Cinta Untuk Rahma

Cinta Untuk Rahma
mengingat semuanya


__ADS_3

Alven mengendarai mobilnya dengan kencang


hanya 15 menit Alven sudah sampai dikantor


dengan wajah yang sangat dingin Alvendra berjalan masuk kedalam kantornya


"selamat pagi tuan"


"selamat pagi tuan"


"selamat pagi tuan"


karyawan Alvendra menyapa tapi tidak satupun dijawab oleh Alvendra


bahkan satu senyuman saja tidak terlihat di wajahnya..


"selamat pagi tuan"sapa Bisma yang sudah berada di depan ruangan Alven


"hmm"kata Alven langsung masuk kedalam


.


.


.


.


.


Rahma mulai membuka matanya perlahan dan menyentuh kepalanya dan mencoba untuk duduk


"kepalaku sakit sekali"gumam Rahma


bayangan kecelakaan terlintas dikepala Rahma tapi kepala Rahma terasa sangat sakit


"tidak itu pasti mimpi ibu bapak"kata Rahma terisak


"ibu bapak kenapa kalian pergi meninggalkanku


bahkan mama dan ayah juga"kata Rahma yang perlahan ingatanya mulai pulih


"aku harus pergi dari rumah ini..

__ADS_1


kak Alven pasti sangat membenciku"kata Rahma menghapus Air matanya dan perlahan berdiri


"aku harus pergi dari sini"kata Rahma berjalan menuju kepintu


"kenapa ini dikunci.."kata Rahma kemudian berjalan mencari jalan lainnya tapi tidak bisa karena semua sudah terkunci


"bagaimana nasip adik adikku dipanti ibu dan bapak bahkan Ayah dan mama sudah tiada siapa yang akan membiayai hidup mereka lagi"kata Rahma


Dikantor


"tuan sudah mulai gelap tuan muda tidak makan?"tanya Bisma


"hmm nanti aku akan makan kekafe saja"kata Alven


"baik tuan"kata Bisma


Alven berdiri dari duduknya


"aku akan pergi sekarang"kata Alven


"baik tuan"kata Bisma


"kamu pulanglah dan istirahat..


"siap tuan muda"kata Bisma


Alven menyetir mobilnya dan berhenti di restoran


Alven menyantap makananya dengan cepat setelah selesai Alven langsung menuju kerumahnya


setelah 30 menit Alven sampai dirumahnya


"bagaimana?"tanya Alven kepada salah satu penjaga rumahnya


"Aman tuan"kata penjaga


"bagus"kata Alven datar kemudian berjalan masuk kedalam rumah


Alven masuk dan Rahma ada didepan pintu


"kak kak Alven maafkan aku kak"kata Rahma terisak duduk di depan Alven


Alven tersenyum sinis

__ADS_1


"cih..sudah ingat sekarang.."kata Alven berjalan meninggalkan Rahma Dan Rahma langsung berjalan mengikuti Alven


"iya kak aku sudah ingat..


tapi itu bukan salah Rahma kak..


Rahma sudah berusaha menolaknya tapi... "Kata kata Rahma terpotong


"TAPI APA HAH..


seharusnya aku memang tidak menikahi wanita pembawa sial sepertimu"kata Alven dengan menunjuk Rahma


"kalau begitu kak Alven usir saja Rahma kak..


Rahma juga tidak mau disalahkan oleh kak Alven"kata Rahma


"HA HAHAHA


sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskanmu aku akan membuat hidupmu lebih tersiksa dari pada dineraka.."kata Alven mencengkeram dagu Rahma


"le lepaskan kak ini sakit"kata Rahma terbata


dan Alven melepaskan kasar dagu Rahma


"kenapa kak ini bukan kemauan Rahma kak..


ini semua sudah takdir kak..


Rahma juga tidak mau seperti ini kak.."kata Rahma terisak


"kamu adalah penyebab kematian orang tuaku..


jadi kamu harus merasakan penderitaan sampai kamu mati"kata Alven dingin dengan tatapan tajam


"kalau begitu bunuh Rahma kak bunuh saja Sekarang"kata Rahma terisak


"tidak semudah itu kamu mati..


kamu bilang takdir bukan tadi hah..


ya semua penumpang dimobil meninggal dan hanya tersisa kamu saja..


jadi kamu harus terima takdir kamu juga..

__ADS_1


mati secara perlahan"kata Alvendra berjalan meninggalkan Rahma


__ADS_2