
Alven bersama dengan Bisma selesai meeting
wajah Alven terlihat sangat tidak bersahabat ..
sampai di ruangannya Alven membuang semua buku dimeja
"akh...Kenapa bisa wanita itu yang jadi model ??"teriak Alven kepada Bisma
"ma maaf tuan muda saya juga tidak tahu kalau dia yang bekerja sama dengan perusahaan kita .."kata Bisma sambil menunduk
"aku sudah hampir melupakannya kenapa dia malah muncul sedekat ini ?"kata Alven sambil duduk dan menyenderkan badannya..
"maaf tuan "kata Bisma
"sindy sindy "kata Alven menggelengkan kepalanya..
"lalu bagaimana tuan ?"tanya Bisma
"biarkan saja..
aku juga sudah tidak ada perasaan lagi dengannya"kata Alven
"syukurlah tuan sekarang sudah melupakan sindy dan mau menerima nona Rahma"kata Bisma dalam hatinya..
"Apa kamu mendengarku Bis?"tanya Alven
"i iya tuan.."kata Alven
.
.
.
.
__ADS_1
Rahma tengah memasak didapur..
keringat dingin membasahi tubuh Rahma..
seluruh tubuh Rahma sakit tapi Rahma menahannya karena tidak mau membuat Alven marah ..
"aku harus bertahan demi adik adikku.."kata Rahma dengan air mata yang mengalir dipipinya..
Rahma selesai masak dan menyiapkannya di meja ..
"sudah selesai "kata Rahma dengan sedikit senyum di wajahnya..
"sudah hampir sore lebih baik aku mandi sekarang sebentar lagi kak Alven akan pulang"gumam Rahma kemudian berjalan menuju ke kamarnya..
Rahma mandi dengan cepat hanya beberapa menit ..
"badannku benar benar sakit semua"kata Rahma sambil bercermin..
setelah selesai Rahma berbaring di ranjang menatap langit langit kamarnya..
aku lebih berharap cepat pergi dari dunia ini"kata Rahma dengan air mata yang lolos begitu saja..
"aku ingin sekali ikut dengan kalian "kata Rahma terisak dan akhirnya tertidur..
*Alven baru saja sampai dirumah
"apa wanita itu keluar ?"tanya Alven kepada salah seorang penjaga rumah
"tidak tuan Muda"
Alven hanya mengangguk dan masuk kedalam rumah
"sepi sekali kemana Rahma?"tanya Alven pada dirinya sendiri dan berjalan menuju ke kakamar Rahma
Alven membuka pintu dengan perlahan
__ADS_1
"enak sekali dia tidur "kata Alven datar lalu mendekat ke Ranjang dimana ada Rahma yang tengah terlelap disana..
Alven duduk dan memandang wajah Rahma
ada sedikit rasa bersalah dihati Alven melihat begitu menyedihkanya Wajah Rahma tapu ditepis jauh oleh Alven
Alven kembali berdiri dan manarik selimut yang menutupi Rahma
"Bangun siapa yang menyuruhmu tidur.."suara Alven meninggi memenuhi kamar
Rahma langsung bangun dan berdiri
"ma maaf kak Alven Rahma tidak sengaja tertidur"kata Rahma
"siapkan air hangat untukku Mandi"kata Alven
"ba baik kak"kata Rahma kemudia berjalan menuju kekamar Alven dan menyiapkan keperluan Alven
setelah semua selesai Rahma menghampiri Alven yang tengah duduk di balkon
"kak airnya sudah siaap"kata Rahma
"hmm"saut Alven kemudian berdiiri dan menuju kekamar mandi..
"jangan keluar dari kamar ini sebelum aku selesai"kata Alven sebelum masuk kekamar mandi
"ba baik kak"kata Rahma terbata
Alven sudah masuk kedalam kamar mandi..
Rahma memegang dadanya..
"oh tuhan apa yang akan kak Alven lakukan lagi denganku aku takut sekali"gumam Rahma dengan wajah ketakutan
"apa yang harus aku lakukan aku takut kalau kak Alven akan berbuat jahat lagi denganku aku harus apa sekarang inii"kata Rahma matanya terus memandang ke arah pintu kamar mandii
__ADS_1