
Rahma menunggu Alven dengan perasaan takut mata Rahma bahkan tidak berhenti melihat ke arah pintu kamar mandi dimana Alvendra tengah Mandi..
Alvendra keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk dipinggangnya..
Rahma langsung membalik badannya begitu Alven keluar dari kamar mandi..
Rahma menyentuh dadanya..
"kak Al kenapa memakai handuk itu"kata Rahma dalam hatinya
"Ambilkan baju untukku "kata Alven datar
"ba baik kak"kata Rahma dengan cepat menuju ke lemari pakaian Alven
"cepat "kata Alven sedikit berteriak
Rahma mengambil acak baju untuk Alven karena takut mendengar Alven yang marah
"i ini kak Al"kata Rahma dengan kepala tertunduk
Alven mengambil baju yang diambil Rahma dengan kasar dan memakainya..
setelah 10 menit Alven selesai
"aku mau makan"kata Alven
"iya kak tadi Rahma sudah masak"kata Rahma dengan semangat
Alven berjalan keluar dari kamar dan Rahma mengikuti dibelakang Alven
Rahma mengambilkan makanan untuk Alven
Alven memperhatikan Rahma
__ADS_1
"kenapa anak ini menjadi lebih kurus sekarang"kata Alven pada dirinya sendiri
"ini kak silahkan dimakan"kata Rahma
"hmm"kata Alven
Rahma melangkahkan kakinya menjauh dari meja makan
"mau kemana ?"tanya Alven
"kebelakang kak"kata Rahma menunduk
"apa kamu sudah makan?"tanya Alven
"hmm su sudah kak"kata Rahma
"makan sekarang"kata Alven
"tapi kak "kata Rahma
"ba baik kak"kata Rahma bergegas duduk dan mengambil makanan
Alven menyantap makanan yang ada dipiringnya tetapi matanya menatap ke arah Rahma yang sedang makan
"kenapa kak Al melihatku seperti itu"kata Rahma dalam hatinya sambil menyuap makanan miliknya..
*Mereka makan di meja yang sama tidak ada obrolan dari keduanya..
Rahma sesekali melirik Alven yang masih saja memperhatikan dirinya..
Rahma makan dengan keadaan takut Rahma sama sekali tidak berani menatap Alvendra
Alvendra masih memperhatikan Rahma
__ADS_1
"aku rasa semalam aku tidur tanpa bantuan obat..bagaimana bisa ?"kata Alven dalam hatinya..
Rahma sudah selesai makan dia membereskan piring dan gelas membawanya ke dapur..
Alven yang sudah selesai makan berpindah menonton tv di ruang tengah
Rahma mencuci piring dan gelas setelah selesai Rahma langsung masuk ke dalam kamarnya..
"apa aku keterlaluan dengan Rahma ?"kata Alven dalam hatinya..
"ah sudahlah aku malas memikirkannya"kata Alven kembali menekan remot tv di tangannya..
Alven tidak benar benar menonton tv dia hanya sibuk menekan remot tv saja..
pikiran Alven entah dimana..
terkadang bayangan sindy kembali terlintas di pikirannya karena siang tadi mereka bertemu..
"Akh sial"teriak Alven mematikan tv dan masuk kekamarnya..
Entah berapa jam Alven berada di depan tv..
Rahma sudah tertidur pulas dikamarnya..
"kenapa mataku tidak terpejam juga..
bayangan sindy kembali masuk kedalam pikiranku..
semua wanita hanya menyusahkanku"kata Alven kemudian berdiri dan mengambil beberapa butir obat tidur dan meminumnya..
"Aku harus segera tidur kalau tidak aku bisa gila karena wajah sindy memenuhi mataku"kata Alven merebahkan badanya di ranjang
saat matanya mulai terpejam Alven kembali membuka matanya
__ADS_1
"apa Rahma baik baik saja wajahnya pucat badannya juga lebih kurus sekarang "tanya Alven pada dirinya sendiri
"ah biarkan saja kalau sakit juga dia nanti akan bicara padaku"kata Alven memejamkan matanya dan mulai memasuki alam mimpinya*