
"Apa salahku sampai sampai dia membenciku ..
kenapa bisa aku menikahi dia..
dia begitu jahat..
siapa orang tuanya"kata Rahma dalam hati dengan Air mata mengalir dipipinya Rahma duduk dibawah dengan mengusap lenganya yang sakit ..
"ibu kenapa bisa begini bu..apa salahku"gumam Rahma terisak dan berjalan keluar dari kamar tersebut..
sedangkan Alven langsung memejamkan matanya begitu mengatakan kata kata nya kepada Rahma
Rahma masuk kedalam kamar lainnya..
Rahma duduk diatas tempat tidur menekuk kedua kakinya dijadikan penopang kepalanya
"ibu bapak kenapa Rahma bisa begini bu..
dimana kalian Rahma membutuhkan kalian"kata Rahma dengan terisak..
"aduh kenapa dengan kepalaku"kata Rahma menyentuh kepalanya yang sakit..
Rahma masih menyentuh kepalanya dan membaringkan badannya di ranjang
dan dengan perlahan mulai memejamkan matanya
.
.
.
.
__ADS_1
Matahari sudah bersinar cukup tinggi Alvendra baru bangum dari tidurnya
"*kepalaku pusing sekali"gumam Alvendra sambil menggeliatkan badannya..
"pasti karena aku minum semalam"kata Alven lalu duduk setelah nyawanya berkumpul jadi satu Alven bangun menuju kekamar mandi
sekitar 20 menit Alven dikamar mandi
"tidur dimana wanita itu"gumam Alven sambil berpakaian dan berjalan keluar dari kamar
Alven membuka pintu kamar yang tepat berada disampingnya
"tidak ada"gumam Alven dan berjalan ke arah dapur
"sedang apa kamu disini"tanya Alven datar
Rahma dengan cepat memutar badannya
"ma maaf tuan saya sedang memasak"kata Rahma
Rahma menunduk Air mata Rahma lolos begitu saja
"tuan sebenarnya apa salah saya?"tanya Rahma dengan suara lirih
"banyak"kata Alven
"apa tuan bahkan saya tidak mengingatnya"tanya Rahma
"kamu salah sudah menikah denganku..
karena kamu mau menikah denganku aku kehilangan kedua orang tuaku"kata Alven tepat didepan wajah Rahma sedang Rahma hanya diam dengan air mata yang terus mengalir
Alven menyentuh dagu Rahma dengan erat dan mendongakkan kepala Rahma kini Alven menatap tajam Rahma
__ADS_1
"kenapa kamu tidak ingat ha..
orang tuaku Agus Widjaja dan Lina Widjaja yang sudah meninggal karena dirimu..
bahkan ibu Fatma dan Bapak ujang juga meninggal itu semua karena kesalahanmu"kata Alvendra kemudian melepas kasar tangannya dari dagu Rahma
"tidak ini tidak mungkin"kata Rahma
"kamu tidak percaya untuk apa aku berbohong
Lihat ini foto makam mereka"kata Alven memberikan ponsel dan disana ada foto makam orang tuanya dan juga makam Ibu Fatma dan pak Ujang
Rahma menerima ponsel itu dengan tangan bergetar dan melihatnya
"tidak ini tidak mungkin ibu bapak ini tidak mungkinn"kata Rahma berteriak dan menangis
"aduh kepalaku kenapa dengan kepalaku"kata Rahma kesakitan dan menyentuh kepalanya
brukk...
Rahma pingsan dan tubuhnya terjatuh dilantai
Alven mendekat ke pada Rahma dan menatapnya tersenyum sinis
"aku harap kamu cepat mengingat semuanya "kata Alven kemudian berjalan meninggalkan Rahma dilantai dapur tanpa berniat menolongnya
Alven kembali kekamar dan berganti pakaian
karena akan kekantor
Alven berjalan keluar dari kamar dan melihat Rahma yang masih tergeletak dilantai ..
lagi lagi Alven hanya tersenyum sinis dan berjalan kembali meninggalkan Rahma
__ADS_1
Alven pergi dari rumah semua pintu dan jendela dikunci oleh Alven serta ada beberapa penjaga diluar rumah Agar Rahma tidak kabur dari rumah
Alven mengendarai mobil sendiri menuju ke kantornya