Cinta Untuk Rahma

Cinta Untuk Rahma
sampai dikota


__ADS_3

Malamnya pak Ujang sudah mematikan semua alat pendingin dikamar ..


mereka tidak terbiasa menggunakan Ac..


jadi mereka memilih mematikannya..


mereka makan malam dikamar


tanpa mereka minta ternyata sudah diantar makanan..


pak Agus sudah mengatur semua kebutuhan mereka..


Didalam kamar tersebut ada 2 ranjang..


pak Ujang tidur sendiri dan ibu Fatma bersama dengan Rahma..


"kasurnya begitu nyaman kan bu"kata Rahma


"iya nak.."kata ibu Fatma


"nanti kalau Rahma sudah lulus kalau suami Rahma mengijinkan Rahma kerja ..


aku mau kerja bu..


nanti uangnya buat renovasi panti dan beli kasur yang lebih bagus dari pada yang dirumah"kata Rahma


"tidak perlu nak..


ibu sudah nyaman dengan yang ada..


begitu juga adik adik..


oiya nak..


minggu depan akan ada yang mengadopsi adikmu..akan ada 3 anak nanti yang di ambil"kata Ibu Fatma


"benarkah..syukurlah bu..


aku turut senang mereka akan punya orang tua.."kata Rahma


"iya nak..


sekarang tidurlah..


besok hari pernikahanmu..kamu harus cukup tidur"kata Ibu Fatma


Rahma hanya mengangguk..


ibu Fatma kemudian memakai selimut dan mulai terpejam


sedangkan Rahma tidak bisa tidur..


Rahma berjalan mendekat ke jendela ..


"indah sekali kota ini dari sini.."gumam Rahma


"besok aku akan menikah..


apa yang akan aku lakukan..


bahkan berpacaran saja belum pernah"kata Rahma dalam hatinya..

__ADS_1


dan Rahma masih duduk disana dengan berbagai pertanyaan didalam pikirannya..


.


.


.


.


.


.


tok tok tok..


"masuk saja.."kata Alvendra dari dalam kamar .


Al.."panggil Ayah..


"hmm ada apa yah.."kata Alvend


"kenapa belum tidur..


istirahatlah lebih awal besok kamu akan menikah.."kata Ayah


"iya nanti juga aku akan tidur yah"kata alvend


"Al ayah hanya berpesan agar kamu perlakukan dengan baik nanti istrimu"kata ayah


"yah..


aku tidak mencintai dia yah..


kalau ayah jadi aku apa ayah bisa menikah dengan gadis yang sama sekali tidak ayah kenal..


Jangankan kenal melihatnya saja belum pernah..


Al tidak bisa berjanji yah..


bahkan Al saja belum percaya kalau mau menikah..


istri..bahkan membayangkannya saja belum pernah.."kata Alven


"ayah paham Al..


tapi kamu harus tahu..


gadis itu baik cantik..pilihan mama dan juga Ayah..


ayah yakin dia gadis yang baik..


tidak ada orang tua yang akan menjerumuskan anaknya Al"kata ayah


"tetap saja kalian memaksakan Al..


kehidupan Al seharusnya Al sendiri yang memilih bukan kalian"kata Alven


"tapi Al.."kata ayah


"sudah cukup yah..

__ADS_1


aku.mau istirahat.."kata Alvend


Agus kemudian keluar dari kamar Alvendra


Setelah ayahnya keluar Alven langsung mengambil beberapa butir obat tidur dan meminumnya..


"lebih baik aku tidur..


aku tidak mau memikirkan apapun ..


menikah menikah...


terserah saja"teriak Alven


..


.


.


.


.


"maa.."kata Agus


"iya yah ada apa.."kata Lina


"ma


sepertinya Alven tidak menerima pernikahanya ma..


ayah takut Alven akan menyakiti Rahma.."kata Agus


"ayah tenang saja..


aku akan menjaga Rahma nantinya..


Alven tidak akan bisa menyakiti Rahma selagi ada mama.."kata Lina


"kamu tahu sendiri bukan ma..


Alven sangat dingin kepada semua orang..


dia akan bersifat lembut jika dengan kita saja..


aku takut Rahma akan tersiksa nantinya"kata Agus


"mama akan berusaha menjaga Rahma


mama akan selalu dekat dengan Rahma nanti agar Rahma merasa nyaman..


nanti juga lama lama Alven akan suka dengan Rahma ..


cinta akan tumbuh beriringnya waktu "kata Lina


"hmm baiklah ma..


aku serahkan dengan mama saja..


semoga keputusan kita menikahkan Rahma dengan Al adalah hal benar"kata Agus

__ADS_1


"hmm.iya ma"kata Mama


__ADS_2