
Alven mengendarai mobilnya dengan kencang
hanya 15 menit Alven sudah sampai dikantor
dengan wajah yang sangat dingin Alvendra berjalan masuk kedalam kantornya
"selamat pagi tuan"
"selamat pagi tuan"
"selamat pagi tuan"
karyawan Alvendra menyapa tapi tidak satupun dijawab oleh Alvendra
bahkan satu senyuman saja tidak terlihat di wajahnya..
"selamat pagi tuan"sapa Bisma yang sudah berada di depan ruangan Alven
"hmm"kata Alven langsung masuk kedalam
.
.
.
.
.
Rahma mulai membuka matanya perlahan dan menyentuh kepalanya dan mencoba untuk duduk
"kepalaku sakit sekali"gumam Rahma
bayangan kecelakaan terlintas dikepala Rahma tapi kepala Rahma terasa sangat sakit
"tidak itu pasti mimpi ibu bapak"kata Rahma terisak
"ibu bapak kenapa kalian pergi meninggalkanku
bahkan mama dan ayah juga"kata Rahma yang perlahan ingatanya mulai pulih
"aku harus pergi dari rumah ini..
__ADS_1
kak Alven pasti sangat membenciku"kata Rahma menghapus Air matanya dan perlahan berdiri
"aku harus pergi dari sini"kata Rahma berjalan menuju kepintu
"kenapa ini dikunci.."kata Rahma kemudian berjalan mencari jalan lainnya tapi tidak bisa karena semua sudah terkunci
"bagaimana nasip adik adikku dipanti ibu dan bapak bahkan Ayah dan mama sudah tiada siapa yang akan membiayai hidup mereka lagi"kata Rahma
Dikantor
"tuan sudah mulai gelap tuan muda tidak makan?"tanya Bisma
"hmm nanti aku akan makan kekafe saja"kata Alven
"baik tuan"kata Bisma
Alven berdiri dari duduknya
"aku akan pergi sekarang"kata Alven
"baik tuan"kata Bisma
"kamu pulanglah dan istirahat..
"siap tuan muda"kata Bisma
Alven menyetir mobilnya dan berhenti di restoran
Alven menyantap makananya dengan cepat setelah selesai Alven langsung menuju kerumahnya
setelah 30 menit Alven sampai dirumahnya
"bagaimana?"tanya Alven kepada salah satu penjaga rumahnya
"Aman tuan"kata penjaga
"bagus"kata Alven datar kemudian berjalan masuk kedalam rumah
Alven masuk dan Rahma ada didepan pintu
"kak kak Alven maafkan aku kak"kata Rahma terisak duduk di depan Alven
Alven tersenyum sinis
__ADS_1
"cih..sudah ingat sekarang.."kata Alven berjalan meninggalkan Rahma Dan Rahma langsung berjalan mengikuti Alven
"iya kak aku sudah ingat..
tapi itu bukan salah Rahma kak..
Rahma sudah berusaha menolaknya tapi... "Kata kata Rahma terpotong
"TAPI APA HAH..
seharusnya aku memang tidak menikahi wanita pembawa sial sepertimu"kata Alven dengan menunjuk Rahma
"kalau begitu kak Alven usir saja Rahma kak..
Rahma juga tidak mau disalahkan oleh kak Alven"kata Rahma
"HA HAHAHA
sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskanmu aku akan membuat hidupmu lebih tersiksa dari pada dineraka.."kata Alven mencengkeram dagu Rahma
"le lepaskan kak ini sakit"kata Rahma terbata
dan Alven melepaskan kasar dagu Rahma
"kenapa kak ini bukan kemauan Rahma kak..
ini semua sudah takdir kak..
Rahma juga tidak mau seperti ini kak.."kata Rahma terisak
"kamu adalah penyebab kematian orang tuaku..
jadi kamu harus merasakan penderitaan sampai kamu mati"kata Alven dingin dengan tatapan tajam
"kalau begitu bunuh Rahma kak bunuh saja Sekarang"kata Rahma terisak
"tidak semudah itu kamu mati..
kamu bilang takdir bukan tadi hah..
ya semua penumpang dimobil meninggal dan hanya tersisa kamu saja..
jadi kamu harus terima takdir kamu juga..
__ADS_1
mati secara perlahan"kata Alvendra berjalan meninggalkan Rahma