
Dengan perlahan Alven kembali membuka kain penutup
"Ibu Fatma.."Gumam Alven kemudian menatap jenasah disampingnya
"oh tuhan aku tidak mau jika Yang terbaring disana Ayahku"Kata Alven dalam hatinya
Alven membuka kembali kain penutup tersebut
"AYAHH"Teriak Alven
"Ayah bangun ..ini Al yah Bangun"kata Alven menggoyangkan tubuh Ayahnya
"tuan muda sabar tuan muda"kata Bisma menenangkan Alven
"Kamu lihat Bisma dia ayahku Ayahku meninggal "kata Alven lirih dengan memeluk tubuh Agus yang sudah terbaring kaku
"Iya tuan ..
tuan harus kuat masih ada nyonya yang juga membutuhkan tuan"kata Bisma
Alven melepas pelukannya dari tubuh Agus
"Tuan lebih baik kita keluar dahulu agar prosesnya cepat dan langsung bisa dimakamkan"kata Bisma
Alven mengangguk dan berjalan keluar dari kamar jenazah
Alven duduk dengan memegang kepalanya
"aku tidak mau kehilangan Ayah"kata Alven lirih menitikan Air matanya
Bisma juga sangat merasa kehilangan tuan Agus
"Bisma kamu siapkan pemakaman ayah"kata Alven dengan pelan
"baik tuan"kata Bisma kemudian meninggalkan Alven
"Ayah aku tidak akan bisa melihatmu pergi
__ADS_1
kenapa secepat ini"kata Alven lirih kepalanya menunduk membiarkan Air matanya jatuh tanpa melewati pipinya
*Alven dan juga Bisma mengikuti ambulance ke makam dikampung C tempat pemakaman Agus ibu Fatma dan Pak Ujang
Bisma awalnya ingin memakamkan dikota tetapi supir Agus dan Lina pernah mendengar jika Agus ingin dimakamkan dekat dengan orang tuanya
sedangkan Ibu Fatma dan Pak Ujang mereka memang berasal dari sana jadi dimakamkan bersama dengan Pak Agus
Mereka sampai di pemakaman
"banyak sekali anak anak kecil "gumam Alven sekilas melihat kemudian berjalan kambali
"ibu bapak jangan tinggalkan kami"
"ibu bapak jangan pergi "
"ibu fatma ...Pak ujang"
tangisan anak anak itu begitu terdengar memilukan
terdengar jelas kesedihan mereka bahkan siapapun yang mendengarnya juga akan merasakan kesedihanya..
Acara pemakaman selesai Alven masih duduk disamping makam ayahmya
"Ayah aku sangat mencintaimu ..Aku akan menjaga mama dengan baik
semoga ayah tenang disana"kata Alven kemudian berdiri dan berjalan melewati anak anak yang masih menangis disamping makam ibu Fatma dan Pak Ujang
"ibu bagaimana nasip kami tanpa ibu..
kenapa ibu pergi secepat ini"..
"ibu kenapa meninggalkan kami bu..
kami janji gak akan nakal buu"...
"Bapak ..maafkan aku pak..
__ADS_1
aku tidak akan bandel lagi tapi bapak bangun jangan tinggalkan kami"..
"mari tuan"kata Bisma mengajak Alven pergi
"hmm "ujar Alven dan kini mereka berjalan menuju kemobil
"Bisma apa anak anak itu anak asuh ibu Fatma..?"tanya Alven
"Benar tuan"kata Bisma
"kamu urus mereka Jangan sampai mereka terlantar ."kata Alven
"Baik tuan"kata Bisma masih dengan menyetir mobilnya..
Alven sampai dirumah Sakit dan langsung menuju ruangan dimana Mamanya dirawat
Alven masuk kedalam kamar mamanya perlahan
dan duduk disamping mamanya yang masih belum sadar
seorang dokter masuk kedalam ruangan
"pak bisa kita bicara diruangan saya"kata dokter
"Baik"kata Alven kemudian mengikuti dokter tersebut
"Silahkan duuduk"kata dokter
"iya terimakasih"kata Alven seraya duduk
"Jadi begini pak ibu anda mengalami benturan dikepala dan menyebabkan Trauma pada otak bisa menyebabkan perdarahan yang berakhir fatal atau kematian. Pecahnya pembuluh darah atau perdarahan akan mengakibatkan korban meninggal lebih cepat tetapi ibu anda termasuk beruntung karena masih bisa selamat ..
kami tim dokter akan berusaha yang terbaik untuk ibu anda..
tapi kami tidak bisa menjamin 100% "kata dokter
yang membuat Alven hanya membisu
__ADS_1