
*Alvendra duduk diranjang dan menatap foto kedua orang tuanya membuat hatinya sakit..
"aku tidak akan membiarkan wanita itu pergi dari sini maa..
aku sangat membencinya"kata Alven seakan tidak mau mendengarkan pesan terakhir mamanya..
"mulai hari ini dia tidak akan bisa keluar dari kamar itu"kata Alven pada dirinya sendiri dan mengambil ponsel disampingnya
📞halo Bis"kata Alven
📞halo tuan muda..ada yang bisa saya bantu?"tanya Bisma
📞hmm..
aku mau bik Nur dibawa kesini untuk mengurus rumah"kata Alven
📞baik tuan..
besok pagi saya pastikan bik Nur sudah ada disana"kata Bisms
📞hmm"kata Alven langsung menutup ponselnya
"syukurlah tuan Alven sepertinya tidak dendam lagi dengan Nona Rahma..
tuan mau Bik Nur kesana pasti untuk membantu nona Rahma agar tidak terlalu capek"Kata Bisma...
Alven berdiri dan berjalan ke luar kamar dan mengkunci pintu kamar yang ditempati oleh Rahma setelah selesai Alven kembali masuk kekamarnya ..
Alven berdiri menatap keluar kamar dan menatap ke langit ada banyak bintang dimalam ini..
"aku sangat membencinya..
kenapa semua wanita membuat hidupku susah..
__ADS_1
aku benar benar membencinya..
Arghhhhh"teriak Alven dan memukul tembok disampingnya..
"arghhh kenapa aku kehilangan orang orang yang aku sayang Kenapaaaa"kata Alven
"mama Ayah aku sangat merindukan kalian"kata Alven menundukan kepalanya dan buliran air mata mengalir tanpa persetujuan dari pemiliknya..
"kenapa dengan hidupku kenapa jadi seperti ini..
seharusnya aku bisa melarang mama dan Ayah ..kenapa kalian tidak mau mendengarku hah kenapa????
kenapa kalian sangat ingin membahagiakan wanita itu..wanita itu pembawa siall"kata Alven dengan penuh emosi
Alven duduk dibalkon berjam jam..
meluapkan semua yang dia rasakan
mengatakan semua yang ingin dia katakan..
Alven kemudian menelan beberapa butir obat tidurnya dan merebahkan badannya di ranjang..
.
.
.
.
Rahma mendengar semua kata kata Alven dari dalam kamarnya.. dan hanya bisa menutup mulutnya dan membiarkan air matanya mengalir dan berlari ke ranjangnya..
Rahma duduk diatas ranjang dengan air mata yang seakan tidak mau berhenti
__ADS_1
"kenapa kak Alven jahat sekali denganku..
ibu bapak apa benar yang dikatakan kak Alven aku ini pembawa sial bu"kata Rahma disela sela tangisnya..
"bagaimana aku akan bertahan disini bu..
aku bahkan tidak dianggap sebagai istri kak Alven aku dianggap pembunuh mama dan Ayah..
apa yang harus aku lakukan "Rahma berbicara dengan suara yang sangat lirih dan tersengal
"kak Alven begitu jahat denganku ...
apa aku sanggup disini ..
tatapan kak Alven seakan bisa benar benar membunuhku..
kenapa kak Alven tidak mengerti ini bukan kemauanku "kata Rahma
"tidak tidak"Rahma menggelengkan kepalanya..
"Aku bukan pembunuh apalagi pembawa sial..
aku akan membuktikan aku tidak bersalah ..
aku akan tetap berusaha meyakinkan kak Alven bahwa aku bukan pembawa sial..
jika dia tidak bisa menerimaku menjadi istrinya lagi setidaknya aku akan memintanya menceraikanku dan aku akan kembali kepanti mengurus adik adikku..
aku tidak boleh lemah aku harus kuat"kata Rahma menghapus air matanya dengan lembut
"aku harus segera istirahat agar bisa bangun lebih pagi menyiapkan kak Alven makanan..
mau di makan ataupun tidak..aku akan membuatkannya "kata Rahma merebahkan badannya..
__ADS_1
"tuhan aku berharap ini hanya mimpi buruk saja ..aku tidak mau ini nyata "kata Rahma memejamkan matanya..