
"tidak perlu aku bisa sendiri"kata Rahma menolak Alven dan Alven akhirnya memberikannya pada Rahma
"kenapa sakit sekali rasanya Rahma menolakku seperti ini"kata Alven dalam hatinya dan memandang Rahma yang mulai melahap makananya..
"kak bisakah kak Alven duduk disana saja "kata Rahma menunjuk kearah sofa karena tidak nyaman Alven memandanginya terus
Alven hanya diam dan menuruti Rahma dia berpindah duduk disofa
Rahma makan dengan sangat lahap setelah selesai Alven mendekat ke Rahma
"Rahma ini obatnya"kata Alven sambil menyodorkan obat ke Rahma
"taruh situ saja kak nanti Rahma minum "kata Rahma tanpa menatap Alven
Rahma sebenarnya kesulitan minum obat sedari kecil karena itu Rahma selalu menolak minum obat walau dia sedang sakit
Alven membuang nafas panjangnya kemudian mengupas buah yang ada disampingnya setelah selesai mengupas Alven meletakannya disamping Rahma..
"aku keluar sebentar Rahma kalau perlu apa apa bisa panggil suster"kata Alven
"Rahma sudah terbiasa sendiri"kata Rahma masih enggan menatap Alven
Alven keluar dari kamar Rahma menuju ke ruangan dokter
tok tok tok
"masuk"
Alven kemudian masuk kedalam
"silahkan duduk "kata dokter
__ADS_1
"apa ada masalah tuan ?"tanya Dokter
"dok istri saya tidak mau minum obat sama sekali"kata Alven pasrah
"baiklah tuan nanti akan saya suntikan saja kedalam infus istri tuan jangan khawatir"kata dokter menenangkan Alven
"baiklah dok kalau begitu saya permisi terimakasih"kata Alven kemudian meninggalkan ruangan Dokter
Rahma tidak menyentuh buah yang ada disampingnya dia memilih mengupas sendiri buah yang akan dia makan..
entah kenapa Hati Rahma tidak menerima Alven sekarang ini..
dulu memang Rahma sudah hampir jatuh cinta kepada Alven namun kini Rasa itu sudah hilang karena perlakuan Alven kepada Rahma seakan membekas dihati kecil Rahma..
Alven masuk kambali ke kamar Rahma dilihatnya Rahma tengah melahap buah namun bukan buah yang dia kupaskan
"Rahma bagaimana keadaanmu apa yang kamu rasakan?"tanya Alven
"kenapa obatnya masih belum diminum Rahma ?"tanya Alven lembut
"aku lupa nanti akan aku minum..
kapan Rahma pulang kerumah kak ?"tanya Rahma
"aku juga belum tahu kalau keadaamu lebih baik pasti akan diperbolehkan pulang"kata Alven sambil duduk
"permisi "suster masuk kedalam ruangan Rahma
"silahkan sus "
"nona obatnya belum diminum ?"tanya suster
__ADS_1
"nanti akan aku minum"jawab Rahma
suster hanya tersenyum dan menyuntikan obat kedalam infusan Rahma..
"sus kapan saya boleh pulang ?"tanya Rahma
"jika keadaan nona sudah membaik "kata suster
Rahma hanya diam kemudian suster keluar dari ruangan Rahma
Rahma mencoba turun dari tempat tidurnya karwna ingin kekamar mandi
"ayo aku bantu"kata Alven memegang tangan Rahma
"lepaskan kak Rahma bisa sendiri"kata Rahma
"tapi Rahma"kata Alven
"tidak kah kaka mengerti Rahma bisa sendiri kak lebih baik kak Alven keluar saja dari sini Rahma bisa sendiri"kata Rahma dengan nada meninggi
"sebenarnya apa yang kamu inginkan Rahma
aku hanya mencoba membantumu..
aku tahu aku pernah salah tapi jangan seperti ini
keadaanmu belum pulih benar kalau kamu kenapa kenapa bagaimana ?"tanya Alven frustasi
"memangnya sejak kapan kak Alven peduli denganku bukankah ini yang kak Al mau ??
kak Al ingin melihatku mati perlahan bukan??"kata Rahma dengan air mata yang masih terbendung
__ADS_1