
"sedih sekali mendengar perkataan kak Alven"gumam Rahma dengan air mata berlinang dikamar mandii..
"tidak aku tidak boleh menangis"kata Rahma sambil mengusap air matanya dan mencuci wajahnya..
"huuh.."Rahma membuang nafasnya kasar ..
setelah lebih tenang Rahma keluar dari kamar mandi..
Raahma membaringkan badannya dan langsung memejamkan matanya..
Alven diam melihat Rahma
Allven bergegas kekamar mandi dan membersihkan badannya..
"segar sekalii"gumam Alven kemudian keluar dari kamar mandii..
Alven hanya mengenakan celana pendek tanpa memakai baju..
"apa dia sudah benar benar tidur"guman Alven berjalan kearah Rahma
Allven mencoba melihat wajah Rahma tapi tidak terlihat karena Rahma menutupnya dengan sweter..
kemudian berjalan kearah ranjangnya..
"untuk apa kak Al kemari"kata Rahma dalam hatinya..
Rahma belum benar benar tertidur..
dia hanya memejamkan matanya karena air mata Rahma masih terus saja mengalir..
walaupun Rahma dibesarkan dipanti asuhan tapi Rahma sama sekali tidak pernah mendapatkan kata kata kasar ..
mendengar ucapan Alven sangat menyakitkan bagi Rahma..
"ibu Rahma kangen sama ibu..
apa Rahma akan kuat menjadi istri ka Al..
kata kata kak Al sangat menyakitkanku bu.."kata Rahhma dalam hatinya dan terisak..
Alven menelan beberapa butir obat dan langsung membaringkan tubuhnya dikasur*...
"apa aku terlalu kasar dengannya..
tapi dia terlihat tegar bahkan dia masih bisa tersenyum denganku"kata Alven dalam hatinya sambil menatap langit langit kamarnya..
.
.
.
__ADS_1
.
Rahma terbangun dengan mata yang sedikit membengkak..
dengan perlahan Rahma masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan badan..
selesai Rahma.langsung keluar dari kamar tanpa melihat kearah Alven ..
"bikk Nur.."panggil Rahma
"iya nona..
nona sudah bangun.."kata bik Nur dengan tersenyum
"Iya bikk..
aku ingin membantu sedikit"kata Rahma
iya non.."kata bik Nur
"nona Rahma kenapa apa dia semalam menangis
"kata bik nur dalam hatinya
Rahma hanya diam saja dan membantu sedikit pekerjaan bik nur..
"non sudah hampir selesai .."kata bik Nurr
Rahma tersenyum
kalau begitu Rahma kekamar dulu ya bik.."kata Rahma
"iya nona.."kata bik Nur
Rahma berjalan kembali kekamar ..
"hmm kak Al apa memang selalu harus dibangunkan"gumam Rahma sambil berjalan ke arah Alven yang masih terlelap..
"kak Al bangun..
sudah pagi.."kata Rahma
"kak bangun kak"kata Rahma menggoyangkan kaki Alven
"kak bangun "kata Rahma lagi
"hmm"saut Alven
"kak bangun
mama dan ayah sudah hampir siap"kata Rahma
__ADS_1
Alven membuka matanya dan duduk..
"baiklah tunggu saja dulu disana.."kata Alven yang langsung pergi kekamar mandi..
sedangkan Rahma langsung membalik badannya karena Alven tidak mengenakan baju..
Rahma hanya menurut dan duduk disofa menunggu Alven
10 menit Alven keluar dari kamar mandi..
"ayo"kata Alven
Rahma mengangguk dan berjalan dibelakang Alven..
"pagi ma ayah"sapa Alven dengan senyuman
bagaimana kak Al bisa tersenyun tiba tiba sedangkan tadi dikamar sama sekali tidak terliat senyumnya..
"pagi sayang ayo duduk kita makan bersama"kata mama
"Rahma apa kamu menangis..mata kamu terlihat sembab.."tanya mama
Alven langsung menatap Rahma begitu juga dengan Ayah..
"hmm..Rahma hanya merindukan ibu saja "kata Rahma
"nanti kalau kita ada waktu kita kesana ya sayang..
kamu jangan menangis"kaata mama
"iya ma."kata Rahma dengan senyuman
"semalam kamu pulang jam berapa Al"tanya ayah
entah aku lupa tidak melihat jam"kata Alven yang merubah tatapan matanya..yang tadinya menatap Rahma
"Al kamu sudah punya istri jangan pulang larut malam kasihan istrimu"kata ayah
"iya yah.."kata Alven
Rahma mengambilkan makanan untuk Alven san juga mama dan ayah..
"Al untuk rencana bulan madu kalian tidak jadi..
karena Rahma ingin segera kuliah ..jadi
kamu temani Rahma mencari kampus hari ini.."kata mama
Alven menatap Rahma yang menunduk menatap makanan dipiringya..
"iya ma"kata Alven kemudian
__ADS_1
"yasudah sekarang kita makan"kata ayah
kini mereka mulai menyuap makanan yang ada dipiring masing masing