
"Apa kak Alven benar benar membiarkanku disini..ini sudah malam bahkan tidak ada lampu kenapa kak Alven tega sekali."kata Rahma duduk tepat di depan pintu
"Hoamm."Rahma menguap kemudian merebahkan badannya tanpa alas apapun..
*Rahma sudah mulai memejamkan matanya..
meskipun tidur tanpa alas Rahma masih bisa tidur dengan nyenyak..
kini Rahma tidur diloteng paling atas rumah mereka..
sedangkan Alven tidur dengan nyenyak di dalam rumah dengan ranjang dan selimut yang menghangatkan tubuhnya..
pukul 02.00 dini hari
Rahma membuka matanya perlahan karena merasakan ada air menetes ..
Rahma mengusap matanya berkali kali..
"Air apa ini."kata Rahma sambil duduk dan menatap langit..
"Hujan."gumam Rahma
kemudian berdiiri dan mengetuk pintu dengan keras
"Kak kak Alven tolong biarkan Rahma masuk kak."teriak Rahma
Rahma masih mengetuk pintu berkali kali berharap Alven membuka pintu..
"Kak Alven tolong biarkan Rahma masuk kak,buka pintu"teriak Rahma sekuat tenaganya..
"Apa kak Alven sudah tidur..
tuhan tolong jangan hujan ."kata Rahma dalam hatinya dan menatap ke langit..
__ADS_1
Rahma masih terus mengetuk pintu tapi tiba tiba saja hujan turun dengan deras
Rahma duduk dan menundukan kepalanya
"Ibu tolong Rahma bu."kata Rahma Air matanya juga turun bersama dengan air hujan
"Siapapun tolong aku"kata Rahma dengan suara lirih
"Duarrr
"Duarr
"Duarrr
suara terdengar begitupun kilat terlihat jelaa dari loteng dimana Rahma duduk
"Tolongg."teriak Rahma dengan kencang sampai dia pingsan disana..
badan Rahma basah kuyup dia pingsan di bawah air hujan yang masih terus turun..
"akh petir mengagetkanku saja."kata Alven kemudian merebahkan badannya lagi..
Alven memejamkan matanya..
"Apa diluar hujan ya kenapa ada petir."pikir Alven masih dengan mata tertutup..
Alven kembali bangun dan berjalan melihat keluar jendela..
"Benar hujan ."kata Alven
"Sial wanita itu takut hujan."kata Alven
"Terserah apa peduliku."kata Alven kembali merebahkan badannya diranjang dan memejamkan matanya..
__ADS_1
*Alven membolak balikkan badannya tapi tidak bisa tidur..
"Kenapa aku memikirkanya?."kata Alven pada dirinya sendiri
"Akh sial lebih baik aku lihat saja dia."kata Alven kemudian berjalan dengan langkah cepat menuju ke loteng dimana Rahma ber ada..
Alven membuka pintu dengan pelan dan langsung melihat Rahma yang sudah tergeletak di bawah guyuran hujan..
Alven berlari dan mengangkat tubuh Rahma
"Bangun Rahma bangun."Alven berjalan sambil mencoba membangunkan Rahma
*Alven meletakan tubuh Rahma perlahan diatas Ranjang..
"bajunya sudah basah semua apa hujan tadi sudah lama."kata Alven
"Bik Nur bik Nur.."teriak Alven
"Sial bik Nur sudah pergi tadi"Alven mengusap Rambutnya Kasar
Alven mencoba memberi minyak angin dan membangunkan Rahma tapi Rahma tidak kunjung Sadar..
"Kenapa dia tidak bangun bangun..
dia bisa bertambah sakit kalau bajunya tidak segera diganti"kata Alven memandang wajah Rahma yang pucat
Alven mengambil baju ganti untuk Rahma..
Alven mendekat ke Rahma menatap dalam wajah Rahma yang pucat karena dingin dan juga ketakukannya..
Alven menyingkapkan Rambut Rahma yang menutup wajahnya..
Alven dengan perlahan mencoba melepas baju yang menempel ditubuh Rahma..
__ADS_1
"Tidak aku tidak peduli sekalipun dia mati."kata Alven berdiri dan menghentikan tangannya yang baru saja mulai melepas baju Rahma*..