
Alven berjalan kesana kemari menunggu dokter
setelah hampir 30 menit akhirnya dokter budi sampai dirumah Alven
"kenapa lama sakali ?"tanya Alven
"maaf Al saya kesulitan mencari rumahmu"kata dokter budi
"sudahlah cepat masuk dan periksa"kata Alven menunjukan kamar Rahma
"hmm "kata dokter berjaln masuk dan mendekat ke arah Rahma yang pingsan
dokter mulai membersihkan luka di kening Rahma dan membalutnya dengan sedikit perban kemudian memeriksa badan Rahma..
dokter menyuntikan sesuatu ketangan Rahma lalu memberikan obat..
"bagaimana ?"tanya Alven
dokter budi tersenyum
"kita bicara diluar saja Al "kata Dokter kemudian mereka berdua keluar dari kamar Rahma
lalu duduk disofa
"kenapa dia bisa terluka Al ?"tanya dokter
"terjatuh ditangga"kata Alven
"lain kali jangan sampai dia terjatuh lagi akan berbahaya untuk kehamilannya ,"kata dokter
"baiklah "kata Alven mengangguk
__ADS_1
"tunggu apa dokter bilang hamil ?"tanya Alven dengan kedua bola mata membulat
"iya dia hamil tapi saya belum memastikan usia kehamilannya kurang lebih baru sekitar 3 minggu"kata dokter
"bagaimana bisa dia hamil ?"gumam Alven pelan namun masih terdengar ditelinga dokter
"tentu saja bisa "jawab dokter
Alven hanya diam menyatukan alisnya
"tadi sudah saya kasih vitamin untuknya dan jaga makannya ..untuk memastikan usia kehamilannya ada baiknya dibawa kerumah sakit "kata dokter
"Rahma akan beristirahat dulu tapi kondisi kehamilanya baik baik saja tapi untuk wanita yang hamil usahakan jangan bekerja terlalu berat ..tadi aku menyuntikan obat agar dia lebih tenang"kata dokter
"baik dok terimakasih"kata Alven
"selamat ya Al ..jaga istri dan calon anakmu saya permisi"pamit dokter
Alven tersenyum kecil mendengar perkataan dokter
dan duduk disamping Rahma
"aku tidak menyangka ternyata kamu mengandung anakku "kata Alven sambil menyentuh kening Rahma dengan wajah tersenyum
"aku akan menjagamu ..maafkan aku telah berbuat kasar "kata Alven lirih dengan penuh penyesalan..
Alven masih setia menunggu Rahma yang masih tertidur namun sudah hampir 2 jam Rahma belum juga bangun
"kenapa Rahma belum bangun juga?"kata Alven gusar
Rahma perlahan membuka matanya ..
__ADS_1
mata Rahma terbuka penuh hal yang pertama kali dia lihat adalah Alven yang tengah tersenyum kearahn**ya
"kak Alven?"kata Rahma
"iya Rahma ini aku ."kata Alven lembut
"kak aku mau minum"kata Rahma
"iya ini minumlah"kata Alven mengambil segelas air sambil membantu Rahma duduk
"Rahma kenapa kamu tidak mengatakannya padaku?"tanya Alven setelah Rahma selesai minum
"mengatakan apa kak ?"Rahma bertanya kembali
"kamu hamil bukan tadi dokter mengatakannya padaku"kata Alven menatap Rahma
"a apa Rahma hamil ?"kata Rahma dengan air mata yang lolos begitu saja entah dia harus merasa senang atau sedih
"kenapa aku hamil bagaimana bisa aku hamil bagaimana mungkin aku hamil dengan suami yang bahkan tidak mencintaiku "Rahma berperang dengan hatinya air matanya jatuh semakin deras
"kenapa kenapa menangis Rahma apa yang sakit ?"tanya Alven panik
"Tidak Rahma tidak mau hamil Rahma tidak mau"teriak Rahma histeris
"kenapa Rahma aku akan bertanggung jawab kamu masih istriku "kata Alven
"tidak aku tidak mau hamil aku tidak mau kak Alven orang jahat Rahma tidak mau"teriak Rahma dengan kedua tangan memukul perutnya
"hentikan Rahma ini akan menyakitimu "kata Alven dengan menahan kedua tangan Rahma
"aku tidak mau tidak mau"tangis Rahma pecah Alven berusaha agar Rahma tidak menyakiti calon anaknya perlahan tangan Rahma yang tadinya bersikeras memberontak tiba tiba lemas dan Rahma kembali pingsan
__ADS_1
"Rahmaa bangun Rahma "panggil Alven..
.