
Sudah hampir satu minggu Alven selalu mengantar dan menjemput rahma
Alven tengah berada diruangannya..
"Bis apa mungkin aku jatuh cinta dengan Rahma"tanya alven
"mungkin saja tuann..
karena nona Rahma sepertinya memang benar benar tulus ..
dia tidak seperti wanita wanita lain..
kalau mungkin anda menikah bukan dengan Rahma
mungkin istri anda sudah sangat ingin tahu kehidupan anda..
kantor anda..bahkan semuanya.."kata Bisma
"kamu benar Bis..
Rahma sama sekali tidak pernah bertanya materi kepadaku..
bahkan dia masih saja perhatian denganku walaupun itu hal kecil..
sudah sering aku memarahinya agar dia tidak peduli denganku..tapi dia tetap tersenyum didepanku "kata Alven
"saya yakin tuan pasti nona Rahhma sudah jatuh cinta juga dengan tuan"kata Bisma
"entahlah aku belum terlalu yakin dengan itu.."kata Alven
tok tok tok
"masuk"kata Alven
"maaf tuan..
klien kita dari luar negeri datang"kata Sisska
"kenapa mendadak ini sudah jam berapa"kata Alven
"ada hal penting dan mereka tidak mau diwakilkan tuan"kata Siska
"Alven berdiri
baiklah"kata Alven berjalan keluar ruangan dengan Bisma dan Siska mengekor dibelakangnya..
Alven tengah membicarakan bisnis yang cukup serius sampai Alven lupa sudah waktunya Rqhma pulang
dikampus Rahma berdiri didepan pagar tempat biasa dia menunggu Alven
"kenapa kak Alven belum datang juga"kata Rahma
Rahma mengambil ponselnya dan menghubungi Alven
"kemana kak Al kenapa tidak diangkat"kata Rahma
Rahma masih terus mencoba menghubungi Allven berkali kali
"kak al kakak dimana..
sudah mau hujan lagi"kata Rahma
📨
__ADS_1
kak Alven kakak dimana.?
📨
kak Al sibuk..?
kalau begitu Rahma pulang sendiri saja ya kak.?
tolong kirimkan alamat rumah agar bisa pulang naik ojek atau taksi"pesan Rahma
Rahma mengirim pesan ke Alven tapi tidak dibalas juga..
"aku jalan saja sebelum hujan benar benar turun"kata Rahma kemudian dia berjalan
"Kaak All cepat kirim alamat rumahnya biar aku bisa pulang naik ojek"kata Rahma sambil berjalan
"ah aku sudah mulai hafal jalanan ini"kata Rahma dengan tersenyum..
Rahma memang tidak pernah berangkat dan pulang sendiri..tapi dia selalu berusaha mengingat jalannya..
"hah gerimis "kata Rahma
"aku harus cepat setidaknya aku harus mencari tempat berteduh"kata Rahma dengan langkah lebih cepat
belum sampai Rahma ditempat yang teduh hujan turun
.
.
Alven berjalan keruangannya diikuti Biasma
"Bis apa kamu tahu dimana ponselku.."tanya Alven
"maaf tuan saya tidak tahu..
"ya mungkin "kata Alven
kini mereka sampai diruangan Alven
"itu dia ponselku"kata Alven yang melihat ponselnya..
"hah sudah jam 4 "kata Alven melihat jam ditangannya
"kenapa aku sampai lupa waktu.."kata Alvven berjalan kearah ponsel dan langsung memasukan kekantong
"cepat kita kemobil..
Rahma pasti sudah lama menunggu"kata Alven
Bisma menyetir mobil tidak terlalu cepat karena hujan..
"hujan Rahma menunggu dimana dia"kata Alven kemudian mengeluarkan kembali ponselnya..
panggilan tidak terjawab banyak sekali
dan beberapa pesan..
"Bis cepatlah sedikit
tadi dia menelfonku berkali kali"kata Allven
"iya tuan"kata Bisma
__ADS_1
Alven mencoba menghubungi Rahma tapi tidak dijawab
"kenapa tidak diangkat"kata Alven
Alven langsung mencari dimana lokasi Rahma ..
"ibu bapak tolong Rahma"kata Rahma terisak dan duduk dipinggir jalan
Rahma menutup matanya dan menangis..
"ibu bapak"kata Rahma
baju Rahma sudah basah karena dia berhenti tidak ditempat yang teduh
"tuan itu nona"kata Bisma
"benar berhenti"kata Alven dan Alven langsung turun menghampiri Rahma
Alven duduk dihadapan Rahma
"Rahma ini hujan kenapa berhenti disini"kata Alven
Rahma membuka matanya perlahan
"kak Alven hujan to tolong Rahma"kata Rahma terisak
"ayo cepat berdiri kita kemobil"kata Aven
Rahma memeluk tubuh Alven dengan erat dengan tubuh bergetar dan menyembunyikan wajahnya di dada Alven
tapi tiba tiba pelukan kencang Rahma tiba tiba saja lepas dengan cepat Alven memegang tubuh Rahma yang sudah tidak sadarkan diri
"Rahma bangun Rahma"kata Alven yang.mulai panik dan langsung mengangkat tubuh Rahma kedalam.mobil
"Bisma dia pingsan mungkin dia kedinginan cepat kita pulang "kata Alven
"iya tuan"kata Bisma
"kenapa dengan Rahma
kenapa dia pingsan ..
wajahnya begitu ketakutan..
apa jangan jangan dia bertemu penjahat"kata Alven menatap wajah Rahma dan mengusapnya lembut
15 menit mereka sampai dirumah
Allven mengangkat tubuh Rahma kedalam rumah..
"Alven Al kenapa ada apa dengan Rahhma"kata mama
"kehujanan ma "kata Alven sambil terus berjalan menuju kemarnya..
sampai dikamar Allven meletakan tubuh Rahma
"ma tolong panggilkan bi nur gantikan baju Rahma dia kedinginan"kata Alven
"kamu kan suaminya Al"kata mama
"ma aku juga akan ganti baju aku juga basah"kata Alven
"baik tunggu "kata mama memanggil bik Nur
__ADS_1
bikNur datang kekamar bersama dengan mama
bik Nur mengganti pakaian Rahma dibantu dengan mama sedangkan Alven dia kekamar mandi untuk mengganti pakaiannya*..