
"maaf pak tapi mama anda tidak bisa kami selamatkan"kata Dokter
"tidak tidak mungkin"kata Alven perlahan berjalan mundur menjauhi dokter
"tidak ini tidak boleh terjadi"teriak Alven dan berlari masuk kedalam ruangan mamanya
"ma mama bangun maa"kata Alven menggoyangkan badan mamanya
"ma bangun maa buka mata mama..
kenapa mama meninggalkan Alven maa..
Alven tidak akan bisa menjalani hidup tanpa mama"kata Alven memeluk tubuh mamanya aor mata Alven sudah mengalir sedari tadi..
"tuan tuan harus bersabar ini sudah takdir tua "kata Bisma
"tidak aku tidak mau kehilangan mama juga..
ma bangunlah maa"kata Alven yang tetap memeluk tubuh mamanya tanpa menghiraukan Bisma
"ma kenapa mama meninggalkan Al ma.."kata lirih sambil menangis..
.
.
.
.
.
Mama Alven dimakamkan tepat disamping makam suaminya..
seakan Air mata Alven kering setelah sampai dimakam itu..
banyak anak anak panti yang turut hadir mengantarkan Lina ketempat peristirahatan terakhirnya..
"ma aku sangat menyayangimu"kata Alven dalam hatinya melihat tubuh Lina perlahan turun kedalam tanah
semua orang sudah pergi meninggalkan pemakaman hanya tersisa Alven yang duduk disamping makam orang tuanya dan Bisma berdiri dibelakang Alven
__ADS_1
"ma maafkan aku tidak bisa menjagamu..
seharusnya aku bisa melarangmu pergi dan mungkin saat ini mama akan tetap bersama denganku"kata Alven menggenggam tanah yang masih basah dengan erat
Alven berdiri dari duduknya
"Bis kita pergi "kata Alven dingin
"ba baik tuan"kata Bisma
Alven duduk dibelakang dan mobil disetir oleh Bisma
Alven hanya diam memandang ke arah luar jendela
"apa tujuan hidupku sekarang?
dulu aku bisa bertahan menjalani hidupku karena mama dan ayah ..
lalu sekarang untuk apa"kata Alven dalam hatinya
"pasti tuan muda sangat terpukul dengan kepergian nyonya dan tuan..aku harap tuan muda tidak benar benar akan dendam dengan nona..
"Bis"Panggil Alven
"iya tuan"kata Bisma
"mulai besok kamu tidak perlu lagi menjemputku...
kamu langsung kekantor saja setiap hari"kata Alven
"baik tuan"kata Bisma tanpa membantah
"Antarkan aku ke kafe saja..
dan kamu jemput Rahma bawa dia kerumah baru"kata Alven
"baik tuan..
maaf tuan anda perlu berapa asisten rumah tangga dirumah baru tuan?"tanya Bisma
"tidak perlu"kata Alven datar
__ADS_1
"baik tuan"kata Bisma
"kenapa tuan tidak mau asisten rumah tangga
aku harap tuan tidak berbuat kasar dengan nona Rahma"kata Bisma dalam hatinya..
setelah menempuh 5 jam perjalanan Mobil berhenti didepan kafe dan Alven langsung turun tanpa berbicara lagi
sedangkan Bisma langsung menuju ke apartemen untuk menjemput Rahma dan membawanya kerumah yang baru
.
.
.
.
Bisma menekan bel kemudian membuka pintu kamar apartemen
"permisi nona"kata Bisma
"iya"kata Rahma
"nona mari ikut dengan saya tuan muda ingin mengajak nona menempati rumah baru"kata Bisma
"kenapa?"tanya Rahma
"saya tidak tahu nona..
yang saya tahu rumah itu hadiah pernikahan nona dan tuan muda"kata Bisma
"baiklah"kata Rahma
Bisma berjalan didepan diikuti oleh Rahma dibelakangnya
setelah sampai diparkiran Rahma dan Bisma langsung masuk kedalam mobil menuju ke rumah baru
"kenapa aku belum bisa mengingat semua ini..
aku hanya butuh ibu dan bapak saat ini mereka pasti bisa menjelaskannya"kata Rahma dalam hatinya dengan memandang keluar jendela mobil
__ADS_1