
Alven terbangun karena merasa lapar Alven mangangkat kepalanya dan melihat Rahma yang masih terlelap kemudian berdiri
"bisma sedang apa kamu disitu kamu mengejutkanku"kata Alven berjalan kearah sofa
"maaf tuan saya membawa ini ..",ujar Bisma menunjukan makanan
"ah iya terima kasih aku memang lapar".
"tuan ini ada beberapa berkas yang harus ditanda tangani",kata Bisma menyodorkan berkas
"hmm",kemudian Alven menandatangani berkas tersebut..
"ini",kata Alven memberikan berkas kepada Bisma
"kalau begitu saya permisi tuan",kata Bisma
"iya Bis hati hati",kata Alven kemudian Bisma keluat dari ruangan
Alven dengan melahap makanannya dengan cepat karena merasa sangat lapar dan sesekali dia melihat kearah Rahma yang masih terlelap..
.
.
.
kurang lebih 2 minggu Rahma berada dirumah sakit begitu juga dengan Alven dia sama sekali tidak meninggalkan Rahma meskipun Rahma belum bisa menerima Alven namun kini dia sudah belajar menerima kehamilannya
__ADS_1
Rahma sudah diijinkan pulang pagi ini..
Alven mendorong kursi roda sampai di depan mobilnya..
"ayo Rahma aku bantu",tangan Alven mencoba membantu Rahma
"tidak Rahma bisa sendiri",kata Rahma kemudian dengan perlahan dia berdiri dan membuka pintu belakang dan masuk kedalam mobil sebenarnya Alan sudah membuka pintu depan untuk Rahma namun Rahma memilih duduk dibelakang
Alven menarik nafas panjang dan membuangnya kasar kemudian masuk kedalam mobil
Alven menyetir dengan perlahan selama didalam mobil mereka berdua saling diam tanpa berbicara sepatah kata apapun..
Rahma hanya memandang kearah luar jendela melihat jalanan yang sudah berbulan bulan dia tidak melihatnya Bahkan air matanya menetes begitu saja
Alven diam diam memperhatikan Rahma dari kaca
Alven mulai membuka suara
"Rahma ..".
"ada apa kak ?"tanya Rahma
"apa kamu baik baik saja kenapa kamu menangis ??",tanya Alven
Rahma tersenyum kecut menatap Alan
"aku hanya senang bisa melihat jalan jalan disini bukankah ini kali pertama Rahma bisa keluar dari rumah karena kak Al tidak mengijinkan Rahma keluar"kata Rahma kemudian membuang muka dan kembali menatap ke arah luar jendela mobilnya
__ADS_1
"apa aku sudah benar benar keterlaluan padanya"kata Alven pada dirinya sendiri tanpa menjawab Rahma
"bahkan dia hanya diam tidak menjawab bukan dia sama sekali tidak mengerti"kata Rahma dalam hatinya karena Alven hanya diam tidak menjawabnya
Suasana kembali hening hanya suara mesin mobil yang terdengar mereka hanya pada pikiranya masing masin**g tanpa ada salah satu dari mereka untuk memulai pembicaraan
45 menit mereka sampai dirumah Alven dengan cepat turun dari mobilnya dan membuka pintu untuk Rahma
"terimakasih"kata Rahma kemudian keluar dari mobil
"ayo masuklah "kata Alven membuka pintu rumahnya dan Rahma masuk kedalam rumah dan Langsung berjalan menuju kekamarnya..
"Rahma ..",panggil Alven
"kenapa kak ?"tanya Rahma
"Rahma aku ingin memulai semua dari awal ".
"maksud kak Alven Apa Rahma tidak mengerti ?".
"Rahma sekali lagi aku minta maaf aku akan berubah Rahma aku ingin memulai semua dari awal aku ingin mulai sekarang kita bisa tidur satu kamar lagi ",kata Alven
"maaf kak tapi Rahma.."
ucapan Rahma terpotong
"aku akan menjagamu Rahma kamu selalu tidak bisa tidur bukan setiap malam aku akan membantumu ".
__ADS_1
"Rahma belum siap untuk semua itu kak.."kata Rahma kemudian masuk kedalam kamarnya..