Cinta Untuk Rahma

Cinta Untuk Rahma
keputusan Rahma 2


__ADS_3

Tokk tok tok..


"buu sepertinya ada yang datang"kata Rahma


"iya nak..


ibu kedepan dulu nak..


kamu rapikan saja dulu ini ..


lulu dina bantu kakakmu ya"kata ibu Fatma


"baik buu"kata mereka bersamaan.


Rahma kemudian membereskan piring dan perlatan makan lainya..


yaa mereka baru selesai makan malamm..


baru beberapa menit diluarr ibu Fatma masuk kembali..


"Rahma diluar ada ibu Lina dan suaminya..


nanti sekalian bawakan minum untuk mereka"kata ibu Fatma


"baik buu"kata Rahma dengan senyumnya..


ibu fatma mengusap kepala Rahma dan tersenyym kemudian berjalan keluar..


"LuLu Dina kakak kedepan dulu ya kalian lanjutkan ini setelah itu ajak adik adik tidur.."kata Rahma


:siap kakak"kata Lulu dan Dinaa bersamaan


*Rahma membuat 2 gelas minuman setelah itu Rahma berjalan keluar menuju ruang tamu..


Rahma terlihat sangat gelisah tetapi berusaha membuang Rasa gelisahnya..


"silahkan diminum bu Lina pak Agus"kata Rahma sambil menaruh minumannya..


Rahma kemudian duduk di samping ibu Fatma..


"Rahma apa kabar..


bagaimana acara hari ini .."tanya ibu Lina mencairkan suasana..


Rahma tersenyum..


"baik bu..


dan acara hari ini juga lancar.."kata Rahma


ibu Lina mengangguk..


"nak..


tentu kamu tahu bukan niat kedatangan kami kesini.."kata Ibu Lina


Rahma mengangguk..


"Lalu bagaimana nak..


apa kamu sudah mempunyai keputusan.."tanya ibu Lina..


"iya buu sudah.."kata Rahma


ibu Lina tersenyum menatap suaminya..


"Lalu apa keputusanmu nak.."kata ibu Lina


Rahma menatapp pak Ujang dan juga ibu Fatma


kemudian beralih menatap ibu Lina..


"saya setuju buu dengan tawaran ibu..


yang penting masa depan adik adik Rahma terjamin nantinya.."kata Rahma


"iya nak..


ibu akan membiayai adik adikmu ..


dan ibu berharap rumah tanggamu kelak akan bahagia sayang.."kata ibu Lina


Rahma tersenyum dan mengangguk


"iya bu.."kata Rahma


kalau begitu kami permisi dulu ya bu Fatma dan "pak Ujang.."kata ibu Lina


"kenapa buru buru bu Lina"tanya ibu Fatma


"iya buu..kami ingin segera memberi tahu anak kami kabar gembira ini.."kata ibu Lina


"oh begitu.."kata ibu Fatma


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


setelah ibu Lina dan pak Agus pergi ibu Fatma dan pak ujang menghampiri Rahma


Rahma.."panggil pak Ujang..


"iyya pak.."kata Rahma


"nak..


apa kamu sudah yakin benar dengan keputusanmu..


menikah bukan hal yang main main nak..


menikah itu kalau bisa 1 kali seumur hidup nak..


apa kamu sudah siap menjadi seorang istri nak.."tanya pak Ujang


"Rahma siap pak..


apapun resikonya..


yang terpenting masa depan adik adik terjamin..


rahma tidak peduli jikalau nanti Rahma tidak bahagia dengan pernikahan Rahma tapi Rahma akan tetap bahagia melihat adik adik Rahma berhasil"kata Rahma


"nak..


kamu tidak boleh mengorbankan kebahagianmu..


ibu akan sedih jika nanti kamu tidak bahagia sayang"kata ibu Fatma


"ibu tenang saja..


ibu Lina dan pak Agus sangat baik..


Rahma yakin anaknya juga pasti orang baik bu..


ibu doakan saja aku bahagia nanti."kata Rahma


"Rahma..


setelah kamu menikah jika ada masalah jangan segan untuk berbicara kepada kami ..


''kata pak Ujang


"iya pak.."kata Rahma


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"yah kita pulang sekarang saja"kata mama


"sekarang ma..


mama tidak salah ini sudah malam..


ayah tidak mau besok saja.."kata Agus


"tapi yah..


mama sangat ingin bicara dengan Al"kata mama


"tahan saja sampai besok..


kita besok pagi pagi berangkat..


kata Alex hari ini Al juga tidak kekantor..


besok juga pasti anak itu dirumah.."kata Agus


mama mendengus


"baiklah.."kata mama


kini Agus dan Lina tengah menuju ke penginapan..


sudah 3 hari Lina dan Agus disana tanpa memberitahu kepada Alvendra..

__ADS_1


.


.


.


"paagi pagi sekali Lina dan suaminya sudah bangun dan akan pulang kerumah..


matahari bahkan belum menampakan sinarnya..


tetapi wajah Lina dan juga Agus terlihat lebih cerah karena perasaan mereka yang begitu senang membuat wajah yang tidak muda lagi itu nampak bersinar..


suasana hati seseorang memang bisa membuat sesuatu berbeda ..


"pak cepat sedikit.."kata Linana


"iya nyonya"kata supir


"jangan dengarkan dia pak..


hati hati saja yang penting kita sampai dengan selamat.."kata Agus


"ayah kenapa sih..


memangnya ayah tidak ingin cepat cepat sampai dirumah"kata Lina


"tentu saja aku ingin ma..


tapi dengan mengendari mobil lebih kencang yang ada kita bukan pulang kerumah widjaja tapi kita akan pulang kerumah Tuhan"kata Agus


"jangan bicara sembarangan"kata Lina


"ya kalau tidak mau hal buruk terjadi lebih baik kita hati hati saja yang penting kita bisa sampai dirumah dengan selamat"kata Agus


iya sudah kalau begitu..


"pak hati hati saja.."kata Lina lagi


"baik nyonya.."kata supir ..


"yah.."kata Lina


"hmm"kata Agus


"kalau nanti kita meninggal aku juga ingin dimakamkan di makam dekat ibu dan bapakmu saja yah.."kata Lina


"kenapa tiba tiba mama bicara seperti itu.."tanya Agus


"ya ayah sih tadi bilang begitu mama jadi ingat mati"kata Liina


"ya tapi gak baik ma ngomong seperti itu.."kata Agus


kalau Al sudah menikah mama meninggal jugga pasti dalam keadaan tenang yah..betul kan


Lagi pula umur tidak ada yang tahu"kata Lina


"iya memang ma..


kalau al sudah menikah kita lebih tenang..


semoga saja Al mau menikah dengan Rahma nanti"kata Agus


"pasti mau yah..


kan sudah perjanjian kita"kaat Lina


"tapi ma..


kalau Alven mau tapi dalam keadaan terpaksa bagaimana..


ayah kasihan nanti kalau Rahma akan menjadi korban"kata Agus


"cinta ada karena terbiasa yah..


lagi pula laki laki mana yang tidak suka dengan Rahma..


dia gadis yang cantik Rajin dan lihat saja walaupun dia dibesarkan dipanti asuhan tapi attitudenya begitu manis"kata Lina


"semoga saja mereka akan bahagia jika menikah nanti"kata Agus


"memang harus..


mereka harus bahagia..


apalagi Rahma..


aku berharap Alven akan mencintai Rahma walaupun memang pasti awalnya akan ada penolakkan tapi mama yakin..


alven akan suka dengan Rahma.."kata Lina


Selama diperjalan Lina dan Agus terus saja membicarakan Rahma dan Alven..


padahal Alvendra bahkan belum tahu sama sekali tentang masalah ini..


yang Alven tahu hanya orang tuanya marah dengan dirinya dan akhirnya membuat mama dan ayahnya tidak pulang..


tidak terlintas sedikitpun dipikiran Alvendra bahwa orang tuannya pergi karena ingin melamar Wanita..


tapi ibu Lina dan pak Agus mempunyai pendirian yang kuat untuk bisa membuat Alven menurut kepadanya..

__ADS_1


ibu Lina dan pak Agus sangat yakin jika Rahma akan menjadi istri yang baik untuk Alvendra..


ibu Lina dan pak Agus sudah jatuh cinta akan sifat Rahma dari awal*..


__ADS_2