
Alven segera Mengangkat tubuh Rahma menuju kemobil untuk membawanya kerumah sakit..
Alven menyetir mobilnya dengan kecepatan penuh..
setelah sekitar 15 menit mereka sampai dirumah sakit Rahma langsung masuk keruang UGD dan Alven menunggu diluar..
Alven mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Bisma..
"jadi Rahma belum tahu kalau dirinya hamil?
"tapi kenapa Rahma menolak kehamilannya ?
" apa dia benar benar tidak menginginkan seorang anak dariku?
"apa apa yang aku rasakan sekarang sedih atau harus senang..
"aku senang akan menjadi Ayah tapi kenapa aku jiga merasa sedih ada apa dengan diiriku??
"Alven tengah berperang dengan pikirannya sendiri banyak sekali pertanyaan di dalam otakknya
Alven berjalan kesana kemari didepan pintu UGD
*B*isma berlari menghampiri Alven yang tengah berdiri didepan pintu
"tuan ada apa tuan ?"tanya Bisma menghentikan langkah kaki Alven
"Rahma pingsan "kata Alven
"apa sebelumnya nona sudah sakit tuan ?"tanya Bisma
__ADS_1
Alven kemudian duduk diikuti oleh Bisma
"Rahma hamil Bis "kata Alven
"benarkah tuan..syukurlah tuann ..selamat tuan muda anda akan menjadi seorang ayah"kata Bisma antusias
Alven hanya tersenyum kecut
"terimakasih"kata Alven
kemudian dokter dan suster keluar dengan mendorong tempat tidur dimana Rahma terbaring
"bagaimana dok ?"tanya Alven menghentikan dokter
"keadaanya sudah baik baik saja tuan sekarang akan kami pindah kamar..anda bisa ikut saya dulu keruangan"kata Dokter
"silahkan duduk tuan"kata dokter Alven langsung duduk begitu juga dengan dokter
"istri anda tengah hamil muda kondisinya sangat lemah ..usahakan jangan terlalu banyak pikiran karena tidak bagus untuk janinnya.."kata dokter
"iya dok "kata Alven
"usahakan istri anda makan yang cukup dan minum vitamin dengan teratur agar memulihkan kondisinya"kata dokter lagi
"dok tapi dia sering muntah muntah"kata Alven
dokter tersenyum
"nanti akan saya berikan obat agar tidak terlalu mual..tapi obat sebagus apapun biasanya akan percuma karena hal itu sudah lumrah untuk wanita hamil..
__ADS_1
untuk sementara istri anda dirawat dulu agar tenaganya pulih dan juga ada luka dikepalanya agar sembuh dulu"kata Dokter
"baik dok kalau begitu saya permisi terimakasih"kata Alven kemudian keluar
Alven berjalan menuju kekamar Rahma karena Bisma sudah memberitahukan lewat pesan singkat kepada Alven dimana kamar Rahma jadi Alven tidak kesulitan mencari dimana kamar Rahma
"bagaimana Bis?"tanya Alven kapada Bisma yang tengah berada diluar kamar
"maaf tuan saya belum masuk "kata Bisma
"baiklah aku masuk terimakasih..kamu istirahatlah untuk sementara kamu gantikan aku dikantor"kata Alven
"baik tuan"kata Bisma kemudian pergi meninggalkan Alven
Alven masuk kedalam ruangan Rahma
Rahma masih memejamkan matanya kemudian Alven duduk disamping Rahma menatap wajah cantik Rahma yang pucat..
"Rahma bangunlah aku menunggumu?"kata Alven menggenggam erat tangan Rahma
sampai jam makan malam tiba Rahma masih belum membuka matanya
Alven memesan makanan untuknya sendiri Karena Rahma belum membuka matanya sama sekali
begitu makanan sampai Alven berpindah kesofa dan melahap makanannya disana sambil sesekali melihat Rahma yang masih setia terpejam..
Alven makan dengan sangat cepat kemudian kembali duduk disamping Rahma sambil menggengam tangan Rahma..
"aku tidak akan meninggalkamu Rahma aku janji"kata Alven kemudian meletakan kepalanya tepat disamping tubuh Rahma..
__ADS_1