
Alven kembali menatap Rahma yang terbaring dengan wajah pucat..
"wajahnya begitu pucat kalau aku biarkan dia benar benar akan mati "kata Alven pada dirinya sendiri
Baju Alven juga basah karena mengangkat tubuh Rahma
Alven kemudian melepas bajunya dan membuangnya kelantai lalu kembali duduk disamping tubuh Rahma
Alven menyusuri Wajah Rahma yang pucat dengan Jarinya ..
wajah cantik yang terlihat begitu ketakutan
Alven membuka baju yang dipakai Rahma dengan cepat
Alven menelan salivanya dengan berat melihat tubuh Rahma tanpa sehelai benangpun yang menutupinya..
kemudian Alven mengambil selimut dan menutup tubuh Rahma tanpa memakaikan Rahma baju ..
"sial kenapa perasaanku seperti ini"kata Alven dalam hatinya
"kamu sangat cantik dan aku menyukaimu tapi entah kenapa aku membencimu untuk saat ini"kata Alven mengusap wajahnya kasar
"demam"kata Alven menyentuh kening Rahma
kemudian Alven mengambil Air hangat dan mengompres Rahma
"ibu ibu tolong Rahma buu tolong"Rahma berteriak dengan Mata terpejam
"Rahma sadar Rahma buka matamu"kata Alven menggoyangkan tubuh Rahma
Rahma membuka matanya dengan air mata yang berlinang
"kak Al kak maafkan Rahma kak maaf"kata Rahma masih dalam posisi berbaring
__ADS_1
Alvenn tidak menjawab perkataan Rahma
Alvenn hanya mengusap rambut Rahma
"istirahatlah"kata Alven datar dan berdiri meninggalkan Rahma didalam kamar
"kak jangan pergi"ucap Rahma lirih
dan Alven menoleh ke arah Rahma
"kak Rahma takut sendirian kak.."kata Rahma dengan Air mata berlinang
Alven kembali menghampiri Rahma dan duduk disamping Rahma
"tidurlah aku akan menunggumu"kata Alven
Rahma kemudian memejamkan matanya
hanya beberapa menit Rahma sudah tidur
Alven menyentuh wajah Rahma kembali menyusuri wajah Rahma yang tidur pulas..
Alven memperhatikan wajah Rahma
tanpa Alven sadari wajah Alven mendekat ke Wajah Rahma dan mencium Rahma
"kak apa yang kakak lakukan"kata Rahma dengan mata membulat dan suara ketakutan mendorong tubuh Alven
Alven tersenyum menyeringai dan menahan tangan Alven menahan kedua tangan Rahma
"kenapa bukankah kamu pernah bilang kalau kamu istriku"kata Alven dengan suara yang berat
"tolong kak lepaskan Rahma"kata Rahma
__ADS_1
"tidak aku menginginkan tubuhmu"kata Alven
"ta tapi kak kakak tidak mencintaiku bukan"tanya Rahma
"lalu apa masalahnya"kata Alven kembali mendekatkan bibirnya ke bibir Rahma
dan mencium Rahma dengan kasar
Rahma tidak bisa berkutik sedikitpun hanya Air mata yang mengalir di kedua matanya..
sedangkan Alven sangat menikmati ciumannya..
ciuman pertama Alven bukan dilandasi cinta tetapi hanya nafsu..
Alven mencoba memasuki mulut Rahma tapi Rahma tidak membuka mulutnya sedikitpun..
Alven menatap tajam wajah Rahma yang berlinang air mata
tangan Alven mencengkram dagu Rahma dan memaksa Rahma membuka mulutnya..
dan Alven mencium Rahma dengan kasar
Alven mengabsen setiap inci mulut Rahma
"sial kenapa nikmat sekali bibir Rahma"kata Alven dalam hatinya sambil menikmati ciumanya..tanpa melihat kesedihan Rahma..
"aach..sial apa yang kamu lakukan"kata Alven menyentuh bibirnya yang berdarah karena digigit oleh Rahma
"kak tolong kak jangan lakukan ini pada Rahma"kata Rahma memohon
Alven mengusap bibirnya dengan jari
"apa kamu lupa aku akan melakukan apapun agar kamu tersiksa"kata Alven
__ADS_1
"tapi kak Rahma..."ucapan Rahma terpotong karena Alven menutup mulut Rahma dengan tangan dan Alven mencium dan menyusuri wajah Rahma..