
Lusa adalah hari dimana Alvendra akan menikah bahkan mereka belum bertemu satu sama lain..
Dirumah Widjaja sudah datang orang orang dari pihak WO untuk mendekor sederhana ..
dari pakaian dan apapun keperluan pernikahan mama Alven yang menyiapkan ..
bahkan Bismapun ikut membantu mama Alven..atas permintaan mama Alven
sedangkan Alvendra sudah tidak diijinkan keluar rumah oleh mamanya..
membuat Alvendra semakin suntuk..
Al hanya akan keluar kamar saat jam makan saja..selebihnya Alven malas keluar karena melihat orang orang tengah sibuk untuk acara pernikahannya...
memang acara ini tidak didatangi banyak orang..
tapi mama Alven tetap menginkan pernihakan yang berkesan untuk anaknya..
Lina sudah membayar semua orang WO agar tutup mulut rapat rapat masalah ini..
Lina menyewa penata rias paling ternama dikota itu untuk acara pernikahan Alven dan juga Rahma..
"semua sudah beres"ujar Lina pada dirinya sendiri..
"nyonya kamar pengantin dimana...?"tanya petugas WO
"oh iya saya lupa..
mari ikut saya keatas ..
kamarnya ada diatas"kata Lina kemudian berjalan menuju kekamar Alven..
"Al Alvendra.."panggil Lina sambil mengetuk pintu..
"hmm masuklah ma tidak dikunci"kata Alven dari dalam..
"kalian tunggu disini sebentar ya"kata Lina pada petugas WO
"baik nyonya.."kata mereka..
Lina masuk kedalam..dan duduk disamping Alven yang sedang berbaring diranjang..
"Al kamu keluar lah dulu dari kamar..
kamu pakai kamar yang lain dulu"kata mama
Alven duduk dan mengerutkan Alisnya..
"kenapa maa"tanya Alven
"Al petugas WO akan menghias kamarmu..
jadi kamu pergi dulu dari sini..
untuk sementara tidurlah dikamar lain ..
banyak bukan kamar kosong"kata mama
"tidak perlu ma untuk apa..
Al tidak mau"kata Alvendra
Lina membuang nafas kasar..
terserah jika tidak mau keluar.."kata Lina berjalan membuka pintu kamar Alven
"pak masuklah disini kamar pengantinya..
jika dia menganggu kalian usir saja anak itu..
diikat juga boleh "kata Lina sambil menunjuk kearah Alven dan para petugas tertawa kecil melihatnya..
"Jangan tertawa"kata Alven dingin
"Al mereka bukan anak buahmu..
mereka disini karena mama..
awas saja kalau kamu berani mengusir mereka.."kata mama
"tapi ini kamarku maaa"kata Alven
"sudah pak kerjakan saja tugas kalian"kata Lina yang tidak menjawab Alven malah pergi meninggalkan Alvendra disana
beberapa petugas WO mulai masuk kekamar Alven dan mulai bekerja..
"hei hei kalian hentikan"kata Alven tapi sama sekali tidak menghentikan mereka semua..
"hai kalian semua tidak mendengarku hah.."kata Alven
karena sama sekali tidak mendapat tanggappan dari orang orang Alven akhirnya diam dan memilih keluar dari kamar..
Al masuk kekamar lain dan menutup pintu dengan membantingnya..
"arghh"teriaak Alven
"mama seenaknya saja denganku"dengus Alven...
"Al kamu jangan tidur dikamarmu malam ini..
dan besok..
__ADS_1
setelah kamu menikah baru kamu tidur dikamar"kata mama yang tiba tiba didepan pintu..
"hmm"Saut Alven malas
.
.
.
.
.
.
selesai Makan malam Rahma langsung pergi kekamar karena harus mengemas pakaian..
ibu Fatma kemudian menyusul Rahma kekamar..
"buu..setelah ini apa Rahma tidak kembali kesini"tanya Rahma
ibu Fatma
mendekat ke rahma dan membelai kepala "Rahma
kamu masih boleh kesini sayang..
nanti minta ijinlah dengan suamimu nanti.."kata ibu Fatma
Rahma memeluk ibu Fatma..
"buu maafkan Rahma ..
belum bisa membuat ibu bangga dengan Rahma"kata Rahma
"nak...
ibu sudah bangga dengamu sayang..
jadilah istri yang baik sayang..
jaga selalu rumah tanggamu..
kita hidup hanya satu kali..
mati satu kali ..
dan kalau bisa menikahpun cukup satu kali..
selalu jadilah wanita yang kuat..
selalu berusahalah menjadi istri yang baik untuk suamimu nanti sayang..
jangan pernah memendam apapun dari ibu ya Rahma..
jika ibu bisa membantumu..ibu akan membantumu..tidak ada rumah tangga yang tidak ada cobaannya Rahma..
setiap rumah tangga pasti selalu ada masalah..
tergantung bagaimana kita bisa melewati cobaan itu..
"kata ibu Fatma
Rahma mengangguk dan kembali memeluk ibu Fatma dan terisak..
"sudah hapus air matamu sayang.."kata ibu Fatma menghapus air mata Rahma
"sini ibu bantu mengemas barang barang yang ingin kamu bawa.."kata ibu
Rahma sedikit tersenyum
"iya bu.."kata Rahma
Rahma dibantu ibu Fatma mengemas barang barang yang ingin dibawa oleh Rahma
tidak terlalu banyak memang..karena Rahma tinggal dipanti baju baju yang sudah tidak muat ditubuh rahma akan dipakai lagi untuk adik adiknya..
setelah 30 menit Rahma dan ibu Fatma selesai..
hanya 1 ransel dan 1 kardus tidak terlalu besar..
"selesai."kata Rahma
"iya sayang..
sekarang istirahatlah..
besok kita akan berangkat"kata ibu Fatma
"bu bagaimana dengan adik adik ..apa mereka akan ikut"kata Rahma
"tidak sayang..
ibu tidak mau merepotkan mereka ..
kamu tidak keberatan bukan kalau adik adik tidak ikut "kata ibu Fatma
"tidak buu..aku ikut ibu saja bagaimana baiknya.."kata Rahma
"iya sayang.."kata Ibu Fatma
__ADS_1
"ibu sudah pernah pergi kekota sebelumnya.."tanya Rahma
"dulu sebelum ibu menikah ibu sempat bekerja dikota tapi tidak lama nak.."kata ibu Fatma
"benarkah..?
ini pertama kalinya Rahma kekota bu..
tapi bukannya untuk bekerja tapi malah menikah"kata Rahma
"apa kamu menyesal sayang..."tanya Ibu Fatma
Rahma tersenyum
"tentu saja tidak bu..
Rahma sangat senang..
karena dengan Rahma menikah..adik adik juga akan merasakan pendidikan sampai tinggi nantinya dan tidak perlu memikirkan biaya lagi.."kata Rahma..
ibu Fatma menitikan air mata..
"ibu berharap pernikahanmu bahagia Rahma..
jika pernikahanmu tidak bahagia ibu adalah orang yang salah di sini"kata ibu Fatma
"ibu..ibu bicara apa..
Rahma akan bahagia bu..
begitu juga ibu bapak dan adik adik.."kata Rahma memeluk ibu Fatma
"Rahma sendiri juga tidak yakin bu Rahma bahagia atau tidak..
tapi bagi Rahma yang terpenting masa depan adik adik "kata Rahma dalam hatinya..
"sudah Rahma kalau begitu tidurlah sekarang..
besok pagi pagi kita berangkat"kata ibu Fatma
"iya bu.."kata Rahma
kemudian ibu Fatma keluar dari kamar..
"kakk.."kata Lulu lirih
"Lulu kamu belum tidur"kata Rahma
Lulu menggeleng..
"kakak kenapa tidak cerita jika mau pergi"tanya Lulu sedikit terisak
"Lulu jangan menangis nanti yang lain bangun ..
kakak bukanya tidak mau cerita..
hanya saja ..."kata Rahma
"hanya saja apa kak.."tanya Lulu
"hanya saja kakak tidak mau melihat kalian menangis..
kakak tidak bisa mengucapkan kata perpisahan.."kata Rahma dengan air mata berlinang..
"kalau kakak pergi kita bagaimana"kata Lulu
"kamu dan juga Dina kan yang paling besar disini..
kamu harus membantu ibu Fatma...
sama seperti yang kakak lakukan setiap hari.."kata Rahma
"Lulu jagain adik adik ya..
kalau nanti kakak ada waktu juga kakak bakalan tenggokin kalian"kata Rahma lagi
dan lagi lagi Lulu hanya mengangguk dan menangis..
malam ini malam terakhir Rahma tidur dipanti..
Rahma sama sekali tidak bisa memejamkan matanya..
bagaimana Rahma akan tidur..
dia akan menikah dengan laki laki yang belum pernah lihat dan kenal sebelumnya..
membuat perasaan rahma menjadi takut..
"bagaimana calon suamiku..?
apa dia baik seperti ibu dan bapaknya...?
ataukah sebaliknya...?
kenapa dia mau menikah denganku..??
apa dia sudah pernah melihatku sebelumnya..??
kalau dia suka padaku..
kalau tidak bagaimana nasipku nanti..??
__ADS_1
pertanyaan pertanyaan muncul dipikiran Rahma..membuat Rahma tidak bisa memejamkan matanya*...