
Rahma hanya diam dan membersihkan lantai yang kotor dengan pecahan piring dan makanan yang berserakan..
"terserah saja kak mau makan atau tidak "gumam Rahma
Bagaimanapun juga Rahma hanya manusia biasa dulu memang Rahma sudah jatuh cinta kepada Alven tapi karena Perlakuan buruk Alven kepada Rahma kini Rahma sudah membuang semua perasaannya..Rahma hanya bertahan disana karena memikirkan nasip adik adiknya dipanti asuhan..
setelah selesai Rahma melahap makananya sendirian didapur
"makanan ini kan aku masak dengan sepenuh tenaga sayang sekali kalau tidak dimakan"kata Rahma masih terus melahap makanannya
setelah selesai Rahma membersihkan bekas makannya kemudian masuk kedalam kamarnya..
Rahma membersihkan badannya dikamar mandi
setelah 15 menit Rahma keluar dari kamar mandi
"akh aku ngantuk sekali aku ingin cepat tidur"kata Rahma kemudian membaringkan badannya
Rahma melihat jam dinding yang ada dikamarnya
"tapi sekarang baru jam 8 "kata Rahma
"ah biarkan saja aku ingin tidur "kata Rahma kemudian mematikan lampu dan memejamka matanya..
sedangkan dikamar Alven tengah duduk memainkan ponselnya..
__ADS_1
hampir 3 jam Alven hanya duduk dan memainkan ponselnya tibatiba perutnya berbunyi
"sial lapar sekali "kata Alven
kemudian menatap jam tangan ditangannya
"jam 12 malam hmm aku akan makan diluar saja "kata Alven kemudian berjalan keluar dari kamar
saat Alven turun suara petir yang tidak terlalu keraz namun terdengar oleh Alven tanda akan ada hujan turun
"akan turun hujan"gumam Alven menghentikan langkahnya lalu kembali kekamarnya..
"aku akan lihat didapur ada makanan apa ?"kata Alven berjalan kedapur
Alven kemudian membuka lemari es dan hanya makan roti didapur
"apaa itu Rahma ?kenapa dia ?"tanya Alven pada dirinya sendiri
Rahma masih berada di kamar mandi sambil mencuci mulutnya
"akh kenapa lagi denganku kenapa aku muntah muntah lagi"kata Rahma dalam hatinya sambil menatap gambar dirinya dicermin
Dengan perlahan Rahma keluar dari kamar mandi namun lagi lagi belum sampai diluar Rahma kembali Muntah
"Rahma kamu kenapa Rahma ?"panggil Alven sambil mengetuk pintu
__ADS_1
Rahma tidak menjawab karena masih sibuk dengan urusannya..
Alven mengulang kembali memanggil Rahma dan mengetuk pintu dangan keras
"Rahma kamu kenapa ?"teriak Alven
"a aku tidak apa apa kak hanya masuk angin"teriak Rahma dengan sekuat tenaganya..
"cepat buka pintu ?"teriak Alven dari balik pintu
"tidak kak Rahma tidak apa apa ..huekk"Rahma kembali memuntahkan semua yang ada diperutnya..
Alven yang tidak sabaran mendobrak pintu kamar Rahma dan mendapati Rahma yang duduk didepan pintu kamar mandi dengan wajah pucat dan kening yang berkeringat
"kamu kenapa ?"tanya Alven duduk memandang Rahma
"Rahma hanya masuk angin kak"kata Rahma lirih
"jangan duduk dilantai akan lebih parah nanti "kata Alven
"tidak apa apa kak "kata Rahma
"jangan membantah kemari aku bantu"kata Alven memaksa Rahma untuk bangun
baru beberapa detik saja Rahma berdiri Rahma kembali mengeluarkan isi perutnya dan kembali duduk dilantai depan pintu kamar mandi
__ADS_1
"kamu ini sebenarnya kenapa ??"tanya Alan dengan nada meninggi
"Sudah aku bilang kan kak aku tidak apa apa aku hanya masuk angin..kalau kakak tidak berniat membantu lebih baik keluar dari kamar Rahma"kata Rahma tidak kalah dengan Alven