Cinta Untuk Rahma

Cinta Untuk Rahma
penasaran ??


__ADS_3

"ma bagaimana.."tanya Alven


"Rahma sudah bangun lihat Al.."kata mama


dan Allven melihat kearah Rahma yang sudah sadar..


"hmm"kata Alven


"kalau begitu mama sama bibik keluar dulu ya Al..


jaga Rahma"kata mama


"iya ma"jawab Alven


mama dan bibik keluar dari kamar..


Alven mendekat ke arah Rahma


"apa kamu baik baik saja Rahma..


kenapa kamu pingsan"tanya Alven


"hmm..


ahma baik ka..


apa diluar masih hujan kak?"tanya Rahma


"iya masih"kata Alven


kalau begitu Rahma mau istirahat dulu kak"kata Rahma sambil menyingkirkan selimutnya..


"mau kemana..


kamu tidurlah diranjang dulu.."kata Alven


"tidak perlu kak Rahma tidak apa apa "kata Rahma


"aku bilang tidur diranjang ya tidur saja.."kata Alven


"hmm..


baik kak"jawab Rahma kemudian menarik kembali selimutnya


"Rahma aku minta maaf"kata Alven


"untuk apa kak.."jawab Rahma


"tadi aku kedatangan klien dan lupa tidak membawa ponsel .."kata Alven


"tidak apa apa kak.."jawab Rahhma


tiba tiba suara petir berbunyi


"ibuuu"pekik rahma menetup telinganya


Alven dengan cepat mendekat kearah Rahma


Alven memeluk tubuh Rahma yang gemetar


"sudah tidak ada apa apa"kata Alven mengusap kepala Rahma agar lebih tenang..


"kak Rahma takut hujan..Rahma takut petir"kata Rahhma dengan terisak


Alven hanya diam dan mengusap rambut Rahma


Rahma memeluk sangat erat tubuh Alven


"kak Rahma takut kak.."kata Rahma lirih

__ADS_1


"sudah tenanglah tidak ada apa apa disini..


sekarang istirahatlah"kata Alven melepaskan pelukannya dan menuntun Rahma agar berbaring


Raahma memegang tangan Alven dengan erat


"kak Rahma takut"kata Rahma


"iya tidurlah aku akan menjagamu"kata Alven


"dingin sekali tangan Rahma"kata Alvven dalam hatinya


Rahma memejamkan matanya dengan erat..


Rahma tidur dengan wajah yang ketakutan dan cemas..


Alven duduk dengan tangan yang di pegang erat oleh Rahma..


"lelah sakali"kata alven kemudian membaringkan tubuhnya di samping Rahma..


Alven memandangi wajah Rahma


"memangnya ada orang yang takut hujan..?


kenapa dia sampai seperti ini.."kata Aven dalam hatinya..


Alven menyatukan alisnya melihat kening Rahma berkeringat


Alven melepaskan tangannya perlahan dan menyentuh kening Rahma


"badannya panas.."gumam Alven


kemudian berdiri keluar kamar..


tok tok tok


ayah membuka pintu


"kenapa Al"tanya ayah


"hmm Rahma demam badannya panas"kata Allven


"kalau begitu ambilkan air hangat untuknya dan kompres keningnya..


ayah akan telfon dokter budi"kata ayah


"iya yah"kata Alven kemudian berjalan menuju kekamar..


"kenapa yah"tanya mama


"Rahma demam ma..


ayah akan telfon dokter keluarga kita"kata ayah


"iya yah cepatlah mama khawatir dengan Rahma


tadi dia kehujanan dan sempat pingsan"kata mama


"hmm"kata ayah mengangguk kemudian menelfon dokter


Allven menemani Rahhma


mata Rahma tertutup rapat tapi wajahnya dipenuhi ketakutan


"sebenarnya ada apa dengan Rahhma..


kenapa dia setakut ini"kata Alvven


.

__ADS_1


.


.


.


dokter datang dan langsung memeriksa keadaan Rahma..


setelah memberikan obat dokter menghampiri Alven


"bagaimana dokter?"tanya Alven


"saya sudah memberinya obat..


begitu dia bangun berikan obatnya agar dia cepat membaik"kata dokter


"baik dok..


hmm dok apa saya boleh tanya sesuatu..?"kata Alven


"tentu saja"kata dokter


"apa ada orang yang takut hujan dan petir dok.."tanya Alven


"tentu saja..


orang yang takut hujan sudah pasti dia takut dengan petir


tetapi kadang seseorang yang takut petir dia tidak takut hujan...


orang yang takut hujan biasa disebut ombrophobia


jika seseorang takut dengan hujan seseorang akan mengurung dirinya dikamar memakai selimut atau apapun untuk menutupi wajahnya agar tidak melihat hujan..


"kata dokter


"tapi kenapa bisa ada orang takut hujan"kata Alven


"tentu saja ada sebabnya..


mungkin seseorang pernah mengalami hal buruk saat hujan tiba dan menjadikan dirinya trauma"kata dokter


"lalu bagaimana jika orang yang takut hujan bila melihat hujan atau kehujanan.."kata Alven dengan wajah yang penasaran karena baru kali ini dia tahu ada orang takut hujan


dokter budi tersenyum


"ya mereka bisa saja demam..bahkan pingsan karena takut"kata dokter


"hmm.."alven mengangguk tanda mengertii


.


.


..


.


.


.


*setelah dokter pergi Alven kembali membaringkan tubuhnya disamping Rahma..


Alven hanya memandangi wajah Rahma tanpa berbuat apapun..


belum terlalu malam tapi tiba tiba saja Alven tertidur disamping Rahma


padahal biasanya Alven akan terjaga sepanjang malam jika dia tidak minum obat tidur*..

__ADS_1


__ADS_2