
keluarga Widjaja sudah selesai sarapan bersama sama..
setelah itu mereka kembali kekamar masing masing..begitu juga Rahhma dan juga Alvendra
Rahma tengah bersiap untuk hari pertamanya kuliah...
Rahma berdiri di depan cermin ..
membiarkan Rambutnya terurai..
memakai bedak tipis dan juga lipgloss
Rahma tersenyum kearah bayangannya sendiiri
"siap"kata Rahma dalam hatinya sambil mengepalkan tangannya..
Alven yang berada di kamar tidak sedikitpun melihat Rahma..
"kak.."kata Rahma berdiri disamping Alven
"hmm"kata Alven
"kak..
kakak mau mengantarkanku atau aku berangkat sendiri"tanya Rahma
Alven memandang Rahma
"sekalian saja denganku..
aku juga akan berangkat kekantor"kata Alven
Rahma menyunggingkan senyumnya
"baiklah kak.."kata Rahma
Alven kemudian kekamar mandi dan bersiap siap..
10 menit Alven sudah siap..
"ayo"kata Alven
Rahma memandang Alven
"kak kakak belum pakai dasi ..
tunggu Rahma ambilkan"kata Rahma langsung berjalan mengambil dasi tanpa persetujuan Alven
Rahma mendapatkan dasinya..
dan mencoba memakaikan kepada Alven..
"kak tolong menunduk ..
Rahma pakaikan"kata Rahma
Alven menurut dan menundukan badannya agar Rahma sampai..
__ADS_1
"cantik sekali anak ini .."kata Alven dalam hati dan menelan ludahnya..
"hah apa apaan ini.."kata Al dalam hati
"sudah biar aku lakukan sendiri"kata Alven kemudian meluruskan berdirinya..
"Baiklah kak.."kata Rahma
Alven melanjutkan memakai dasi yang sudah setengah jadi tersebut..
Alven berjalan terlebih dahulu disusul rahma dibelakangnya..
mama dan ayah tengah berada disofa
"ma yah Al berangkat"kata Alven dengan lembut dan wajah dipenuhi senyum
Rahma mendekat kearah mama dan ayahnya kemudian mencium punggung tangan mereka
"Rahma berangkat juga yah ma.."kata Rahma
"iya Al Rahma hati hatilah "kata ayah
"iya yah"Alven dan Rahma bersamaan
kini mereka sudah didalam mobill
Rahma hanya menatap keluar mobil..
"Rahma berapa nomer ponselmu.."tanya Alven Rahma menoleh kearah Alven
"Rahma tidak punya ponsel kak.."jawab Rahma jujur
memangnya kamu kemanakan uang dari mama sampai tidak beli ponsel.."kata Alven
"uang.."kata Rahma
"hah sudahlah..
ini ambilah"kata Alven memberikan 1 kartu
"apa ini kak.."tanya Rahma
Alven menarik nafas panjang
"ini kartu ..
belilah ponsel dengan kartu itu..
dan juga keperluanmu "kata Alven
"tidak kak..
Rahma tidak ada yang ingin dibeli lagi"kata Rahma
"ambil dan belilah ponsel..
kalau tidak ada ponsel bagaimana jika mama mencarimu.."kata Alven
__ADS_1
"tapi kak Rahma harus beli dimana..
Rahma tidak mau kartunya.."kata Rahma
Alven mengambil kembali kartunya dan mengeluarkan uang
"ini ambillah sesukamu"kata Alven
Rahma melihat uang ditangan Alven
"banyak sekali"kata Rahma dalam hatinya
"kenapa apa ini kurang"kata Alven
Rahma memandang alven dan mengambil satu lembar uang..
"sudah kak ini cukup"kata Rhma
Alven memandang Rahma dan melihat Rahma hanya mengambil satu lembar uang
"kamu yakin.."tanya Alven
"tentu saja kak.."jawab Rahma dengan lembut
t"erserah kalau begitu"jawab Alven
kini mereka sampai dikampus..
"kak Rahma turun dulu.."kata Rahma
"hmm"jawab Alven
Rahma kemudian turun..
dan berjalan masuk kedalam
Bisma melajukan mobilnya..
"Bis ..
apa kamu yakin wanita itu menikah denganku hanya karena harta.."tanya Alven
"entahlah tuan"jawab Bisma
"bagaimana mungkin dia tidak punya ponsel dan juga kamu tahu dia hanya mengambil uang 50ribu..
tidak seperti wanita wanita yang lain"kata Alven
"saya rasa nona punya alasan sendiri tuan..
sepertinya nona orang baik tuan.."kata Bisma
"entahlah aku juga merasa begitu Bis..
dia akan pulang jam berapa nanti kita jemput dia"kata Alven
"jika tidak ada perubahan nona akan pulang jam 3 tuan"kata Bisma
__ADS_1
"hmm baiklah nanti kita jemput dia dan sekalian belikan ponsel untuknya nanti"kata Alven
"baik tuan"kata Bisma*