
Alven masih selalu setia mendampingi mamanya dirumah sakit..
Alven duduk dan memandang wajah mamanya..
"ma cepatlah bangun Alven selalu menunggu mama"Kata Alvendra
perlahan jari jari mamanya kembali bergerak..
"ma ayo bangun ma Alven disini"kata Alvendra
mama membuka matanya perlahan
"Alven "Ujar mamanya lirih
"syukurlah ma..mama perlu apa mama mau minum?"tanya Alven
mama Alven mengangguk pelan
Alven mengambil gelas berisi air putih
dan membantu mamanya minum
"ma Alven sangat menyayangi mama"kata Alven
"Al kemana Ayah?"tanya mamanya pelan
"Ayah ada ma "kata Alven bohong
mamanya tersenyum kecil
"kamu tidak perlu bohong Al..
mama sebenarnya ingin berkata sesuatu denganmu"kata mama
"tidak ma Alven tidak bohong..
mama ingin apa katakan saja Alven akan menuruti semuanya untuk mama"kata Alven
__ADS_1
"Al "kata mamanya sambil memegang dadanya
"ma mama kenapa aku panggilkan dokter dulu"kata Alven
"tidak perlu Al..
mama hanya ingin berbicara dengamu"kata mama dengan suara rendah menahan sakit
"apa ma katakan "kata Alven
"Al mama berharap kamu jangan sampai berpisah dengan Rahma dia gadis yang baik"kata mama lirih
"ma sudah jangan pikirkan dia yang penting mama harus sembuh"kata Alven
"tidak Al mama tidak bisa lagi menemanimu"ucap mama dengan pelan dan perlahan matanya tertutup
"tidak ma buka mata maa"kata Alven
Alven memeluk tubuh mamanya
"BISMA CEPAT PANGGILKAN DOKTER CEPAT"Alven berteriak
"ba baik tuan"kata Bisma dan Alven kembali masuk kedalam
"ma bangun ma buka mata mama"kata Alveb dengan suara bergetar karena mendengar suara Alat pacu jantung
"maaf pak biar saya periksa ibu anda"kata dokter dan Alven berjalan mundur menjauhi mamanya..
"ma bangun maa mama harus bangun"kata Alven dalam hatinya air matanya menetes melihat dokter dan suster sedang memasang Defibrillator atau alat setrum jantung untuk mamanya
"tuan anda mohon keluar dulu"kata suster dan Alven hanya menurut dan keluar dari ruangan mamanya
Bisma ikut berdirii disamping Alven
"Bis mamaku "kata Alven liirih
"sabar tuan semoga dokter berhasil menyelamatkan nyawa nyonya"kata Bisma
__ADS_1
"aku tidak akan sanggup menjalani hidup tanpa mama Bis"kata Alven duduk dilantai dan menundukan kepalanya
"sabar tuan"kata Bisma yang sudah binggung harus berkata apa untuk menenangkan Alven
Alvendra berdiri
"kenapa dokter lama sekali apa yang terjadi didalam"kata Alven mencoba melihat kedalan tapi tidak bisa
"sabar tuan kita berdoa yang terbaik saja untuk nyonya"kata Bisma
"ingat kata kataku Bis..
kalau sampai terjadi apa apa dengan mama aku tidak akan pernah memaafkan Rahma"kata Alven
"tapi tuan nona Rahma tidak bersalah juga dalam hal ini"kata Bisma
"kamu tahu apa..kalau saja mama tidak liburan untuk membuat wanita itu senang pasti ayah juga masih ada disini Bis"kata Alven dengan suara meninggi
Bisma hanya menunduk
"Aku sudah punya rumah di jln.YY kamu bawa saja Wanita itu kesana nanti"kata Alven
"baik tuan"kata Bisma yang masih menunduk
Dokter keluar dari ruangan mamanya
dan Alven langsung menghampiri dokter
"bagaimana dok keadaan mama"tanya Alven
"pak anda harus bersabar"kata Dokter
"katakan kalau mamaku baik baik saja"kata Alven dengan penuh penekanan Alven memegang bahu dokter dan menatapnya dengan tajam
"mohon maaf ya berhari hari gak bisa Up
tapi semoga mulai besok akan bisa Up 2 epsd"
__ADS_1