
Akhirnya setelah menempuh perjalanan panjang pak Agus dan istrinya sampai dirumah..
"akhirnya kita sampai yah..
ayo cepat kita masuk yah.."kata Lina
Agus dan Lina baru sampai didepan pintu..
tiba tiba pintu terbuka..
"mamaaaa"teriakk Alvendra dan berlari mengambil tangan Mamanya dan mencium tangan mama Lina berkali kali..
"mama maafkan Al ma..
mama dan ayah jangan pergi dari rumah lagi"kata Alven
"sudahlah Al mama lelah mama mau masuk dan istirahat"kata Lina masih berpura pura marah dan berjalan masuk kedalam begitu saja..
"yah maafkan aku yah.."kata Alven kepada ayahnya..
"iya Al ayah memaafkanmu"kata Ayah
"terimakasih yah.."kata Alven memeluk ayahnya..
"tapi mama yah"kata Alven
"nanti saja kamu coba minta maaf lagi Al.."kata ayah
Alven mengangguk dan ikut masuk kedalam ..
Mama Liina duduk dikamarnya..
"ma kenapa masih saja berpura pura pada Al"tanya Ayah
mama lina tersenyum
"nanti yah..
mama punya rencana lain..
mama masih ingin melihat perjuangan Alven"kata Mama
"yasudah terserah mama saja."kataa Aayah..
.
.
.
.
kini mereka bersiap makan siang..
Alven yang memang tidak kekantor sudah lebih dulu duduk diruang makan..
"yah kenapa sendiri mama mana.."tanya Alven yang melihat Ayahnya keluar dari kamar sendirian..
"mama sedang tidak ingin makan katanya"jawab ayah
"kenapa..bukankah mama belum makan.."?tanya Al
"entahlah Al"kata ayah
"kalau begitu Al saja yang panggil"kata Alven kemudian berdiri dan berjalan kearah kamar mamanya..
Alven membuka pintu perlahan dan melihat Linaa yang duduk melihat kearah luar jendela
"maa"panggil Alven
"hmm.."kata mama
"maa ayo kita makan ma..
nanti mama bisa sakit kalau tidak mau makAn"kata Alven
"buat apa mama makan Al..
biar saja mama sakit..
memangnya kamu masih peduli dengan mama"kata mama
"mama bicara apa..
sampai kapanpun aku akann selalu peduli dengan mama..
maafkan All ma.."kata Alven
"iya mama sudah memaafkanmu"kata mama maasih datar
"terimakasih ma..
__ADS_1
kalau begitu kita makan dulu ya ma.."kata Alven
"baiklah"kata mama kemudian berdiri dan berjalan lebih dahulu meninggalkan Alven
kini mereka bertiga makan bersama ..
tidak ada pembicaraan apapun disana selain saling menatap saja..
20 menit mereka selesai makan..
"Al mama ingin bicara denganmu.."kata mama
"iya maa"kata Alven kemudian berdiri mengikuti Mamanya dan ayah juga ikut mengekor..
mereka duduk diruang tengah..
"Al mama ingin kamu menikah"kata Mama
"iya ma nanti setelah Al punya kekasih Al akan menikah.."kata Alven
"tidak Al ..
mama sudah punya calon untukmu.."kata Mama
"haha
mama tidak usah bercanda"kata Alven tertawa
"Al mamamu sedang tidak bercanda"kata ayah
Al menghentikan tawanya dan menyatukan alis menatap mamanya..
"iya Al mama serius..
mama sudah punya calon istri untukmu.."kata mama
"siapa maa.."tanya Al
"namanya Rahma ..
dia anak yatim piatu dan tinggal di panti asuhan..
umurnya 18tahun dia anak yang cantik dan juga baik"kata mama
:apa mama ingin Al menikah dengan siapa tadi..
dan mama dia baru 18 tahun ..mama ingin aku menikahi anak kecil"dengus Alven
"apa yah 18 tahun bukankah memang masih anak kecil umur al 27 tahun maa dan menikah dengan anak umur 18 tahunn"kata Alvend
"Al dia memang masih sangat muda..
tapi sifatnya tidak kekanak kanakan seperti dirimu"kata mama
Alven benggong mendengar kata mamanya..
"benar kata mama..
Rahma gadis yang cantik baik rajin..
kamu pasti akan beruntung mempunyai istri seperti dia..
jangan memandang seseorang dari umurnya..
umur tidak bisa dijadikan titik kedewasaan seseorang..
pola pikirlah yang menjadi titik ukur kedewasaan seseorang ..
lihat saja diusiamu yang sekarang..
memang kamu sudah dewasa Al..
bahkan untuk bangun tidur saja kamu masih harus dibangunkan mamamu"kata ayah
"Al sudah dewasa yah...
al bisa bekerja dan bisa menyelesaikan semua masalah dikantor"kata alvend dengan bangga
"hahahah"
mama dan ayah kompak tertawa..
Alven terlihat binggung dan menatap kedua orang tuanya..
"kenapa mama dan ayah tertawa"tanya alven
"Al Al..
tidak ada seseorang yang mengatakan bahwa dia sudah dewasa kecuali dia memang masih kekanakan"kata mama membuat Alven terdiam..
"Al tidak ada penolakan ..
__ADS_1
kamu harus tetap menikah dengan rahma..
mama tahu pasti awalnya akan sulit..
tapi percayalah gadis itu gadis yang berbeda Al..dia tidak seperti gadis gadis lainya..
mama berharap kalian akan bahagia nantinya.."kata mama
"Tapi ma .."kata Alven
"Al Ayah tidak harus menjelaskanya dua kali kan.."?tanya Ayah..
Al menunduk..
"minggu depan kalian akan menikah.."kata mama
"apa minggu depan...?"tanya Alven menatap mamanya..
"iya minggu depan.."kata mama enteng
"tapi dia baru lulus dan lulus menengah atas saja"kata Allven mencoba mencari alasan
"lalu masalahnya apa..dia sudah bisa menikah umurnya diatas 17 tahun."kata mama
"kalau hanya lulus smk bagaimana nanti jika Al punya anak..dan bagaimana dia akan mengajari anak anak al nantinya..
bagaiman kalau dia kuliah dulu baru menikah.."kata Alven
"Dia akan kuliah juga walaupun sudah menikah"kata ayah
"tapi yah...
bahkan aku belum melihat dia seperti apa.."kata Alven
"sudahlah al jangan mencari banyak alasan"kata mama
Alven menundukk
Al kembali mengangkat kepalanya dan menatap mama serta ayahnya lalu menarik nafas panjangg
"baiklah Al setuju tapi ada syaratnya"kata Alven
ayah dan mamanya tersenyum
"apa Al."tanya mama
"Al mau pernikahan Al tertutup..
tidak ada undangan lain selain keluarga saja..bahkan anak buah Al dikantor tidak akan ada yang tahu apalagi media"kata Alven
"Al kamu keterlaluan..
apa kamu tidak ingin mengakui istrimu"kata ayah dengan nada sedikit meninggi
"aku bukan tidak ingin mengakuinya ..
tapi Al belum siap..
jika kalian setuju Al akan menikahinya kapanpun kalian mau..
tapi jika tidak setuju Al tidak akan menikah "kata alvendra
mama dan ayah saling menatap..
"baiklah mama setuju"kata mama
membuat alven menatap mamanya..All sengaja membuat syarat yang rumit agar mama dan ayahnya membatalkan pernikahannnya..
"tapi mama juga ada syarat untukmu"kata mama membuat Ayah daan alven kompak menatap mama
"apa lagi maa"tanya alven
..
"mama ingin kamu berjanji jangan pernah kamu sakiti Rahma..
buatlah kebahagian untuknya..
dan yang paling penting jangan sampai kamu berpisah dengan Rahma..
sayangi cintai dan lindungi dia
seperti kamu memperlakukan mama"kata mama
"kenapa mama sampai seperti ini kepada dia..
bahkan kami belum menikah ma"kata Alven
"Al dia anak yatim piatu mama tidak ingin dia menderita setelah menikah denganmu"kata mama
"Baiklah"kata Alvendra pasrah*
__ADS_1