
setelah selesai sarapan Rahma dan juga Alven langsung pergi kehotel ..
"hmm Rahma boleh aku minta tolong"kata Alven yang duduk dalam mobil bersebelahan dengan Rahma dan Bisma berada didepan
"apa kak.."?tanya Rahma
"katakan pada mama agar kita tidak perlu bulan madu.."kata Alven
"baik kak nanti Rahma coba.."kata Rahma
"hmm baguslah"kata Alven
*selama diperjalan tidak ada lagi obrolan diantara mereka..
30 menit mereka sampai dihotel..
Alven berjalan lebih dahulu diikuti Rahma dan juga Bissma..
mereka masuk kedalam lift..
"setiap masuk kelift kepalaku pusing.."kata Rahma dalam hatinya
Rahma menyenderkan badannya dan menutup matanya..
"kenapa anak ini.."kata Alven dalam hatinya
Bisma pun terlihat bertanya juga..terlihat tatapan mata Bissma kepada Alven..
Pintu lift terbuka Rahma dengan cepat keluar dari sana mendahului Allven dan juga Bisma
mereka masuk kedalam kamar ..
"dimana nona barang barangnya.."tanya Bisma
"nah itu dia..
hanya sedikit pak.."kata kata Rahma menggantung
"panggil saja dia Bissma"kata Alven
"oh iya pak bisma.."kata Rahma
"Bisma saja nona.."kata Bisma
__ADS_1
"oh baiklah.."kata Rahma
"hanya itu saja.."kata Alven
"iya kak hanya itu.."kata Rahma
"Bisma kamu pergilah dulu.."kata Alven
"baik tuan.."kata Bisma kemudian keluar dengan membawa barang barang Rahma
kini Alven dan Rahma duduk berhadapan..
"aku hanya ingin memberi tahu sedikit ..
aku sebenarnya tidak menginginkan pernikahan ini..
akau hanya menuruti kemauan mama dan Ayah saja..
kamu bebas berhubungan dengan siapapun aku tidak melarang..
yang penting didepan ayah dan juga mama kita baik baik saja
kamu tidak perlu melayaniku..
"tapi kak..
memang ada rumah tangga seperti itu.."tanya Rahma
"entahlah..
aku tidak mencintaimu jadi bagaimana kita bisa menjalankan pernikahan selayaknya pernikahan orang lain..
tenang saja aku tidak akan menyentuhmu..
jika waktunya sudah tiba aku akan menceraikanmu"kata Alven
rahma menarik nafasnya panjang..
"kenapa sesak sekali dadaku mendengar perkataan kak Al.."kata Rahma pada dirinya sendiri
"Rahma hei Rahma.."panggil Alven
"Ah iya kak aku setuju terserah kak Alven saja"kata Rahma memberikan senyumnya..
__ADS_1
"baguslah kalau kamu tidak keberatan"kata Alven
"tidak kak aku tidak keberatan.."kata Rahma masih dengan senyum diwajahnya
"tentu saja aku keberatan kakk..
tapi aku bisa apa..
yang penting adik adikku bisa sekolah dan kuliah ..untuk hidupku biarlah .."kata Rahma dalam hatinya..
"kalau begitu kita pulang "kata Alven
Rahma mengangguk dan mengikuti Alven dibelakangnya..
langkah kaki Alven berbeda dengan langkah Rahma..
Alvendra berjalan tetapi Rahma berlari kecil dibelakangnya..
setelah mereka sampai dibawah mereka berdua langsung masuk kedalam mobil yang disana sudah ada bisma didalam..
"kenapa dia sepertinya tidak keberatan..
apa memang dia tidak ingin menikah denganku..
kenapa juga aku memikirkannya terserah saja dia...."kata Alven dalam hatinya..
"sedih sekali rasanya..
menikah dengan keadaan seperti ini..
walaupun aku memang sebenarnya aku belum siap ..tetapi bukan seperti ini juga yang aku harapkan..
ah sudahlah memang ini jalannya ingat Rahma yang penting adik adikmu bukan dirimu saja
"kata Rahma dalam hatinya dengan wajah menatap keluar jendela mobil..
tidak ada pembicaraan disana..
hanya mereka sendiri hanyut dalam pemikiran masing masing..
"ada apa dengan mereka apa mereka ribut tadi..
"kata Bisma dalam hatinya.. sambil sesekali melirik spion melihat Rahma dan juga Alven
__ADS_1