kata Alven dingin


"ma maaf tuan muda.."kata Bisma kemudian menunduk..


"Al cepat ambil pengantinmu"kata mama


karena Rahma sudah sampai dibawah..


Alven kemudian berdiri dan menghampiri Rahma..


"kemarilah"kata Alven sambil mengulurkan tangannya..


Rahma melihat kearah ibu dan bapaknya..


ibu Fatma tersenyum dan mengangguk kecil..


Rahma meraih tangan Alven..


"dingin sekali tangan gadis ini"kata Alven dalam hatinya..


baru beberapa langkah saja jalan Rahma tidak seimbang membuatnya sedikit terhuyun hampir jatuh..tapi Tangan Alven memegang tubuh Rahma agar tidak jatuh..


Rahma hanya menunduk..mereka berjalan menuju kekursi..


kini Rahhma dan Alven duduk berdampingan..


Rahma sama sekali tidak berani menatap seseorang yang duduk disampingnya..


semua orang tampak senang..bahkan ada yang bertepuk tangan gembira setelah mereka resmi menjadi suami istri..


ibu Fatma menitikan air mata bahagianya...


"semoga pernikahanmu bahagia nak"kata ibu Fatma dalam hatinya mendoakan semua yang terbaik untuk rumah tangga Rahma..


Rahma tersenyum dengan wajah memerahnya..


diam diam Alven memperhatikan Wajah Rahma ..


senyum kecil terukir diwajah Alven ..


sedangkan yang tadinya Rahma tersenyum melihat air mata ibu Fatma yang mengalir Rahma juga ikut menangis...


.


.


.


.


.


setelah acara pernikahan selesai mereka mengobrol hingga malam..


bahkan semua orang disana belum berganti baju termasuk pengantinya..


setelah makan malam ibu Fatma dan pak Ujang berpamitan pulang


kini mereka semua berdiri di depan pintu mengantar ibu Fatma dan pak Ujang..


"ibu Fatma apa tidak sebaiknya menginap disini saja"kata ibu Lina


"tidak bu..


kasihan anak anak ..


nanti mereka mencari saya"kata ibu Fatma


"buu disinilah sebentar bu..


Rahma tidak mau ibu tinggal"kata Rahma

__ADS_1


"nak..


kamu sudah menikah jadi kamu harus bersama dengan suamimu"kata ibu Fatma


Alvendra tidak mengatakan apapun..


Alven hanya diam dan memperhatikan..


pak Ujang berjalan mendekat ke Alven


"nak bapak titip Rahma..


jaga dia "kata pak Ujang..


"iya pak.."kata Alven singkat tapi masih memberikan senyumnya..


"baiklah kalau memang sudah keputusan ibu dan bapak untuk pulang sekarang..nanti diantar supir"kata bapak Agus


"pak antarkan besan saya saampai tujuan ya"kata Agus kepada seorang supiir


"baik tuan"kata Supir tersebut..


Rahma memeluk Ibu Fatma


"buu Rahma bakalan kangen sama ibu..


ibu baik baik ya..


jaga kesehatan titip salam buat adik adik"kata Rahma ddengan terisak


"iya nak..


semoga pernikahan kalian bahagia ..


jadilah wanita yang baik..


jaga selalu rumah tangga kalian.."kata ibu Fatma


ibu Fatma dan pak Ujang masuk kedalam mobil dan melambaikan tangannya..


sampai mobil benar benar tidak terlihat mereka masuk kedalam rumah..


"Rahma sekarang istirahatlah dulu..


ganti pakaian.."kata ibu Liina


"baik bu.."kata Rahma


"Rahma mulai hari ini jangan panggil ibu ya..


panggil saja mama dan ayah seperti Alvendra memanggil kita"kata Lina


"baik bu..


eh ma "kata Rahma meralat kata katanya..


"Al bawa istrimu kekamar.."kata Mama


"baik ma.."kata Alven


Rahma berjongkok dan melepas sepatunya..


"kenapa dilepas sayang"tanya mama


"hmm..Rahma sebenarnya belum pernah pakai sepatu setinggi ini ma..


"hmm begitu..


bikk tolong ambilkan alas kaki untuk Rahma"ujar mama kepada salah seorang pembantunya..


pembantunya mengangguk dan berjalan mengambil alas kaki untuk Rahma


hanya beberapa menit dia datang kembali dan memberikanya kepada Rahma


"terima kasih biik"ucap Rahma


"sama sama nona muda"kaata bibik yang Rahma sendiri belum tahu namanya..


"yasudah naiklah nak..


Al ajak Rahma "kata mama


"iya ma..


ayo "kata Alven datar..


Alven berjalan dan diikuti Rahma dibelakangnya..


Alven membuka pintu kamarnya..


mata Alven menyapu setiap sudut ruangan tersebut...


"kenapa kamarku jadi seperti ini "kata Alven sambil berjalan masuk kedalam


Rahma melihat kamar tersebut..


"indah sekali"gumam Rahma dengan sedikit senyumnya..


Alven menutup pintu dan duduk disebuah sofa menggaruk kepalanya yang tidak gatal..


"jadi siapa tadi namamu"tanya Alven kepada Rahma


"Rahma mahreen fauziyah "kata Rahma


"tidak nama panggilanmu saja.."kata Alven


"Rahma kak"ucap Rahma sambil menunduk..


"hmm Rahma..


apa kamu terpaksa menikah denganku..?"tanya Allven membuat Rahma mengangkat kepalanya..


"tidak perlu kaget Rahma..


saya tahu mana mungkin gadis berusia 18 tahun mau menikah jika tidak dalam keadaan terpaksa..


apa yang membuatmu mau menikah denganku"kata Alven


Rahma hanya menatap Alven tidak menjawab apapun


"baiklah jika kamu tidak mau menjawab aku bisa mencari tahunya sendiri.."kata Alven


Sedangkan Rahma tidak menjawab apapun


bahkan Rahma tidak tahu apa yang harus dikatakanya..mana mungkin Rahma mengatakan jika dia terpaksa..itu akan membuat suasana semakin canggung..

__ADS_1


Alven berdiri dan membuka bajunya..


Rahma membulatkan matanya dan memutar badannya..


Allven sendiri belum sadar ada seorang gadis yang membelakanginya..


"Apa yang kamu lakukan.."tanya Alven


Rahma menggeleng


"tidak melakukan aapa apa .."kata Rahma tanpa membalik tubuhnya..


"kalau berbicara lihat orangnya "kata Alven


"apa kakak sudah pakai baju ."tanya Rahma


Alven menyatukan alisnya..kemudian berjalan mengambil kaos lalu dia pakai..


"sudah.."kata Alven


Rahma mengusap dadanya..lalu memutar badannya..


"kak saya pinjam kamar mandi


saya ingin ganti baju.."kata Rahma


"hmm..pakai saja"kata Alven sambil duduk diranjang


mata Rahma mencari sesuatu kesana kemari..


Alven yang biasa tidak sekamr dengan seseorang merasa risih..


"apa lagi yang kamu carii..


bukankah kamu mau ganti baju.."tanya Al


"hmm ..saya mencari baju ganti milikku kak..


tadi pagi sepertinya saya membawanya"kata Rahma


setelah hampir 15 menit Rahma mencari tapi tetap saja tidak ditemukan..


"kak saya keluar sebentar


"kata rahma


"hmm.."kata Alven tanpa melihat Rahma


Rahma keluar dari kamar ..untuk mencari barang barangnya..


"bikk nurr"panggil Rahma yang kebetulan bik Nurr lewat


"ada apa nona"kata biknur


"apa bibik melihat barang barang milikku..


sepertinya tadi pagi aku membawanya.."kata Rahma


"nona tadi pagi tidak membawa apapun kesini..


jangan jangan tertinggal nona"kata Biknur


"baiklah bikk kalau begitu terimakasih..maaf menganggu"kata Rahma


Rahma masuk kekamar dengan wajah kecewa


dan langsung masuk kedalam kamar mandi..


Rahma membersihkan wajahnya..


setelah keluar dari kamar Rahma tampak binggung..


karena melihat Alven yang berbaring diranjang..


Rahma memutuskan untuk duduk disofa


"kenapa tidak ganti baju..


apa terlalu senang mengenakanya sampai tidak mau ganti.."kata Alven


"bukan begitu kak..


saya tidak membawa baju ganti..


baju ganti saya tertinggal dihotel..


apa saya kesana saja mengambilnya.."kata Rahma menatap Alven


terlihat jelas wajah lelah Rahma


Alven mendengus dan berdiri memberikan kaos dan celana miliknya


"pakailah ini..


ini sudah tidak muat aku pakai"kata Alven


rahma tersenyum


"terimakasih kak "kata Rahma bergegas kekamar mandi dan mengganti pakaiannya..


10 menit Rahma selesai dan melihat Alven yang duduk disofa


"hahaahahaha.."Alven tertawa melihat Rahma


memakai bajunya padahal baju itu kecil tapi terlihat begitu besar ditubuh Rahma


Rahma menatap dirinya sendiri..dengan binggung


lihatlah dirimu seperti apa..


baju itu besar sekali dibadanmu"kata Alven


"apa kakak punya yang lain.."tanya Rahma


"tentu saja tidak..


sudah terima saja..


sekarang tidurlah disana..


biar aku tidur disofa ini"kata Alven


"tapi kak..


biar saya saja yang tidur disofa..

__ADS_1


kasur ini terlalu besar untuk saya"kata Rahma


"yasudah"kata Alven berjaln kembali kekasur dan Rahma menuju kesofa*..


__ADS_2