Cinta Untuk Rahma

Cinta Untuk Rahma
masa lalu Alven


__ADS_3

Selesai makan Alvendra langsung menuju ke kantornya..


meninggalkan bik Nur dan Rahma dirumah dan diluar rumah ada beberapa penjaga..


"aku akan membantu nona Rahma..


aku tidak akan mungkin bisa membiarkan nona Rahma kelaparan dia gadis yang baik"kata bik Nur menaruh nasi dan lauk yang cukup banyak dipiring


tok tok tok


"non non Rahma"panggil bik Nur dari balik pintu


Rahma langsung berlari mendekat kepintu


"bik bik Nur ..bantu Rahma keluar dari sini bik"kata Rahma


"maaf nona bik Nur tidak bisa karena kunci dibawa tuan muda..


ini bibik bawa makanan untuk nona lewat bawah ya non"kata bik Nur


"yasudah bik terimakasih"kata Rahma kemudian duduk mengambil makanannya...


"non begitu selesai piringnya langsung dikeluarkan ya non..takut nanti tuan muda tahu"kata Bik Nur


"bik memang kenapa..


apa kata kak Alven?"tanya Rahma


"tuan muda bilang nona tidak usah dikasih makan non.."kata bik Nur


Air mata Rahma lolos begitu saja


"baiklah bik tunggu Rahma akan makan dengan cepat"kata Rahma kemudian mulai melahap makanannya dengan air mata yang masih mengalir

__ADS_1


"*kenapa tega sekali kak Alven denganku..


kenapa aku diperlakukan seperti ini..


semua ini bukan salahku tapi aku yang harus menerima hukuman"kata Rahma dalam hatinya..


setelah 10 menit Rahma selesai makan*


"bik Nur sudah terimakasih ya bik"kata Rahma


"iya non"kata bik Nur kemudian pergi


Rahma duduk melihat keluar jendela dengan tatapan kosong..


hanya Air mata yang terlihat di wajah Rahma..


"sampai kapan aku seperti ini..


siangnya bik Nur kembali memberikan makanan untuk Rahma bahkan malampun bik Nur masih bisa memberikan makan untuk Rahma karena Alven belum pulang..


"bik apa tidak apa apa bibik memberiku makan"tanya Rahma dibalik pintu


"iya non tuan muda kan tidak dirumah non..


jadi saya bisa ambilkan untuk non Rahma"kata bik Nur


"bik apa kak Alven dari dulu memang seperti ini... kak Alven dingin dan sangat kejam"kata Rahma dengan Air mata mengalir dipipinya


"tidak non dulu tuan tidak seperti ini"kata bik Nur


"apa benar bik..bahkan dari pertama bertemu dengan kak Alven dia sudah seperti ini"tanya Rahma


"dulu tuan adalah orang yang begitu murah senyum non..

__ADS_1


tuan muda sama sekali tidak pernah berkata kasar dengan siapapun..


tapi 4 tahun yang lalu semua berubah karena tuan muda ditinggalkan oleh kekasihnya..


dan sejak saat itu sifat tuan muda berbeda non tuan akan tersenyum dihadapan mendiang orang tuanya saja .."kata Bik Nur


"oh begitu bik..sekarang Rahma tahu kenapa Kak Alven begitu membenci Rahma.."kata Rahma


"nona harus bersabar ya non..


selama bibik bisa bantu bibik akan bantu nona..


bibik yakin tuan muda akan berubah non"kata Bik Nur


"iya bik Rahma akan berusaha untuk bersabar"kata Rahma


hari hari Rahma ditemani oleh bik Nur..


bik Nur banyak cerita tentang masa lalu Alven dan Rahma akhirnya tahu banyak tentang Alven..


Akhir akhir ini Alven selalu pulang larut malam membuat Rahma sedikit lega karena tidak harus bertemu dengan Alven..


bukan hanya Rahma yang lega tetapi bik nur pun juga cukup Lega karena bisa membantu Rahma karena Alven selalu banyak waktu diluar dari pada dirumah..


Alven pun hanya makan dirumah di waktu pagi saja


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2