Cinta Untuk Rahma

Cinta Untuk Rahma
kemana tuan yang dulu?


__ADS_3

*Sudah hampir satu minggu Rahma terkurung didalam kamar..


dan selama itu pula Alven sama sekali tidak menemui Rahma


Alven selalu pulang larut malam dan langsung masuk kedalam kamarnya..


Alven kini tengah berada di kafe


"sudah satu minggu aku tidak menemui wanita itu..


tapi sepertinya dia juga tenang tenang saja..


kata Bik Nur juga bik nur hanya memberi makan satu kali sehari tapi dia sehat sehat saja"kata Alven sambil memainkan gelas yang berada didepannya..


Alven menyatukan kedua Alisnya


"aku curiga dengan Bik Nur"kata Alven dalam hatinya


sudah hampir tengah malam Alven kini tengah menyetir mobilnya untuk pulang kerumah..


Alven masuk kedalam rumah


dan langsung masuk kedalam kamarnya..


Alven membaringkan badannya di ranjang


"apa yang dilakukan wanita itu seminggu ini"gumam Alven kemudian duduk dan berniat untuk masuk kedalam kamar Rahma


Alven* membuka pintu kamar Rahma perlahan..


"dia tidur "gumam Alven kemudian menutup kembali pintu dan mengkuncinya..


Alven kembali berbaring di Ranjang mengambil beberapa butir obat dan menelannya ..


.


.


.


..


"bik?"panggil Alven


"iya tuan muda"kata bik Nur


"bik hari ini jangan berikan dia makanan sama sekali"kata Alven datar


"ba baik tuan muda"kata bik Nur

__ADS_1


Alven kembali melahap sarapannya


setelah selesai Alven langsung berangkat kekantornya..


"aku yakin bik Nur membantu Rahma"gumam Alven dalam mobil


"aku akan membuktikan firasatku nanti"kata Alven menyunggingkan senyum


.


.


.


.


.


sore ini Alven berniat akan pulang cepat


"bis aku sedang malas menyetir..antarkan aku pulang"kata Alven


"baik tuan"kata Bisma


"kita pulang sekarang saja"kata Alven


kini Bisma dan Alven berada didalam mobil


Alven hanya diam menatap ke arah luar mobil dengan senyum penuh misteri


"aku sudah tidak sabar sampai dirumah"kata Alven dalam hatinya..


Bisma melirik Alven yang duduk dibelakang melalui kaca mobil


"kenapa dengan tuan muda..dia terlihat tersenyum tapi kenapa justru menakutkan"kata Bisma dalam hatinya seraya menelan salivanya sendiri


"kenapa melihatku?"tanya Alven


"ma maaf tuan"kata Bisma kemudian membuangan pandangan matanya kearah depan


Alven menatap tajam Bisma


"menyetirlah yang benar aku belum mau mati sekarang"kata Alven


"baik tuan maafkan saya"kata Bisma


"hmm"kata Alven kemudian membuang pandangannya dari Bisma


30 menit mereka sampai dirumah

__ADS_1


"jangan dulu pergi"kata Alven


"baik tuan muda"kata Bisma


Alven masuk kedalam rumah dengan perlahan bahkan suara langkah kakinya pun tidak terdengar


"*dimana bik Nur"kata Alven dalam hatinya sambil terus berjalan menuju kekamar Rahma


bik Nur tengah duduk di depan pintu kamar Rahma dan terlihat tengah berbincang dengan Rahma sampai tidak menyadari kedatangan Alven


"JADI BEGINI YANG BIK NUR LAKUKAN SETIAP HARI"kata Alven dengan suara dinginnya


"kak Alven"gumam Rahma dari dalam kamar karena mendengar suara Alven


bik Nur langsung berdiri dan menunduk


"ma maafkan bibik tuan muda"kata bik Nur


"sekarang juga bibik keluar dari rumah ini dan kembali kerumah lama"kata Alven


"ta tapi tuan"kata bik Nur


"kenapa bibik tidak mau ?


bik Nur mau disini dan terus terusan membantu wanita itu iya..?"kata Alven


bik Nur menatap Alven


"maafkan bibik Tuan muda..


lebih baik bibik berhenti saja dari sekarang..


toh tahun ini juga bibik sudah selesai bekerja dengan keluarga widjaja..


tuan maaf sebelumnya..


saya mengenal tuan muda sudah sangat lama sekali..


tapi kenapa sekarang tuan terlihat seperti orang lain.??


kemana tuan yang dulu..


maaf saya lancang tuan muda..


tapi non Rahma adalah wanita baik baik tuan..


dia wanita yang baik tuan saya mohon jangan siksa nona Rahma lagi tuan..


kalau begitu bibik pamit .."kata Bik Nur berjalan meninggalkan Alven yang masih mematung*

__ADS_1


__ADS_2