
Alven hanya diam menatap Rahma yang baru saja tersulut emosi..
"baiklah maafkan aku ayo aku bantu"kata Alven sambil ikut duduk di lantai bersama Rahma
entah kenapa Alven bukanya marah malah dia yang minta maaf
"mau aku bantu ke atas atau disini dulu akan aku ambilkan minyak angin untukmu"kata Alven
"aku disini saja"kata Rahma menyenderkan badannya ditembok
Alven berjalan keluar dari kamar Rahma
"sakit apa aku ini kenapa aku muntah muntah lagi.."kata Rahma dalam hatinya sambil memejamkan matanya..
"ini Rahma"kata Alven yang tiba tiba sudah ada didepannya..
"iya kak terimaksih"kata Rahma menerima minyak pemberian Alven
Rahma membuka minyak angin yang ada ditanganya "huekk kak jauhkan itu bau sekali"kata Rahma kembali muntah
"apa kamu sudah lama begini Rahma ?
akan aku panggilkan dokter untukmu?"kata Alven
"tidak perlu kak Rahma hanya masuk angin saja"jawab Rahma kembali menyenderkan badannya kini perut Rahma sudah benar benar kosong
"yasudah akan aku ambilkan air hangat untukmu"kata Alven
__ADS_1
"tidak perlu kak percuma"jawab Rahma
"apa maksud kamu percuma?"tanya Alven
"begitu Rahma minum pasti akan Muntah"kata Rahma
"lalu bagaimana?"tanya Alven binggung
"kak Alven istirahat saja kembali kekamar Rahma bisa sendiri"jawab Rahma
"Rahma kenapa keras kepala sekali"kata Alven dalam hatinya
"baiklah aku akan kembali kekamar"kata Alven meninggalkan Rahma yang masih duduk didepan kamar mandi..
Alven membaringkan badannya..
Rahma masih tetap duduk dilantai setiap kali Rahma mencoba berdiri dia kembali akan memuntahkan isi perutnya
Rahma duduk dengan kepala menunduk ditumpu oleh kedua kakinya sampai dia tertidur..
Alven yang masih enggan memejamkan matanya kemudian bangun dari ranjangnya dan melihat keadaan Rahma
Alven membuka pintu kamar Rahma dengan pelan
"apa dia tertidur?"tanya Alven pada dirinya sendiri kemudian berjalan dengan pelan mendekat kearah Rahma
"benar dia tidur "kata Alven kemudian dengan sangat pelan Alven mengangkat tubuh Rahma dan memindahkanya ke Ranjang
__ADS_1
"perasaanku saja atau Rahma lebih ringan..waktu itu tidak seringan ini"kata Alven pada dirinya sendiri
setelah Rahma sudah berpindah ke ranjang Alven meninggalkan Rahma kembali kekamarnya..
"sudah hampir pagi"kata Alven melihat jam yang ada di kamarnya sudah menunjukan jam 3 pagi
Alven meraih beberapa butir obat dan meminumnya..obat yang akan membantunya terlelap..
.
.
Rahma menggeliat kecil dibawah selimut yang menutupi badannya..
Rahma mengerjapkan matanya berulang kemudian duduk
"aku tidur disini"kata Rahma melihat kekanan dan kiri
"bagaimana bisa atau jangan jangan aku tidur sambil berjalan"kata Rahma kemudian melihat jam di kamarnya
"astaga aku kesiangan "kata Rahma kemudian melompat dari ranjang dan langsung keluar dari kamarnya..
"jangan jangan kak Alven sudah bangun"kata Rahma sambil berjalan kedapur sampai disana Rahma melihat piring bekas diatas meja
"astaga kak Alven sudah bangun pasti dia hanya sarapan Roti"kata Rahma kemudian mengambil piring tersebut dan mencucinya..
"bodoh sekali kenapa aku bisa kesiangan"kata Rahma
__ADS_1
"ah sudahlah kalau nanti kak Alven marah aku dengarkan saja sekarang aku lapar sekali"kata Rahma kemudian mulai menyiapkan bahan bahan yang akan dia masak